Temukan bakat, potensi dan keunikan Anda dengan Unique Fingerprint Analysis.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat/talenta dan keunikan yang berbeda. Optimalkan setiap potensi yang ada, dengan stimulasi yang tepat.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat dan karakter yang berbeda.

Dapat dilakukan untuk anak balita hingga usia dewasa, dalam kondisi apapun, tidak memerlukan tanya jawab dan tes tertulis.

Cara mendidik yang efektif terhadap seorang anak, belum tentu menjadi efektif pada anak lain.

Penting bagi orang tua untuk memahami karakternya sendiri, sebelum memahami karakter anaknya.

Optimalkan kelemahan anak melalui keunggulannya.

Analisa ini bukan Ilmu Ramal, tetapi analisa ini dikembangkan berdasarkan ilmu Dermatoglyphics.

Setiap orang memiliki 8 kecerdasan dan masing-masing orang memiliki urutan yang berbeda.

Semua kecerdasan sederajat, artinya tidak ada kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting antara satu dengan yang lainnya.

Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Manfaat ASI untuk Bayi & Ibu

UNTUK bayi, tak ada asupan yang paling baik selain ASI. Dalam ASI itulah segala kebutuhan si mungil akan terpenuhi. Kandungan ASI memegang peran utama dalam perekembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya.

Nah, di samping itu ada unsur-unsur lainnya seperti kalsium yang berperan besar terhadap perkembangan tulang-tulang bayi. So, tingkatkanlah kualitas ASI Moms dengan cara makan cukup dan seimbang komposisinya. Jika diperlukan, dengan arahan dokter Anda bisa mengonsumsi vitamin tambahan – mengandung ekstrak daun katuk.

MANFAAT BAGI BAYI
ASI meskipun disebut sebagai susu, namun sebagian besar tersusun atas air. Ini merupakan ciri terpenting dari ASI, sebab selain makanan bayi juga membutuhkan cairan. Lantas, mengapa ASI sangat baik bagi bayi?

Aspek gizi
Dalam ASI terdapat kolostrum yang mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, utamanya diare. Kolostrum juga mengandung vitamin A yang tinggi, karbohidrat, lemak rendah sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Dengan kolostrum juga akan membantu mengeluarkan mekonium – kotoran bayi yang pertama (berwarna hitam kehijauan.

ASI mudah dicerna dan mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey: Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Dalam susu formula banyak diunggulkan AA dan DHA - asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal - bagi pertumbuhan bayi. Padahal, Moms tak perlu repot-repot mencarinya dari sufor – yang paling mahal sekali pun. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

Dalam ASI, AA dan DHA bisa didapatkan si kecil secara gratis! Begitu pun dengan Taurin - sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.

Aspek imunologi
ASI mengandung zat antiinfeksi yang bersih dan bebas kontaminasi. Zat imun itu ada padaimmunoglobulin, sekretori, dan laktoferin.

Zat immunoglobulin yang terdapat dalam kolostrum berfungsi mencegah terjangkitnya penyakit pada bayi. Lalu, zatsekretori yang dapat melumpuhkan bakteri patogen e-coli serta berbagai virus pada saluran pencernaan. Sementara laktoferin, sejenis protein, merupakan komponen zat kekebalan yang berfungsi mengikat zat besi di saluran pencernaan.

Aspek kecerdasan
Kandungan gizi ASI sangat baik untuk perkembangan sistem saraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan bayi yang diberi ASI, IQ-nya 4,3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8,3 point lebih tinggi pada usia 8,5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

Aspek neurologis
Dengan mengisap payudara, koordinasi saraf menelan, mengisap dan bernapas pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.


MANFAAT BAGI IBU
Selain bagi bayi, pemberian ASI minimal 6 bulan pun memberi manfaat bagi sang ibu, seperti:

Aspek psikologis
Rasa percaya diri ibu untuk menyusui si kecil. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon utamanya oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.

Interaksi ibu dan bayi dimana pertumbuhan dan perkembangan psikologi bayi bergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.

Ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

Bisa menunda kehamilan
Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metoda Amenorea Laktasi (MAL).

(Moms & Kiddie)


Artikel Lainnya:
Tips Memperbanyak ASI
Tips Memilih Nama Bayi
ASI Bantu Cetak Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas
Bahaya Penyakit Pneumonia
Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan

Perlu Anda Ketahui:
Kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Pneumokokus adalah bayi di bawah dua tahun, yang tidak atau hanya sebentar mendapat ASI, tinggal di hunian padat, terpapar polusi atau asap rokok, sering mendapat antibiotik (sehingga bakteri menjadi resisten), kurang gizi, dan tidak diimunisasi.
Profesor Soetjiningsih, guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Diagnosa dan Penyebab Autisme

Diagnosa Autisme
Sejauh ini tidak ditemukan tes klinis yang dapat mendiagnosa langsung autisme. Diagnosa yang paling tepat adalah dengan cara seksama mengamati perlilaku anak dalam berkomunikasi, bertingkah laku dan tingkat perkembangannya. Dikarenakan banyaknya perilaku autisme juga disebabkan oleh adanya kelainan kelainan lain (bukan autisme) sehingga tes klinis dapat pula dilakukan untuk memastikan kemungkinan adanya penyebab lain tersebut.

Karena karakteristik dari penyandang autisme ini banyak sekali ragamnya sehingga cara diagnosa yang paling ideal adalah dengan memeriksakan anak pada beberapa tim dokter ahli seperti ahli neurologis, ahli psikologi anak, ahli penyakit anak, ahli terapi bahasa, ahli pengajar dan ahli profesional lainnya dibidang autisme. Dokter ahli / praktisi profesional yang hanya mempunyai sedikit pengetahuan / training mengenai autisme akan mengalami kesulitan dalam men-diagnosa autisme. Kadang-kadang dokter ahli / praktisi profesional keliru melakukan diagnosa dan tidak melibatkan orang tua sewaktu melakukan diagnosa. Kesulitan dalam pemahaman autisme dapat menjurus pada kesalahan dalam memberikan pelayanan kepada penyandang autisme yang secara umum sangat memerlukan perhatian yang khusus dan rumit.

Hasil pengamatan sesaat belumlah dapat disimpulkan sebagai hasil mutlak dari kemampuan dan perilaku seorang anak. Masukkan dari orang tua mengenai kronologi perkembangan anak adalah hal terpenting dalam menentukan keakuratan hasil diagnosa. Secara sekilas, penyandang autisme dapat terlihat seperti anak dengan keterbelakangan mental, kelainan perilaku, gangguan pendengaran atau bahkan berperilaku aneh dan nyentrik. Yang lebih menyulitkan lagi adalah semua gejala tersebut diatas dapat timbul secara bersamaan. Karenanya sangatlah penting untuk membedakan antara autisme dengan yang lainnya sehingga diagnosa yang akurat dan penanganan sedini mungkin dapat dilakukan untuk menentukan terapi yang tepat.

Kutipan dari tulisan Dr. Hardiono D. Pusponegoro Spa(K):
Apapun diagnosisnya, semua sepakat bahwa tugas dokter terpenting adalah menemukan anak-anak kecil yang sudah mulai menunjukkan beberapa gejala perilaku yang tidak lazim. Orang tua juga sangat berperan dan dapat membantu dengan melaporkan kecurigaan adanya gangguan perilaku. Penolakan kenyataan oleh orang tua dan keluarga, atau dokter yang menganggap bahwa suatu penyimpangan perilaku adalah "tidak apa-apa" akan sangat merugikan anak karena keterlambatan intervensi. Bila memang ada penyimpangan perkembangan, mungkin kita tidak bisa memberi label diagnosis, namun terapi dan stimulasi harus segera dimulai dan tidak boleh menunggu. Makin dini intervensi dilakukan, makin baik hasilnya.

Penyebab Autisme
Jumlah anak yang terkena autisme makin bertambah. Di Canada dan Jepang pertambahan ini mencapai 40 persen sejak 1980. Di California sendiri pada tahun 2002 di-simpulkan terdapat 9 kasus autis per-harinya. Dengan adanya metode diagnosis yang kian berkembang hampir dipastikan jumlah anak yang ditemukan terkena Autisme akan semakin besar. Jumlah tersebut diatas sangat mengkhawatirkan mengingat sampai saat ini penyebab autisme masih misterius dan menjadi bahan perdebatan diantara para ahli dan dokter di dunia.

Sebagai contoh, perdebatan yang terjadi akhir akhir ini berkisar pada kemunkinan penyebab autisme yang disebabkan oleh vaksinasi anak. Peneliti dari Inggris Andrew Wakefield, Bernard Rimland dari Amerika mengadakan penelitian mengenai hubungan antara vaksinasi terutama MMR (measles, mumps rubella) dan autisme. Penelitian lainnya membantah hasil penyelidikan tersebut tetapi beberapa orang tua anak penyandang autisme tidak puas dengan bantahan tersebut. Jeane Smith (USA) bersaksi didepan kongres Amerika : kelainan autis di negeri ini sudah menjadi epidemi - saya dan banyak orang tua anak penderita autisme percaya bahwa anak mereka yang terkena autisme disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi.

Banyak pula ahli melakukan penelitian dan menyatakan bahwa bibit autisme telah ada jauh hari sebelum bayi dilahirkan bahkan sebelum vaksinasi dilakukan.

Kelainan ini dikonfirmasikan dalam hasil pengamatan beberapa keluarga melalui gen autisme. Patricia Rodier, ahli embrio dari Amerika bahwa korelasi antara autisme dan cacat lahir yang disebabkan oleh thalidomide menyimpulkan bahwa kerusakan jaringan otak dapat terjadi paling awal 20 hari pada saat pembentukan janin. Peneliti lainnya, Minshew menemukan bahwa pada anak yang terkena autisme bagian otak yang mengendalikan pusat memory dan emosi menjadi lebih kecil dari pada anak normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gangguan perkembangan otak telah terjadi pada semester ketiga saat kehamilan atau pada saat kelahiran bayi.

Karin Nelson, ahli neorology Amerika mengadakan menyelidiki terhadap protein otak dari contoh darah bayi yang baru lahir. Empat sampel protein dari bayi normal mempunyai kadar protein yang kecil tetapi empat sampel berikutnya mempunyai kadar protein tinggi yang kemudian ditemukan bahwa bayi dengan kadar protein otak tinggi ini berkembang menjadi autisme dan keterbelakangan mental. Nelson menyimpulkan autisme terjadi sebelum kelahiran bayi.

Saat ini, para peneliti dan orang tua anak penyandang autisme boleh merasa lega mengingat perhatian dari negara besar di dunia mengenai kelainan autisme menjadi sangat serius. Sebelumnya, kelainan autisme hanya dianggap sebagai akibat dari perlakuan orang tua yang otoriter terhadap anaknya. Di samping itu, kemajuan teknologi memungkinkan untuk melakukan penelitian mengenai penyebab autisme secara genetik dan metabolik. Pada bulan Mei 2000 para peneliti di Amerika menemukan adanya tumpukan protein di dalam otak bayi yang baru lahir yang kemudian bayi tersebut berkembang menjadi anak autisme. Temuan ini mungkin dapat menjadi kunci dalam menemukan penyebab utama autisme sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahannya.

puterakembara.org


Artikel yang berhubungan:
Apa Itu Autisme?
Mitos Mengenai Autisme

Pentingnya Persiapan Kehamilan

Tahap awal kehidupan, sejak proses pembuahan hingga masa kanak-kanak, sangat memengaruhi kemungkinan seseorang terkena penyakit-penyakit kronis tak menular di masa dewasa. Itulah sebabnya, setiap pasangan harus mempersiapkan kehamilan dengan baik, guna menekan risiko bayi mengalami masalah di kehidupannya nanti.

Ahli kandungan dari FKUI-RSCM dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG, menegaskan, faktor risiko pada seorang bayi bahkan sudah dipengaruhi oleh latar belakang nutrisi kedua orang tuanya. "Kualitas sel telur dan sel sperma sangat dipengaruhi oleh nutrisi calon ibu dan ayah, terlebih ketika sudah menjadi janin, faktor nutrisi besar pengaruhnya," kata Noroyono dalam jumpa pers Early Life Nutrition Forum di Jakarta (16/5/2011).

Untuk itulah, persiapan kehamilan harus dilakukan sedini mungkin dengan pemeriksaan kesehatan calon ibu dan ayah. "Idealnya dilakukan sebelum menikah untuk kewaspadaan, sehingga diketahui apakah ada penyakit genetik seperti thalasemia, diabates atau penyakit infeksi seperti hepatitis dan HIV. Cek juga kecukupan besi dan kalsiumnya," papar dokter yang menjadi Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) ini.

Kemudian, ketika sudah memasuki masa kehamilan, calon ibu wajib melakukan pemeriksaan rutin dan mencukupi kebutuhan gizinya.

Pakar gizi dari FKUI dr. Saptawati Bardosono Sp.GK menyebutkan, pada awal kehamilan hingga janin berusia 20 minggu, ibu hamil membutuhkan protein dan zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral. Semua itu diperlukan untuk meningkatkan jumlah sel dan membangun tinggi badan potensial anak kelak.

"Pada 20 minggu pertama, kehamilan tubuh janin sedang membentuk sel-sel tulang, otak, otot, dan sebagainya. Kekurangan zat gizi mikro dan protein di usia ini juga bisa menyebabkan anak pendek," paparnya.

Kemudian pada 20 minggu terakhir kehamilan, ibu membutuhkan kalori untuk bertambah besarnya sel-sel dan membangun berat badan potensial. Kekurangan gizi di masa awal kehidupan ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.

"Setelah lahir sebenarnya bisa dioptimalkan gizinya untuk mengejar ketinggalan. Bila masa ini terlewat, di masa datang anak bisa mengalami penyakit kronik serta gangguan mental dan kecerdasan," katanya.

Female.kompas.com


Artikel yang berhubungan:
Siap Menjadi Orang Tua
Secara Psikologis & Mental
Mau Bayi Laki-laki
atau Perempuan?

 

ABORSI, BUKAN Jalan Keluar

KEHIDUPAN manusia dimulai saat setelah pembuahan terjadi. Jika dengan SADAR dan dengan SEGALA cara kita MENGAKHIRI hidup manusia tak berdosa, berarti kita melakukan suatu perbuatan TAK BERMORAL dan asosial. Tidak semestinya KITA membiarkan penghentian nyawa hidup siapapun... atau HIDUP kita sebagai MANUSIA menjadi TIDAK BERHARGA LAGI.
Solusi untuk Seorang Wanita
Jika Anda sedang memikirkan untuk melakukan aborsi, tenangkan pikiran Anda. Aborsi bukanlah suatu solusi sama sekali. Aborsi akan membuahkan masalah-masalah baru yang bahkan lebih besar lagi bagi Anda – di dunia dan di akhirat.

Ada beberapa pihak yang dapat diminta bantuannya dalam hal menangani masalah aborsi ini, yaitu:
  1. Hubungi keluarga dekat terlebih dahulu. Orang tua, kakak, om, tante atau saudara-saudara dekat lainnya. Minta bantuan mereka untuk mendampingi di saat-saat yang sukar ini.
  2. Tokoh atau panutan keagamaan.
  3. Orang-orang lain yang bersedia membantu secara pribadi. Jika keluarga tidak memungkinkan, hubungi orang-orang lain yang disebutkan di daftar di atas. Atau hubungi kami di Forum Diskusi

Solusi untuk Bayi
Apapun alasan Anda, aborsi bukanlah jalan keluar. Setiap bayi yang dilahirkan, selalu dipersiapkan Tuhan segala sesuatunya untuk dia. Jika saat ini Anda merasa tidak sanggup membiayai kehidupan dia, berdoalah agar Tuhan memberikan jalan keluar. Jika Anda benar-benar tidak menginginkan anak tersebut, carilah orang-orang dekat yang bersedia untuk menerimanya sebagai anak angkat. Jika tidak ada seorangpun yang menginginkan bayi tersebut, segera hubungi kami di Forum Diskusi. Kami akan mencarikan orang-orang yang bersedia untuk merawat anak tersebut.

Untuk Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di Forum Diskusi
Khususnya, adalah:
  1. Anda yang mempertimbangkan untuk melakukan aborsi
  2. Anda yang tahu akan rekan yang ingin melakukan aborsi
  3. Anda yang ingin membimbing seseorang yang akan melakukan aborsi
  4. Anda yang ingin mengadopsi anak dari wanita yang merencanakan melakukan aborsi
  5. Anda yang ingin membantu menyebarluaskan informasi dalam situs ini

Kami siap melayani dan berdoa bagi Anda maupun orang-orang lain yang sedang dalam masalah. Apapun latar belakang agama, sosial, ekonomi Anda – hubungi kami segera. Tuhan menciptakan kita semua sama. Tuhan mau kita saling membantu, mengasihi dan menasehati. Mari kita bersama-sama menjaga kelangsungan ciptaanNya yang paling mulia – manusia. www.aborsi.org


foto: pinterest.com

Siap Menjadi Orang Tua Secara Psikologis dan Mental

Tidak ada yang mengatakan secara detil, tantangan dan masalah yang Anda hadapi setelah punya anak. Tetapi yang mutlak dimiliki calon ayah dan ibu: kesiapan psikologis dan mental.

Ingin segera punya anak setelah menikah, tentu tak ada yang melarang. Tetapi tahukah Anda, punya anak bukan sesuatu yang mudah! Banyak pasangan suami-istri kaget, "syok" dan terpana ketika impian untuk hamil terwujud, tetapi jauh dari indahnya mimpi.

Kesiapan mental dan psikologis jadi modal utama calon ayah dan ibu yang ingin punya anak. Bahkan, jauh sebelum kehamilan terjadi, calon ayah dan ibu harus benar menyadari lebih dulu hakikat, konsekuensi dan makna kehadiran anak di dalam keluarga.

Tanggung jawab seumur hidup. Menjadi ayah dan ibu bukanlah urusan yang berkaitan dengan tradisi turun-temurun, urusan pribadi atau status sosial semata. Menjadi orang tua adalah sebuah "profesi". Ketika anak hadir, maka ada peran baru untuk Anda dan pasangan. Ada tanggung jawab baru. Anak adalah komitmen seumur hidup yang wajib Anda asuh, sayang, dan lindungi bersama pasangan. Pastilah Anda dan pasangan sempat "grogi" saat menyadari akan punya tanggung jawab baru. Tapi tak usah berkecil hati, apalagi kurang pede jadi ayah dan ibu. Ada banyak hal menyenangkan dan memuaskan dengan hadirnya anak dalam keluarga.

Pasti ada perubahan. Apa yang berubah jika anak akan hadir? Tentu saja calon ibu hamil, dan calon ayah pun bersiap menjadi ayah sungguhan! Perubahan sudah pasti terjadi akibat kehamilan ibu dan persiapan ayah menyiapkan semua fasilitas untuk menyambut bayi. Untuk calon ibu, siapkah Anda menghadapi perubahan bentuk tubuh yang 'luar biasa'? Tak jarang perubahan bentuk tubuh cenderung memengaruhi citra diri ibu. Tantangan lain, dalam kondisi hamil, calon ibu menjadi sangat peka, dan cenderung tidak percaya diri terhadap perubahan bentuk tubuh.

Buat calon ayah, bersiaplah hadapi perubahan sikap dan suasana hati ibu hamil. Sejak awal, bahaslah kemungkinan terjadinya hal ini agar masing-masing berusaha mencari cara tepat untuk mengatasi jika masalah semacam ini terjadi. Dukungan calon ayah sangat diperlukan terkait dengan perubahan bentuk tubuh calon ibu. Yakinkan calon ibu, berbagai perubahan itu hanya bersifat sementara dan demi kesehatan serta tumbuh-kembang janin.

Tantangan ketika anak hadir di tengah Anda dan pasangan tentu saja masih berderet. Tak perlu cemas dan khawatir Ayah dan Bunda! Selama Anda berdua selalu terbuka, saling mendukung dan siap secara psikologis-mental, semua masalah pasti akan dihadapi dan bisa diatasi bersama!

ayahbunda.co.id



Artikel lainnya:

Mau Bayi Laki-Laki atau Perempuan?

Perdebatan soal jenis kelamin bayi memang masih sering terjadi pada pasangan muda. Suami ingin anak laki-laki, sementara Anda berpikiran sebaliknya.

Anda tak perlu bingung, karena pasangan suami istri bisa merencanakan jenis kelamin bayi yang akan dikandung. Tetapi angka keberhasilannya tidak mencapai 100%, dan apapun hasilnya Anda harus menerimanya dengan ucapan syukur.

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan pasangan suami istri untuk mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan, seperti diet, waktu berhubungan seks, pencucian vagina dengan cairan asam atau basa, di luar medis bisa menggunakan kalender China yang ternyata angka keberhasilannya cukup tinggi.

Seperti diketahui, laki-laki dalam hal ini sel sperma ada yang memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sedangkan wanita punya dua kromosom seks yang sama, yaitu X dan X. Bila dalam berhubungan seks. Sperma X membuahi sel telur, maka terjadilah pertemuan kromosom X dan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan (XX). Sebaliknya bila sperma Y yang membuahi sel telur, maka kromosom Y akan bertemu kromosom X, sehingga akan mendapat bayi laki-laki (XY). Jadi intinya, anak laki-laki bisa diperoleh jika sperma Y lebih dulu membuahi sel telur. Sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan, maka sperma X yang harus lebih dulu.

Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang dan bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 8, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal: siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 – 11 = 20, dan 26 – 8 = 18, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 18 sampai hari ke 20.

Saat menentukan masa subur bisa juga dilihat dari lendir atau cairan yang dihasilkan oleh leher rahim atau serviks. Saat ovulasi atau masa subur, lendir serviks akan bertambah jumlahnya dengan warna yang jernih dan elastis. Saat ini wanita akan merasakan basah pada saluran kelaminya. Untuk memeriksa elastisitas cairan serviks bisa dilakukan dengan cara memasukan jari telunjuk ke vagina sampai menyentuh serviks, lalu setelah jari terisi cairan serviks itu dikeluarkan dari vagina, dengan bantuan ibu jari, cairan itu ditarik sedemikian rupa (pelan-pelan) sampai putus. Bila terputus kurang dari 10 cm maka si wanita bukan dalam masa subur, bila sampai kira kira 10 cm maka si wanita sedang dalam masa subur.

Untuk program bayi laki-laki, disarankan wanita harus banyak mengonsumsi makanan yang bersifat basa (sayur, buah, putih telur, dan susu), sementara pasangan pria banyak mengonsumsi makanan yang bersifat asam (daging, seafood).

”Saat berhubungan seks, sebaiknya dilakukan saat ovulasi (subur) atau beberapa saat menjelang ovulasi. Sperma kromosom Y bergerak lebih cepat dibanding sperma X. Bila sel telur sudah menunggu di saluran telur hampir dipastikan sperma kromosom Y yang akan sampai dulu dan bisa segera membuahi sel telur.

Untuk merencanakan bayi laki-laki bisa pula dengan melakukan posisi hubungan dan penetrasi yang benar. Karena sperma kromosom Y bergerak lebih cepat dan memiliki daya tahan kurang, penetrasi harus dalam sehingga jarak tempuh menjadi lebih pendek sesuai dengan sifat kromosom Y sebagai sprinter. Posisi sebaiknya posisi konvensional, muka bertemu muka dengan suami berada di atas tubuh wanita.

Sebelum berhubungan, usahakan vagina bersuasana basa, ada beberapa yang membilas dengan larutan soda, namun yang lebih penting jangan terlalu buru-burumelakukan penetrasi, lakukanlah foreplay yang cukup dalam suasana santai dan penetrasi dilakukan saat istri benar-benar sudah terangsang, sehingga vagina bersuasana basa.

Untuk program bayi perempuan bisa dilakukan dengan diet, yaitu wanita banyak makan makanan yang bersifat asam seperti daging, seafood, sementara pria mengonsumsi makanan yang bersifat basa, seperti sayuran, buah, dan susu.

Ada beberapa pasangan yang membilas vaginanya terlebih dahulu dengan cuka yang dilarutkan dengan air, namun yang lebih penting segera lakukan penetrasi sebelum istri terangsang sehingga vagina masih bersuasana asam.

Pasangan suami istri juga bisa berhubungan intim dua atau tiga hari sebelum ovulasi. Posisi bercinta sebaiknya istri berada di atas dan melakukan penetrasi yang jangan terlalu dalam.

Atau ada beberapa pasangan yang menggunakan perhitungan kalender China untuk kehamilan. Yang perlu diperhatikan adalah usia wanita dan bulan saat subur,” seperti di bawah ini.

Setiap pasangan boleh berusaha untuk mendapatkan bayi laki-laki atau bayi perempuan, namun keputusan ada di tangan Tuhan. Anak laki-laki atau anak perempuan, yang pasti Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita semua.

Prev home