Temukan bakat, potensi dan keunikan Anda dengan Unique Fingerprint Analysis.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat/talenta dan keunikan yang berbeda. Optimalkan setiap potensi yang ada, dengan stimulasi yang tepat.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat dan karakter yang berbeda.

Dapat dilakukan untuk anak balita hingga usia dewasa, dalam kondisi apapun, tidak memerlukan tanya jawab dan tes tertulis.

Cara mendidik yang efektif terhadap seorang anak, belum tentu menjadi efektif pada anak lain.

Penting bagi orang tua untuk memahami karakternya sendiri, sebelum memahami karakter anaknya.

Optimalkan kelemahan anak melalui keunggulannya.

Analisa ini bukan Ilmu Ramal, tetapi analisa ini dikembangkan berdasarkan ilmu Dermatoglyphics.

Setiap orang memiliki 8 kecerdasan dan masing-masing orang memiliki urutan yang berbeda.

Semua kecerdasan sederajat, artinya tidak ada kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting antara satu dengan yang lainnya.

Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keluarga. Tampilkan semua postingan

Orangtua Sering Tidak Jujur, Anak Tumbuh Jadi Pembohong!

Anda pasti pernah dengar ungkapan "Ucapan anak-anak adalah ucapan paling jujur." Hmm... kenyataannya tidak selamanya benar, terutama anak-anak zaman sekarang. Sebab, Anda sadari atau tidak, sesekali anak-anak juga pernah berbohong, apalagi jika sedang diliputi rasa takut atau ancaman.

Selain memenuhi segala kebutuhan anak, orangtua juga wajib aktif membentuk mental anak agar selalu berkata dan berlaku jujur, baik di rumah dan lingkungan sosial.

Pendidikan tentang kejujuran disarankan mulai diajarkan pada anak sejak usia pra-sekolah (3-5 tahun). Sebab, usia tersebut adalah usia krusial, mereka sudah mulai memahami mana yang nyata dan fantasi, yang salah dan benar.

Menurut seorang dokter anak dan penulis buku berjudul Mommy calls: Dr Tanya Answers Parents Top 101 Questions About Babies and Toddlers, Tanya Reymer Altmann, mengatakan bahwa umumnya kebiasaan berbohong pada anak, terinspirasi dari orangtua mereka.

Ingat, anak-anak melihat orangtua sebagai panutan. Namun, banyak orangtua yang tidak sadar bahwa kebiasaan mereka yang sering berbohong pada orang lain, diperhatikan oleh anak, untuk kemudian diartikan sebagai sikap yang normal dan tidak salah.

Ironisnya, banyak orangtua saat mengetahui anak mereka berbohong, langsung naik pitam dan memarahi anak. Padahal, kebiasaan negatif anak tersebut sebenarnya hasil meniru orangtua sendiri. "Orangtua lebih sering berkata kalau mereka tidak tahu apa yang harus dilakukan saat mengetahui anak mereka berbohong," ujar Tanya.

Salah satu contoh soal, saat anak menumpahkan susu di lantai dapur, lalu orangtua bertanya apakah itu ulah mereka dengan nada tinggi. Tentu saja anak memilih berbohong, dibandingkan kena cubitan atau hardikan orangtua. Sekali anak lolos berbohong, dipastikan akan ada kali kedua, ketiga, dan seterusnya.

Para orangtua disarankan agar jangan mudah terpancing emosinya. Ketika menghadapi perilaku anak yang tidak sesuai nilai dan aturan yang seharusnya, sebaiknya tegur dengan nada bijak dan berikan solusi untuk mereka. Pola asuh yang demikian, membuat anak lebih cepat memahami apa yang benar dan salah.

Psikolog Pediatric, Mark Bowers, memiliki trik lain untuk mengajari anak yang gemar membangkang, yakni jangan pernah merasa letih mengingatkan anak mengenai tanggung jawab dan aturan yang berlaku di rumah dan kehidupan.

Mark memberikan gambaran soal bentuk kenalakan anak yang kerap dihadapi orangtua dalam keseharian, misalnyaa anak tak mengaku mencorat-coret dinding (padahal dia melakukannya), maka tegaskan kembali aturan di rumah. "Katakan pada anak kalau seharusnya menggambar itu dilakukan di kertas dan bukan di tembok. Berikan hukuman yang mendidik, bisa dengan meminta mereka untuk membersihkan hasil corat-coret di tembok, terang Mark.

Untuk mengatasi dan mencegah anak menjadi seorang pembohong, paling efektif dilakukan dengan pendekatan halus dan menghibur pada anak. Jangan menakuti anak atau mengancam mereka bila ketahuan berbohong. Pola asuh yang demikian justru akan membuat anak lebih sering tidak jujur dan memilih menutupi kenyataan dari orangtua.
KOMPAS.com

Baca lainnya:

Mengenalkan Profesi Orang Tua Kepada Anak

Mengenalkan profesi orang tua kepada anak adalah sesuatu hal yang sangat penting. Selain menambah pengetahuan, ana k juga akan mengerti mengapa orang tua sering meninggalkannya karena disibukkan dengan urusan kerja.

Anak-anak sekarang sudah memiliki wawasan lebih luas mengenai berbagai profesi dibandingkan dengan anak-anak pada jaman dulu yang hanya mengenal profesi dokter atau insinyur saja. Hal ini banyak dipengaruhi oleh teknologi informasi yang diterima anak, utamanya film-film, televisi atau buku-buku komik. Media tersebut banyak mengenalkan anak pada profesi lain, misalnya detektif ataupun polisi.

Mengenalkan profesi orang tua kepada anak sedini mungkin adalah hal yang sangat penting. Mengapa? Karena anak akan mengerti apa pekerjaan orang tua dan konsekuensi akibat pekerjaan itu. Bahwa orang tua sering meninggalkannya untuk beberapa waktu. Selain itu pengetahuan anak juga akan bertambah luas. Ia akan tahu mengapa orang tua harus bekerja, ia juga akan dapat menghargai pekerjaan orang tuanya dan orang lain. Dimasa pertumbuhannya anak juga akan memiliki orientasi masa depan yang ia inginkan sendiri, meski kadang masih berubah-ubah tentunya.

Keuntungan lainnya anak juga akan memiliki persepsi positif terhadap orang tua mereka. Anak tidak akan rewel atau merengek lagi ketika orang tua harus berangkat kerja. Anak-anak yang orang tuanya terutama ibunya bekerja, dan ia telah mengerti akan kondisi tersebut, umunya anak akan menjadi pribadi yang lebih mandiri dan percaya diri.

Pada kasus orang tua yang tidak pernah menjelaskan mengapa orang tua harus bekerja, apa pekerjaan orang tua, waktu bekerja dan apa yang dilakukan orang tua secara detil, akan mempengaruhi psikologis anak, karena anak hanya tahu bahwa orang tuanya pergi bekerja dan seringkali meninggalkannya. Anak akan merasa bahwa orang tuanya tidak memperhatikannya, sehingga anak menjadi seperti kurang perhatian.

Sangat disarankan untuk sekali-kali orang tua terutama ibu mengajak anak ke tempatnya bekerja, jika memang dimungkinkan kondisinya bisa membawa anal-anak. Jika ingin mengajak si kecil ke kantor, tentunya Ibu harus mempunyai persiapan sebelumnya.

Lingkungan kantor adalah hal baru bagi anak. Ibu juga bisa membekalinya dengan sebuah mainan kesukaannya atau bisa juga Ibu membawa makanan kesukaannya. Orang tua juga harus memberikan gambaran tentang situasi di kantor sebelumnya. Mesin-mesin apa saja yang ada di kantor, teman-teman kantor dan lainnya. Pastikan juga toilet trainingnya sudah berjalan baik, sehingga ia akan memberitahu ibunya jika ingin buang air.

Pengenalan profesi ini sebenarnya juga dapat dilakukan oleh para guru di sekolah, utamanya TK atau SD. Pihak sekolah dapat mengundang beragam profesi secara berkala ke sekolah. Kegiatannya dapat dilakukan dengan tanya jawab dan mengenalkan karir dan profesi kepada anak-anak. Cara ini selain dapat memperluas wawasan anak, anakpun akan tahu bagaimana profesi orang tua mereka.

Diharapkan dengan anak mengetahui profesi orang tua anak akan semakin mengerti dan dapat terjalin keakraban yang lebih baik antara orang tua dan anak.

infoduniaanak.com



Artikel lainnya:

Perceraian, Rusak Kejiwaan Anak

Keluarga adalah sebuah lingkungan yang terjalin dari beberapa individu yang memiliki hubungan darah. Sebuah hubungan yang harmonis dalam keluarga adalah dambaan setiap orang. Namun dalam realitanya sebuah kehidupan tidak selamanya menyenangkan, akan ada saatnya harus berjuang mengatasi sebuah permasalahan. Permasalahan dilingkup kepala keluarga dalam arti ayah dan ibu salah satu contoh permasalahan dalam keluarga yang dijadikan asalan kurang harmonisnya sebuah keluarga. Ketidakcocokan antara ayah dan ibu dijadikan alasan untuk melakukan perceraian. Selain ketidakcocokan yang dirasakan oleh ayah dan ibu, alasan paling sering ditemui dalam hubungan adalah perselingkuhan.

Pertengkaran, perpisahan, dan keributan hak asuh anak adalah runtutan dari kehancuran dalam rumah tangga. Namun kehancuran rumah tangga bukanlah akhir dari rentetan perceraian melainkan awal dari kehancuran berentetan bagi seluruh anggota keluarga. Bagi beberapa orang tua yang tidak mampu mempertahankan keutuhan rumah tangga akan menjadi monster yang paling mengerikan bagi anak-anak mereka.

Masalah yang akan ditimbulkan dari beberapa cekcok rumah tangga begitu rumit, terutama masalah psikologis anak. Tahukan anda, begitu besar perubahan yang akan terjadi pada seorang anak yang menjadi korban perceraian. Ya anak adalah salah satu korban dari terjadinya perceraian, trauma akan lebih berbahaya bagi anak pada usia sebelum 7 tahun. Dalam masa-masa ini adalah asal muasal 85% masalah seseorang tercipta (Mental Block).

Mental block adalah hambatan secara psikologis yang menyelubungi pikiran seseorang. Anak membutuhkan stimulasi dasar dari keluarga terutama orang tua. Bayangkan anak dalam masa tersebut bagaikan anak harimau yang semasa bayi berada dalam asuhan dan tiba-tiba dilepas di hutan, apa yang terjadi? Harimau itu akan berusaha beradaptasi sendiri dengan alamnya yang baru, menjadi liar dan tak terarah sebagai hasil pembelajaran dari lingkungannya. Itulah yang akan terjadi pada anak dalam masa perkembangannya, karena ia butuh dua contoh yaitu ayah dan ibu. Karena dimasa ini seorang anak membutuhkan dasar pembelajaran sebagai dasar emosi (kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan mengontrol, kebutuhan untuk diterima) yang harus terpenuhi, dan peran ayah dan ibu berbeda dalam menghasilkan sebuah pemahaman seorang anak.

Seberapa besar bahaya dari Mental Block sendiri, terkait dengan trauma perceraian kedua orang tua mereka. Pengaruh yang terjadi hingga usia beranjak dewasa, diusai 20-an mental block telah menghambat segala tujuan seseorang. Karena pada masa pembangunan dasar emosi seorang anak sudah tidak terpenuhi akibat perceraian kedua orang tuanya, maka fatallah akibatnya karena kunci dalam pendidikan karakter pada anak tidak diberikan secara maksimal.

Dalam perjalanan hidupnya anak akan lebih sulit diatur dan diajak kerja sama baik oleh orang tua maupun lingkungannya. Anak akan mengontrol dirinya, mengatur segala hal yang dia mau, dan bergegas menjadi seorang pemberontak. Ia juga tak akan lebih nyaman berada dirumah, mulai tidak terbuka pada orang tuanya dan akan menyimpan segala yang ia kerjakan dan ia keketahui. Dari beberapa kelakuan anak tersebut, akan semakin sulit bagi orang tua memberikan nasihat dan nilai-nilai positif kepada anak. Dia akan mencari tempat dimana ia merasa lebih nyaman dan menyenangkan, disinilah rawannya, anak akan membuang jauh batas-batas baik dan buruk, dia tidak akan mampu membedakan mana yang positif dan negatif dan akhirnya dapat terjerumus dalam kehidupan negative diluar rumah. Cita-cita, masa depan cerah bukan lagi menjadi harapannya, yang dia inginkan hanya kebahagiaan yang bisa didapatkan pada saat itu juga, dan bukan tidak mungkin hal itu akan terjadi hingga ia besar nanti, bahkan bisa jadi ia tidak mau membangun sebuah hubungan serius dan berkeluarga karena efek perceraian kedua orang tuanya.

Sebegitu mengerikannya bukan efek traumatik pada anak, maka itu bagi anda orang tua, ayah dan ibu, berikan yang terbaik bagi anak-anak terutama dari usia dini mereka. Ajarkan hal-hal baik, kasih sayang, dan tanamkan pengetahuan agama sebagai pegangan hidup. Anak adalah anugerah, dan jadikanlah mereka alasan untuk segala pencapaian kebahagian. Jauhkan anak dari kekerasan dan hal-hal negatif baik itu berasal dari keluarga.

kesehatan.kompasiana.com


Artikel yang berhubungan: 

Keluarga Pengaruhi Perilaku Hidup Sehat Seseorang

Psikolog Universitas Katolik Soegijapranata Semarang Dr Kristina Haryanti menilai lingkungan keluarga memberi pengaruh paling besar terhadap perilaku kesehatan individu.

“Keluarga memberi pengaruh paling besar, kalau keluarga sudah menerapkan pola dan perilaku hidup sehat maka setiap anggota keluarga akan terbiasa melakukannya,” katanya di Semarang, Kamis.

Menurut dia, keluarga merupakan basis penanaman nilai-nilai kepada setiap individu, termasuk nilai kesehatan sehingga keluarga akan menentukan apakah seseorang berperilaku hidup sehat atau tidak.

Ia menjelaskan lingkungan masyarakat juga tidak kalah penting dalam memengaruhi manusia berperilaku hidup sehat, seperti lingkungan rumah sakit (RS) yang selalu terjaga kebersihan dan kerapiannya.

“Kalau berada dalam lingkungan RS yang bersih, tidak ada sampah berserakan, orang akan sungkan untuk membuang sampah sembarangan. Kenapa? Karena merasa tidak tega mengingat tempatnya bersih,” katanya.

Bahkan, ia mengaku saat akan menengok kawannya di sebuah RS swasta di Semarang, pernah melihat seorang keluarga pasien di sebuah RS swasta di Semarang sampai rela mengantongi sampah di saku celana.

“Saya pernah melihat sendiri. Ada seorang keluarga pasien yang kesulitan mencari tempat sampah, sementara RS itu sangat bersih. Sampah bekas makanan itu kemudian dikantonginya ke saku celana,” katanya.

Sebaliknya, kata dia, kalau orang berada di jalanan dengan kondisi yang tidak terawat dan sampah berserakan tentu akan mudah membuang sampah sembarangan karena merasa sudah banyak sampah di tempat itu.

“Contoh lain, orang Indonesia yang tinggal di Belanda pasti menyeberang jalan di ’zebra cross’ karena lingkungannya tertib. Namun, kalau balik ke Indonesia biasanya menyeberang sembarangan lagi,” katanya.

Dekan Fakultas Psikologi Unika Soegijapranata Semarang itu mengatakan bahwa kondisi psikologi semacam itu sangat berkaitan dengan otak manusia yang memengaruhi segala pikiran dan tindakannya.

Berkaitan dengan itu, pihaknya akan mengundang Prof AML Coenen, pakar psikologi Radboud University-Nijmegen Belanda untuk mengisi seminar “Otak, Proses Kognisi dan Perilaku Sehat” pada 18 September mendatang.

“Prof Coenen akan menjelaskan perilaku-perilaku berisiko, seperti merokok, minum minuman beralkohol, dan penyalahgunaan obat terlarang berkaitan dengan otak dan komponen kesehatan lain yang terpengaruh,” kata Kristina.
sehatnews.com


Artikel lainnya:


Banyak Ortu Akui Jarang Temani Anak Nonton TV

Hingga saat ini banyak orang tua mengakui jarang menemani anaknya menonton televisi sehingga dikhawatirkan tayangannya berdampak negatif bagi mereka.

Salah seorang pedagang makanan di Kebon Kacang, Jakarta, Selasa, Suiyah, mengaku sering tidak menemani putrinya yang berusia 12 tahun menonton televisi karena sibuk menjaga warung hingga malam hari.

“Saya hanya sempat menemani anak menonton televisi pada malam hari tetapi sebenarnya saya juga merasa cemas karena banyak presenter televisi di acara komedi dan musik yang sering mengatakan hal tidak sopan dan kata-kata kasar,” katanya.

Suiyah juga menyadari bahwa anak-anak bisa meniru adegan yang ada dalam tayangan televisi. Tetapi, ia selalu berusaha memantau tayangan apa saja yang ditonton oleh putrinya.

Hal serupa juga diakui oleh seorang pedagang di sebuah pusat perbelanjaan, Rahayu yang jarang menemani putra-putrinya menonton televisi.

Ibu dua anak ini mengatakan, kesibukannya berdagang membuatnya waktunya terbatas untuk menemani anak-anaknya menonton televisi.

“Biasanya anak-anak nonton film kartun, film laga dan berita. Karena saya baru pulang pukul 19.30 WIB, saya baru bisa menemani anak-anak pada malam hari sekaligus berkumpul bersama keluarga,” ujar perempuan asal Indramayu ini.

Sementara itu, berbeda dengan seorang akuntan di sebuah perusahaan swasta, Noor Qodri, mengatakan, meskipun ia hanya sempat menemani anak-anaknya menonton televisi pagi dan malam hari serta pada akhir pekan, ia berusaha memberikan wawasan mengenai tayangan mana yang baik untuk anaknya.

“Mereka lebih menyukai acara anak-anak seperti kartun dan acara yang menyajikan ilmu pengetahuan. Tetapi mereka juga suka menonton sinetron remaja yang sebenarnya bukan untuk anak-anak,” kata Noor.

Noor mengemukakan, setiap tayangan televisi memiliki dampak positif maupun negatif. Tetapi itu semua bergantung pada isi pesan yang akan disampaikan dan bagaimana acara tersebut dikemas. Stasiun televisi seharusnya membuat dan mengemas tayangannya dengan serius.

Berkembang cepat
Senada dengan pendapat Noor, salah seorang pengunjung pusat perbelanjaan, Lilis, mengatakan, banyak tayangan televisi yang kurang mendidik dan adegan yang seharusnya disensor, seperti pada program sinetron.

“Pola pikir anak-anak menjadi berkembang lebih cepat dan mereka jadi cepat dewasa karena sering menonton sinetron,” kata Lilis.

Lilis berpendapat, pengaruh media massa sangat besar sehingga orang tua juga harus tetap mengawasi dan memperhatikan perkembangan anak-anak mereka, terutama ketika menonton televisi.

Komisioner Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Nina Mutmainnah Armando sebelumnya, mengatakan anak perlu pendampingan orang tua ketika menonton televisi untuk mencegah pengaruh negatif tayangan televisi terhadap anak-anak.

“Anak-anak sangat mudah meniru apa yang mereka tonton di televisi. Orang tua harus bersikap kritis terhadap tayangan televisi agar bisa menentukan tayangan yang tepat untuk anak mereka,” kata Nina.
sehatnews.com


Artikel lainnya:

Manfaat ASI untuk Bayi & Ibu

UNTUK bayi, tak ada asupan yang paling baik selain ASI. Dalam ASI itulah segala kebutuhan si mungil akan terpenuhi. Kandungan ASI memegang peran utama dalam perekembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya.

Nah, di samping itu ada unsur-unsur lainnya seperti kalsium yang berperan besar terhadap perkembangan tulang-tulang bayi. So, tingkatkanlah kualitas ASI Moms dengan cara makan cukup dan seimbang komposisinya. Jika diperlukan, dengan arahan dokter Anda bisa mengonsumsi vitamin tambahan – mengandung ekstrak daun katuk.

MANFAAT BAGI BAYI
ASI meskipun disebut sebagai susu, namun sebagian besar tersusun atas air. Ini merupakan ciri terpenting dari ASI, sebab selain makanan bayi juga membutuhkan cairan. Lantas, mengapa ASI sangat baik bagi bayi?

Aspek gizi
Dalam ASI terdapat kolostrum yang mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, utamanya diare. Kolostrum juga mengandung vitamin A yang tinggi, karbohidrat, lemak rendah sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Dengan kolostrum juga akan membantu mengeluarkan mekonium – kotoran bayi yang pertama (berwarna hitam kehijauan.

ASI mudah dicerna dan mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey: Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Dalam susu formula banyak diunggulkan AA dan DHA - asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal - bagi pertumbuhan bayi. Padahal, Moms tak perlu repot-repot mencarinya dari sufor – yang paling mahal sekali pun. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

Dalam ASI, AA dan DHA bisa didapatkan si kecil secara gratis! Begitu pun dengan Taurin - sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.

Aspek imunologi
ASI mengandung zat antiinfeksi yang bersih dan bebas kontaminasi. Zat imun itu ada padaimmunoglobulin, sekretori, dan laktoferin.

Zat immunoglobulin yang terdapat dalam kolostrum berfungsi mencegah terjangkitnya penyakit pada bayi. Lalu, zatsekretori yang dapat melumpuhkan bakteri patogen e-coli serta berbagai virus pada saluran pencernaan. Sementara laktoferin, sejenis protein, merupakan komponen zat kekebalan yang berfungsi mengikat zat besi di saluran pencernaan.

Aspek kecerdasan
Kandungan gizi ASI sangat baik untuk perkembangan sistem saraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan bayi yang diberi ASI, IQ-nya 4,3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8,3 point lebih tinggi pada usia 8,5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

Aspek neurologis
Dengan mengisap payudara, koordinasi saraf menelan, mengisap dan bernapas pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.


MANFAAT BAGI IBU
Selain bagi bayi, pemberian ASI minimal 6 bulan pun memberi manfaat bagi sang ibu, seperti:

Aspek psikologis
Rasa percaya diri ibu untuk menyusui si kecil. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon utamanya oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.

Interaksi ibu dan bayi dimana pertumbuhan dan perkembangan psikologi bayi bergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.

Ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

Bisa menunda kehamilan
Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metoda Amenorea Laktasi (MAL).

(Moms & Kiddie)


Artikel Lainnya:
Tips Memperbanyak ASI
Tips Memilih Nama Bayi
ASI Bantu Cetak Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas
Bahaya Penyakit Pneumonia
Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan

Perlu Anda Ketahui:
Kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Pneumokokus adalah bayi di bawah dua tahun, yang tidak atau hanya sebentar mendapat ASI, tinggal di hunian padat, terpapar polusi atau asap rokok, sering mendapat antibiotik (sehingga bakteri menjadi resisten), kurang gizi, dan tidak diimunisasi.
Profesor Soetjiningsih, guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Era Layar Bahayakan Mata & Jiwa Anak

Seiring dengan perkembangan zaman, anak-anak kini tumbuh dan berkembang di era layar. Anak-anak terbiasa di depan layar seperti layar TV, VCD, PS, Intenet dan HP. Para orang tua tidak menyadari dampak era layar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Anak belajar melalui 3 cara, yaitu secara visual, auditorial, dan kinestetik yang kemudian disebut sebagai modalitas. Mata merupakan komponen penting modalitas visual. Mata anak adalah jendela kecerdasan mereka. Mata yang sehat membuat setiap proses belajar anak semakin optimal.

Orang tua memiliki peran cukup besar dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Tuntutan ekonomi di zaman sekarang ini membuat orang tua harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Alhasil, waktu bersama anak-anak pun berkurang karena kesibukan bekerja.

Kini, kita memasuki era layar dimana anak semakin terbiasa di hadapan TV, internet, video games bahkan HP. Manfaatnya tentu agar anak tidak ketinggalan zaman dan dapat menggunakan teknologi yang terbaru.

Yayasan Pemerhati Media Anak (YPMA) pada tahun 2002 menemukan bahwa Anak-anak yang ditinggal bekerja atau tidak, memiliki kebiasaan menonton TV rata-rata 5-6 jam sehari atau 1560-1820 jam/tahun, padahal belajar di Sekolah Dasar hanya 1000 jam/tahun.

Ternyata TV bukan satu-satunya layar yang dilihat anak. Hasil penelitian YPMA menunjukkan bahwa anak-anak juga sering bermain Play Station selama rata-rata 10 jam/minggu. Belum lagi, waktu yang dihabiskan anak-anak di depan HP dan layar komputer untuk internet.

Dampak Era Layar Terhadap Anak

Teknologi era layar memiliki dampak terhadap seorang anak dalam mempengaruhi otak, mata, dan jiwa serta perilakunya. Orang tua harus mempertimbangkan dan memperhitungkan manfaat serta pengaruh teknologi era layar terhadap anak.

Salah satu dampak dari gelombang sinar yang dipancarkan oleh layar adalah suatu sifat addict dari si anak dalam menonton, hal ini dikemukaan dalam The Child Obesity Summit 2005 bahwa iklan TV merupakan kontributor utama obesitas pada anak-anak.

Dalam media edukasi yang diselenggarakan di Le Meridien Hotel, 28 November 2007 lalu, Elly Risman Musa, S. Psi, seorang psikolog anak dan Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati menuturkan, “Anak lebih membutuhkan bergerak, membaca, bermain lumpur dan membangun imajinasi anak. TV membuat anak duduk diam sehingga anak menjadi pasif.”

Penelitian yang dilakukan oleh University of Washington menunjukkan bahwa pemaparan TV yang dilakukan anak-anak di usia akan mempengaruhi perhatian anak-anak di kemudian hari.

dr. Hardiono D Pusponegoro, Sp.A (K) dokter spesialis anak konsultan bidang neurologi dari RSCM Jakarta mengutip sebuah penelitian dampak menonton TV pada anak-anak usia di bawah 3 tahun dan anak usia 3-5 tahun.

Dalam penelitian tersebut, anak di bawah 3 tahun melihat layar kaca rata-rata 2 jam sehari dan anak 3-5 tahun rata-rata 3 jam sehari. Setelah anak berusia 6-7 tahun dilakukan penilaian kembali. Penelitian tersebut menunjukkan, pada anak di bawah 3 tahun terjadi penurunan kemampuan membaca, membaca komprehensif dan penurunan memori. Sebaliknya pada anak usia 3-5 tahun, memiliki kemampuan membaca yang lebih baik.

Lebih lanjut, dr. Hardiono yang akrab disapa dr Yoni ini menambahkan,”dengan hanya menonton TV saja, otak kehilangan kesempatan mendapatkan stimulasi dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam hubungan sosial dengan orang lain, bermain kreatif dan memecahkan masalah. Selain itu, TV bersifat satu arah, sehingga membuat anak kurang mengeksplorasikan dunia 3 dimensi dan kehilangan peluang mencapai tahapan perkembangan yang baik.

Ancaman Sinar Biru
Salah satu sinar yang dipancarkan perangkat teknologi layar adalah sinar biru. Sinar biru adalah sinar dengan panjang gelombang cahaya 400-500 nm yang dapat berpotensi memicu terbentuknya radikal bebas dan menimbulkan luka fotokimia pada retina anak.

Sumber sinar biru yang paling dekat dengan anak-anak adalah pancaran sinar dari TV. Lensa anak masih peka dan belum dapat menyaring bahaya sinar biru. Karena itulah risiko terbesar kerusakan akibat sinar biru pada usia dini.

Lutein sebagai karotenoid alami dapat membantu melindungi mata anak yang masih peka dari bahaya sinar biru. Lutein dapat membantu melindungi mata dengan cara menyaring sinar biru dan juga berperan sebagai antioksidan dengan caa menetralisir radikal-radikal bebas.

“Tubuh tidak dapat mensintesa lutein, oleh karena itu kebutuhan lutein harus diambil dari sayuran, buah, suplemen dan terutama dalam ASI," ungkap dr. Yoni.

Lutein terdapat dalam sayuran hijau seperti bayam, brokoli dan kacang polong, jagung, kuning telur serta buah-buahan seperti kiwi dan melon.

Tugas Orang Tua
Orang tua harus mewaspadai bahaya sinar biru terhadap kesehatan mata dan kecerdasan anak di era layar ini. Selain dampaknya bagi kesehatan mata anak, juga disadari dampak terhadap petumbuhan fisik dan perkembangan jiwa anak, dimana perkembangan jiwa anak harus disiasati dengan berusaha mengenal anak lebih dekat dan memperbaiki komunikasi.

Orang tua juga harus dapat membatasi intensitas dan frekuensi anak beraktivitas di depan layar monitor (TV). Orang tua perlu untuk merangsang anak melakukan aktivitas lain seperti bermain dengan teman dan lingkungannya, berolahraga dan beraktivitas kreatif lainnya agar stimulasi untuk perkembangan otak anak semakin lengkap.

Untuk pertumbuhan fisik anak yang optimal terutama stimulasi otak dan mata mereka, orang tua dapat menyiasatinya dengan pemberian nutrisi yang cukup. Perlindungan terhadap bahaya sinar biru harus dilakukan sedini mungkin dengan salah satunya asupan lutein yang terdapat dalam susu.

redaksi@medicastore



Artikel yang Berhubungan:
Pengaruh Negatif dan Aturan Penggunaan Gadget Pada Anak
Gadget Sebagai Jawaban Orang Tua Pada Anak
Barang-barang Teknologi yang Dapat Menyebabkan Kecanduan
Dampak Negatif Dari Kecanduan Teknologi
Stop Tayangan Televisi yang Tidak Mendidik
Ingin Anak Cerdas? Hentikan Membiasakannya Nonto Televisi

Pentingnya Persiapan Kehamilan

Tahap awal kehidupan, sejak proses pembuahan hingga masa kanak-kanak, sangat memengaruhi kemungkinan seseorang terkena penyakit-penyakit kronis tak menular di masa dewasa. Itulah sebabnya, setiap pasangan harus mempersiapkan kehamilan dengan baik, guna menekan risiko bayi mengalami masalah di kehidupannya nanti.

Ahli kandungan dari FKUI-RSCM dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG, menegaskan, faktor risiko pada seorang bayi bahkan sudah dipengaruhi oleh latar belakang nutrisi kedua orang tuanya. "Kualitas sel telur dan sel sperma sangat dipengaruhi oleh nutrisi calon ibu dan ayah, terlebih ketika sudah menjadi janin, faktor nutrisi besar pengaruhnya," kata Noroyono dalam jumpa pers Early Life Nutrition Forum di Jakarta (16/5/2011).

Untuk itulah, persiapan kehamilan harus dilakukan sedini mungkin dengan pemeriksaan kesehatan calon ibu dan ayah. "Idealnya dilakukan sebelum menikah untuk kewaspadaan, sehingga diketahui apakah ada penyakit genetik seperti thalasemia, diabates atau penyakit infeksi seperti hepatitis dan HIV. Cek juga kecukupan besi dan kalsiumnya," papar dokter yang menjadi Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) ini.

Kemudian, ketika sudah memasuki masa kehamilan, calon ibu wajib melakukan pemeriksaan rutin dan mencukupi kebutuhan gizinya.

Pakar gizi dari FKUI dr. Saptawati Bardosono Sp.GK menyebutkan, pada awal kehamilan hingga janin berusia 20 minggu, ibu hamil membutuhkan protein dan zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral. Semua itu diperlukan untuk meningkatkan jumlah sel dan membangun tinggi badan potensial anak kelak.

"Pada 20 minggu pertama, kehamilan tubuh janin sedang membentuk sel-sel tulang, otak, otot, dan sebagainya. Kekurangan zat gizi mikro dan protein di usia ini juga bisa menyebabkan anak pendek," paparnya.

Kemudian pada 20 minggu terakhir kehamilan, ibu membutuhkan kalori untuk bertambah besarnya sel-sel dan membangun berat badan potensial. Kekurangan gizi di masa awal kehidupan ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.

"Setelah lahir sebenarnya bisa dioptimalkan gizinya untuk mengejar ketinggalan. Bila masa ini terlewat, di masa datang anak bisa mengalami penyakit kronik serta gangguan mental dan kecerdasan," katanya.

Female.kompas.com


Artikel yang berhubungan:
Siap Menjadi Orang Tua
Secara Psikologis & Mental
Mau Bayi Laki-laki
atau Perempuan?

 

ABORSI, BUKAN Jalan Keluar

KEHIDUPAN manusia dimulai saat setelah pembuahan terjadi. Jika dengan SADAR dan dengan SEGALA cara kita MENGAKHIRI hidup manusia tak berdosa, berarti kita melakukan suatu perbuatan TAK BERMORAL dan asosial. Tidak semestinya KITA membiarkan penghentian nyawa hidup siapapun... atau HIDUP kita sebagai MANUSIA menjadi TIDAK BERHARGA LAGI.
Solusi untuk Seorang Wanita
Jika Anda sedang memikirkan untuk melakukan aborsi, tenangkan pikiran Anda. Aborsi bukanlah suatu solusi sama sekali. Aborsi akan membuahkan masalah-masalah baru yang bahkan lebih besar lagi bagi Anda – di dunia dan di akhirat.

Ada beberapa pihak yang dapat diminta bantuannya dalam hal menangani masalah aborsi ini, yaitu:
  1. Hubungi keluarga dekat terlebih dahulu. Orang tua, kakak, om, tante atau saudara-saudara dekat lainnya. Minta bantuan mereka untuk mendampingi di saat-saat yang sukar ini.
  2. Tokoh atau panutan keagamaan.
  3. Orang-orang lain yang bersedia membantu secara pribadi. Jika keluarga tidak memungkinkan, hubungi orang-orang lain yang disebutkan di daftar di atas. Atau hubungi kami di Forum Diskusi

Solusi untuk Bayi
Apapun alasan Anda, aborsi bukanlah jalan keluar. Setiap bayi yang dilahirkan, selalu dipersiapkan Tuhan segala sesuatunya untuk dia. Jika saat ini Anda merasa tidak sanggup membiayai kehidupan dia, berdoalah agar Tuhan memberikan jalan keluar. Jika Anda benar-benar tidak menginginkan anak tersebut, carilah orang-orang dekat yang bersedia untuk menerimanya sebagai anak angkat. Jika tidak ada seorangpun yang menginginkan bayi tersebut, segera hubungi kami di Forum Diskusi. Kami akan mencarikan orang-orang yang bersedia untuk merawat anak tersebut.

Untuk Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di Forum Diskusi
Khususnya, adalah:
  1. Anda yang mempertimbangkan untuk melakukan aborsi
  2. Anda yang tahu akan rekan yang ingin melakukan aborsi
  3. Anda yang ingin membimbing seseorang yang akan melakukan aborsi
  4. Anda yang ingin mengadopsi anak dari wanita yang merencanakan melakukan aborsi
  5. Anda yang ingin membantu menyebarluaskan informasi dalam situs ini

Kami siap melayani dan berdoa bagi Anda maupun orang-orang lain yang sedang dalam masalah. Apapun latar belakang agama, sosial, ekonomi Anda – hubungi kami segera. Tuhan menciptakan kita semua sama. Tuhan mau kita saling membantu, mengasihi dan menasehati. Mari kita bersama-sama menjaga kelangsungan ciptaanNya yang paling mulia – manusia. www.aborsi.org


foto: pinterest.com

Siap Menjadi Orang Tua Secara Psikologis dan Mental

Tidak ada yang mengatakan secara detil, tantangan dan masalah yang Anda hadapi setelah punya anak. Tetapi yang mutlak dimiliki calon ayah dan ibu: kesiapan psikologis dan mental.

Ingin segera punya anak setelah menikah, tentu tak ada yang melarang. Tetapi tahukah Anda, punya anak bukan sesuatu yang mudah! Banyak pasangan suami-istri kaget, "syok" dan terpana ketika impian untuk hamil terwujud, tetapi jauh dari indahnya mimpi.

Kesiapan mental dan psikologis jadi modal utama calon ayah dan ibu yang ingin punya anak. Bahkan, jauh sebelum kehamilan terjadi, calon ayah dan ibu harus benar menyadari lebih dulu hakikat, konsekuensi dan makna kehadiran anak di dalam keluarga.

Tanggung jawab seumur hidup. Menjadi ayah dan ibu bukanlah urusan yang berkaitan dengan tradisi turun-temurun, urusan pribadi atau status sosial semata. Menjadi orang tua adalah sebuah "profesi". Ketika anak hadir, maka ada peran baru untuk Anda dan pasangan. Ada tanggung jawab baru. Anak adalah komitmen seumur hidup yang wajib Anda asuh, sayang, dan lindungi bersama pasangan. Pastilah Anda dan pasangan sempat "grogi" saat menyadari akan punya tanggung jawab baru. Tapi tak usah berkecil hati, apalagi kurang pede jadi ayah dan ibu. Ada banyak hal menyenangkan dan memuaskan dengan hadirnya anak dalam keluarga.

Pasti ada perubahan. Apa yang berubah jika anak akan hadir? Tentu saja calon ibu hamil, dan calon ayah pun bersiap menjadi ayah sungguhan! Perubahan sudah pasti terjadi akibat kehamilan ibu dan persiapan ayah menyiapkan semua fasilitas untuk menyambut bayi. Untuk calon ibu, siapkah Anda menghadapi perubahan bentuk tubuh yang 'luar biasa'? Tak jarang perubahan bentuk tubuh cenderung memengaruhi citra diri ibu. Tantangan lain, dalam kondisi hamil, calon ibu menjadi sangat peka, dan cenderung tidak percaya diri terhadap perubahan bentuk tubuh.

Buat calon ayah, bersiaplah hadapi perubahan sikap dan suasana hati ibu hamil. Sejak awal, bahaslah kemungkinan terjadinya hal ini agar masing-masing berusaha mencari cara tepat untuk mengatasi jika masalah semacam ini terjadi. Dukungan calon ayah sangat diperlukan terkait dengan perubahan bentuk tubuh calon ibu. Yakinkan calon ibu, berbagai perubahan itu hanya bersifat sementara dan demi kesehatan serta tumbuh-kembang janin.

Tantangan ketika anak hadir di tengah Anda dan pasangan tentu saja masih berderet. Tak perlu cemas dan khawatir Ayah dan Bunda! Selama Anda berdua selalu terbuka, saling mendukung dan siap secara psikologis-mental, semua masalah pasti akan dihadapi dan bisa diatasi bersama!

ayahbunda.co.id



Artikel lainnya:

Mau Bayi Laki-Laki atau Perempuan?

Perdebatan soal jenis kelamin bayi memang masih sering terjadi pada pasangan muda. Suami ingin anak laki-laki, sementara Anda berpikiran sebaliknya.

Anda tak perlu bingung, karena pasangan suami istri bisa merencanakan jenis kelamin bayi yang akan dikandung. Tetapi angka keberhasilannya tidak mencapai 100%, dan apapun hasilnya Anda harus menerimanya dengan ucapan syukur.

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan pasangan suami istri untuk mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan, seperti diet, waktu berhubungan seks, pencucian vagina dengan cairan asam atau basa, di luar medis bisa menggunakan kalender China yang ternyata angka keberhasilannya cukup tinggi.

Seperti diketahui, laki-laki dalam hal ini sel sperma ada yang memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sedangkan wanita punya dua kromosom seks yang sama, yaitu X dan X. Bila dalam berhubungan seks. Sperma X membuahi sel telur, maka terjadilah pertemuan kromosom X dan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan (XX). Sebaliknya bila sperma Y yang membuahi sel telur, maka kromosom Y akan bertemu kromosom X, sehingga akan mendapat bayi laki-laki (XY). Jadi intinya, anak laki-laki bisa diperoleh jika sperma Y lebih dulu membuahi sel telur. Sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan, maka sperma X yang harus lebih dulu.

Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang dan bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 8, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal: siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 – 11 = 20, dan 26 – 8 = 18, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 18 sampai hari ke 20.

Saat menentukan masa subur bisa juga dilihat dari lendir atau cairan yang dihasilkan oleh leher rahim atau serviks. Saat ovulasi atau masa subur, lendir serviks akan bertambah jumlahnya dengan warna yang jernih dan elastis. Saat ini wanita akan merasakan basah pada saluran kelaminya. Untuk memeriksa elastisitas cairan serviks bisa dilakukan dengan cara memasukan jari telunjuk ke vagina sampai menyentuh serviks, lalu setelah jari terisi cairan serviks itu dikeluarkan dari vagina, dengan bantuan ibu jari, cairan itu ditarik sedemikian rupa (pelan-pelan) sampai putus. Bila terputus kurang dari 10 cm maka si wanita bukan dalam masa subur, bila sampai kira kira 10 cm maka si wanita sedang dalam masa subur.

Untuk program bayi laki-laki, disarankan wanita harus banyak mengonsumsi makanan yang bersifat basa (sayur, buah, putih telur, dan susu), sementara pasangan pria banyak mengonsumsi makanan yang bersifat asam (daging, seafood).

”Saat berhubungan seks, sebaiknya dilakukan saat ovulasi (subur) atau beberapa saat menjelang ovulasi. Sperma kromosom Y bergerak lebih cepat dibanding sperma X. Bila sel telur sudah menunggu di saluran telur hampir dipastikan sperma kromosom Y yang akan sampai dulu dan bisa segera membuahi sel telur.

Untuk merencanakan bayi laki-laki bisa pula dengan melakukan posisi hubungan dan penetrasi yang benar. Karena sperma kromosom Y bergerak lebih cepat dan memiliki daya tahan kurang, penetrasi harus dalam sehingga jarak tempuh menjadi lebih pendek sesuai dengan sifat kromosom Y sebagai sprinter. Posisi sebaiknya posisi konvensional, muka bertemu muka dengan suami berada di atas tubuh wanita.

Sebelum berhubungan, usahakan vagina bersuasana basa, ada beberapa yang membilas dengan larutan soda, namun yang lebih penting jangan terlalu buru-burumelakukan penetrasi, lakukanlah foreplay yang cukup dalam suasana santai dan penetrasi dilakukan saat istri benar-benar sudah terangsang, sehingga vagina bersuasana basa.

Untuk program bayi perempuan bisa dilakukan dengan diet, yaitu wanita banyak makan makanan yang bersifat asam seperti daging, seafood, sementara pria mengonsumsi makanan yang bersifat basa, seperti sayuran, buah, dan susu.

Ada beberapa pasangan yang membilas vaginanya terlebih dahulu dengan cuka yang dilarutkan dengan air, namun yang lebih penting segera lakukan penetrasi sebelum istri terangsang sehingga vagina masih bersuasana asam.

Pasangan suami istri juga bisa berhubungan intim dua atau tiga hari sebelum ovulasi. Posisi bercinta sebaiknya istri berada di atas dan melakukan penetrasi yang jangan terlalu dalam.

Atau ada beberapa pasangan yang menggunakan perhitungan kalender China untuk kehamilan. Yang perlu diperhatikan adalah usia wanita dan bulan saat subur,” seperti di bawah ini.

Setiap pasangan boleh berusaha untuk mendapatkan bayi laki-laki atau bayi perempuan, namun keputusan ada di tangan Tuhan. Anak laki-laki atau anak perempuan, yang pasti Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita semua.

10 Langkah memulai karir dari awal lagi

Januari adalah bulan yang cocok bagi Anda yang ingin mengawali kembali karir di bidang yang berbeda. Jika Anda memang berniat memulai karir dari awal lagi, simak tipsnya seperti yang dilansir dari US News berikut ini.

Melebarkan sudut pandang
Buatlah daftar proyek, pencapaian, dan tantangan yang Anda dapatkan pada tahun 2012. Kemudian, lebarkan sudut pandang Anda layaknya jurnalis dan mulai berteori, kenapa hal ini penting atau sesuatu seperti apa yang akan menjadi tren.

Berhenti menyesal
Tidak perlu menoleh ke belakang dan menyesali tentang hal-hal yang sebaiknya Anda kerjakan namun Anda mengabaikannya. Berhentilah menyesal dan persiapkan diri untuk mengawali karir di tahun yang baru.

Bermimpi
"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu," demikian tulis Andrea Hirata dalam novel Sang Pemimpi. Pernyataan itu memang benar, asal Anda semakin termotivasi untuk meniti karir karena punya mimpi yang besar.

Membuat target setiap hari
Cobalah membuat daftar target yang harus dipenuhi setiap hari. Misalnya, hari pertama Anda harus bisa bangun jam lima pagi. Kemudian hari kedua, bangun jam lima pagi dan lari keliling komplek. Target kecil yang selalu dipenuhi akan membuat Anda terbiasa saat mengejar tujuan yang lebih tinggi.

Bangga
Anda patut bangga jika ingin memulai karir yang berbeda dari awal. Sebab tidak semua orang mampu melakukannya. Namun jangan sampai lupa diri dan lalai dari tujuan awal memulai karir kembali.

Menjaga kesehatan
Meskipun Anda berniat mengubah profesi, usaha, atau jenis pekerjaan yang ditekuni dengan penuh semangat, jangan lupakan kesehatan diri sendiri. Sebab seluruh pencapaian pasti akan sia-sia jika pada akhirnya Anda malah jatuh sakit.

Membantu orang lain
Jangan ragu membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan. Sebab Anda akan merasakan manfaatnya kelak. Membantu banyak orang artinya memperlebar jaringan, sementara memperlebar jaringan artinya adalah memperbesar kesempatan peningkatan karir.

Proses dan hasil akhir
Anda pasti punya tujuan dalam karir impian yang dimulai dari awal lagi. Namun jangan terlalu fokus pada hasil akhir. Sebaiknya perhatikan juga proses dari pencapaian karir Anda. Jika prosesnya baik, hasilnya biasanya juga akan baik.

Mau belajar
Terjun ke dalam hal baru identik dengan pengalaman yang kurang. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, asalkan Anda memiliki kemauan keras untuk belajar. Membangun kepercayaan diri juga penting sebagai salah satu modal ketika Anda ingin memulai karir dari awal lagi.

Kreatif
Terakhir, Anda tidak perlu melakukan semua nasihat yang Anda dapatkan dari orang-orang sekitar. Sebab tidak seluruhnya bisa Anda terapkan ketika memulai karir kembali. Anda tetap harus kreatif dan tahan banting jika memang ingin sukses.

Itulah berbagai tips bagi Anda yang ingin memulai karir dari awal lagi. Semoga impian dan harapan Anda lekas tercapai!
[riz] sehatnews.com


Artikel lainnya:

Prev home