Temukan bakat, potensi dan keunikan Anda dengan Unique Fingerprint Analysis.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat/talenta dan keunikan yang berbeda. Optimalkan setiap potensi yang ada, dengan stimulasi yang tepat.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat dan karakter yang berbeda.

Dapat dilakukan untuk anak balita hingga usia dewasa, dalam kondisi apapun, tidak memerlukan tanya jawab dan tes tertulis.

Cara mendidik yang efektif terhadap seorang anak, belum tentu menjadi efektif pada anak lain.

Penting bagi orang tua untuk memahami karakternya sendiri, sebelum memahami karakter anaknya.

Optimalkan kelemahan anak melalui keunggulannya.

Analisa ini bukan Ilmu Ramal, tetapi analisa ini dikembangkan berdasarkan ilmu Dermatoglyphics.

Setiap orang memiliki 8 kecerdasan dan masing-masing orang memiliki urutan yang berbeda.

Semua kecerdasan sederajat, artinya tidak ada kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting antara satu dengan yang lainnya.

Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ASI. Tampilkan semua postingan

ASI Eksklusif Tekan Kematian Balita Akibat Diare dan Pneumonia

Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia Angela Kearney mengatakan, pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif dapat menekan angka kematian balita yang disebabkan diare dan pneumonia.

“Pemberian ASI eksklusif dapat mencegah penyakit seperti diare dan pneumonia yang 40 persen menjadi penyebab kematian balita di Indonesia,” kata Kearney dalam memperingati 20 tahun Pekan ASI sedunia, Rabu.

Menurut dia, kebijakan nasional yang kuat untuk mendorong para ibu menyusui dan meningkatkan gizi keluarga, dapat mencegah kematian sekitar 20.000 anak balita di Indonesia setiap tahun.

Namun fenomena di lapangan, tingkat pemberian ASI eksklusif dalam enam bulan pertama seorang bayi, berangsur-angsur menurun di Indonesia dari 40 persen pada 2002 dan 32 persen pada 2007.

Berkaitan dengan hal tersebut, upaya pemerintah Indonesia meningkatkan angka ibu menyusui, termasuk peraturan kesehatan baru yang melarang promosi pengganti ASI dan telah diformalkannya hak perempuan untuk menyusui dinilai sebagai langkah maju dan progresif.

“Pemerintah Indonesia juga memainkan peran utama dalam inisiatif “Global Scaling Up Nutrition” atau peningkatan gizi global,” katanya.

Dalam hal ini, lanjut dia, pemerintah telah berfokus pada peningkatan alokasi keuangan, kebijakan yang lebih terkoordinasi dan memperkuat keahlian teknis untuk meningkatkan gizi anak bersama dengan mitra internasional di antaranya Uni Eropa dan Bank Dunia.

Menurut dia, peran serta semua pihak dalam menyosialisasikan dan mendorong setiap ibu yang telah melahirkan untuk menyusui secara eksklusif, sangatlah penting.

“Karena itu, semua profesional kesehatan, pekerja komunitas dan pemimpin harus mempromosikan, mendukung dan melindungi pemberian ASI eksklusif dan gizi yang baik dalam komunitas mereka,” katanya.
ABD


Artikel lainnya:
Kenali 7 Imunisasi Tambahan

Perlu Anda Ketahui:
Kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Pneumokokus adalah bayi di bawah dua tahun, yang tidak atau hanya sebentar mendapat ASI, tinggal di hunian padat, terpapar polusi atau asap rokok, sering mendapat antibiotik (sehingga bakteri menjadi resisten), kurang gizi, dan tidak diimunisasi.
Profesor Soetjiningsih, guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

CEGAH PNEUMONIA PADA BAYI

Meningkatkan ASI guna dapat memberikan ASI ekslusif pada bayi sangat bermanfaat untuk kesehatan bayi dan ibu. Terutama pada bayi, salah satunya adalah untuk mencegah Pneumonia. Pneumonia, menurut WHO, merupakan penyebab kematian tunggal pada anak, terbesar di seluruh dunia. Hingga saat ini, pneumonia membunuh hampir dua juta balita, atau sekitar 20% dari seluruh kematian balita di seluruh dunia dan menurut UNICEF Ada sekitar 155 juta kasus pneumonia anak setiap tahun di dunia.

Pneumonia adalah merupakan proses radang akut pada jaringan paru (alveoli) akibat infeksi kuman yang menyebabkan gangguan pernapasan. Penyakit ini berbahaya karena dapat menyebabkan kematian pada anak akibat paru-paru tidak dapat menjalankan fungsinya untuk mendapatkan oksigen bagi tubuh.

Pneumonia disebabkan oleh kuman, bisa berupa bakteri atau virus, yang mencapai paru-paru melalui beberapa rute. Pertama, kuman di udara kotor terhirup melalui hidung dan tenggorokan sampai ke paru dan terjadi infeksi. Kedua, menyebar melalui darah. Bayi baru lahir merupakan kelompok paling rawan yang rentan tertular pneumonia dari ibunya melalui jalan lahirnya saat proses persalinan.

Selain bayi, anak-anak dengan sistem imunitas yang rendah juga termasuk kelompok yang rawan terkena pneumonia. Gejala pneumonia seperti flu, yaitu batuk lebih dari dua hari,demam, dan napasnya tersengal-sengal.

Pneumonia dapat dicegah dengan beberapa cara, seperti:
  1. Meningkatkan ASI guna dapat Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama Hal tersebut merupakan langkah penting untuk memastikan bayi Anda mendapatkan gizi yang cukup serta membangun kekebalan alami terhadap bakteri maupun virus
  2. Memberikan vaksin yang disarankan oleh dokter dalam satu tahun pertama kelahiran
  3. Menjaga kebersihan lingkungan
  4. Membiasakan anak untuk hidup sehat seperti tidak jajan sembarangan dan mencuci tangan sebelum makan

Utamakan ASI esklusif untuk balita Anda.

(infoguna -Mew)



Artikel lainnya:

ASI Bantu Cetak Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas

Air Susu Ibu (ASI) telah terbukti mempunyai keunggulan yang tak dapat digantikan oleh susu manapun, karena ASI mengandung zat gizi yang selalu menyesuaikan dengan kebutuhan bayi setiap saat.

Bahkan ketika bayi sakit pun kandungan gizi ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi.

ASI adalah makanan yang terbaik di awal kehidupan seorang anak dan merupakan hak anak untuk kelangsungan hidup dan tumbuh kembang secara optimal.

Pemberian ASI memiliki banyak manfaat bukan hanya bagi bayi tapi juga bagi ibu khususnya yang berkaitan dengan pemulihan kesehatan, diantaranya mencegah pendarahan setelah melahirkan sehingga mengurangi kemungkinan anemia, menjarangkan/menunda kehamilan, serta mengurangi risiko terkena kanker rahim dan kanker payudara.

Pemberian ASI juga dapat mempererat jalinan kasih sayang antara ibu dan bayi serta menimbulkan rasa aman dan kedekatan emosional yang kuat yang akan berdampak positif terhadap perkembangan psikologis dan mental anak kelak serta dapat membentuk perkembangan intelegensia, rohani dan perkembangan emosional yang baik.

Dalam dekapan ibu, bayi akan merasakan kehangatan dan perlindungan, begitu pula sebaliknya ibu menyusui akan merasakan puas dan bahagia karena dapat memberikan yang terbaik bagi buah hatinya, dan sesungguhnya apabila dihayati bahwa dalam menyusui akan menumbuhkan kebahagiaan yang terwujud dalam bentuk kasih sayang murni.

Sentuhan kulit, detak jantung ibu yang telah lama dikenal bayi, akan meningkatkan cinta dan kasih sayang di antara mereka.

Kemesraan, berpadunya unsur fisik dan psikis antara ibu dan bayi akan semakin memperkuat ikatan.

Agar pemberian ASI seorang ibu dapat berjalan dengan lancar, maka diperlukan dukungan dan kerjasama yang baik dari Bapak/Suami dengan antara lain menjaga suasana batin dan harmonisasi keluarga yang akan berdampak pada produksi ASI.

Perhatian dan komitmen Bapak/Suami untuk mendukung isteri memberikan ASI pada bayinya merupakan bentuk kesetaraan gender di dalam pengasuhan dan tumbuh kembang anak. Seorang anak yang mendapatkan kasih sayang dan perhatian dari kedua orangtuanya akan tumbuh menjadi anak yang berpikiran positif, penuh percaya diri dan mandiri.

sehatnews.com

Artikel yang berhubungan:
Manfaat Asi Untuk Bayi dan Ibu
Tips Memperbanyak Asi
Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan
Tips Memilih Nama Bayi

Perlu Anda Ketahui:
Kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Pneumokokus adalah bayi di bawah dua tahun, yang tidak atau hanya sebentar mendapat ASI, tinggal di hunian padat, terpapar polusi atau asap rokok, sering mendapat antibiotik (sehingga bakteri menjadi resisten), kurang gizi, dan tidak diimunisasi.
Profesor Soetjiningsih, guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Manfaat ASI untuk Bayi & Ibu

UNTUK bayi, tak ada asupan yang paling baik selain ASI. Dalam ASI itulah segala kebutuhan si mungil akan terpenuhi. Kandungan ASI memegang peran utama dalam perekembangan otak karena gula dan lemak yang dikandungnya.

Nah, di samping itu ada unsur-unsur lainnya seperti kalsium yang berperan besar terhadap perkembangan tulang-tulang bayi. So, tingkatkanlah kualitas ASI Moms dengan cara makan cukup dan seimbang komposisinya. Jika diperlukan, dengan arahan dokter Anda bisa mengonsumsi vitamin tambahan – mengandung ekstrak daun katuk.

MANFAAT BAGI BAYI
ASI meskipun disebut sebagai susu, namun sebagian besar tersusun atas air. Ini merupakan ciri terpenting dari ASI, sebab selain makanan bayi juga membutuhkan cairan. Lantas, mengapa ASI sangat baik bagi bayi?

Aspek gizi
Dalam ASI terdapat kolostrum yang mengandung zat kekebalan untuk melindungi bayi dari berbagai penyakit infeksi, utamanya diare. Kolostrum juga mengandung vitamin A yang tinggi, karbohidrat, lemak rendah sehingga sesuai dengan kebutuhan gizi bayi pada hari-hari pertama kelahiran. Dengan kolostrum juga akan membantu mengeluarkan mekonium – kotoran bayi yang pertama (berwarna hitam kehijauan.

ASI mudah dicerna dan mengandung zat gizi berkualitas tinggi yang berguna untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak. Selain mengandung protein yang tinggi, ASI memiliki perbandingan antara Whei dan Casein yang sesuai untuk bayi. Rasio Whei dengan Casein merupakan salah satu keunggulan ASI dibandingkan dengan susu sapi. ASI mengandung whey lebih banyak yaitu 65:35. Komposisi ini menyebabkan protein ASI lebih mudah diserap. Sedangkan pada susu sapi mempunyai perbandingan Whey: Casein adalah 20 : 80, sehingga tidak mudah diserap.

Dalam susu formula banyak diunggulkan AA dan DHA - asam lemak tak jenuh rantai panjang (polyunsaturated fatty acids) yang diperlukan untuk pembentukan sel-sel otak yang optimal - bagi pertumbuhan bayi. Padahal, Moms tak perlu repot-repot mencarinya dari sufor – yang paling mahal sekali pun. Disamping itu DHA dan AA dalam tubuh dapat dibentuk/disintesa dari substansi pembentuknya (precursor) yaitu masing-masing dari Omega 3 (asam linolenat) dan Omega 6 (asam linoleat).

Dalam ASI, AA dan DHA bisa didapatkan si kecil secara gratis! Begitu pun dengan Taurin - sejenis asam amino kedua yang terbanyak dalam ASI yang berfungsi sebagai neuro-transmitter dan berperan penting untuk proses maturasi sel otak.

Aspek imunologi
ASI mengandung zat antiinfeksi yang bersih dan bebas kontaminasi. Zat imun itu ada padaimmunoglobulin, sekretori, dan laktoferin.

Zat immunoglobulin yang terdapat dalam kolostrum berfungsi mencegah terjangkitnya penyakit pada bayi. Lalu, zatsekretori yang dapat melumpuhkan bakteri patogen e-coli serta berbagai virus pada saluran pencernaan. Sementara laktoferin, sejenis protein, merupakan komponen zat kekebalan yang berfungsi mengikat zat besi di saluran pencernaan.

Aspek kecerdasan
Kandungan gizi ASI sangat baik untuk perkembangan sistem saraf otak yang dapat meningkatkan kecerdasan bayi. Bahkan sebuah penelitian menunjukkan bayi yang diberi ASI, IQ-nya 4,3 point lebih tinggi pada usia 18 bulan, 4-6 point lebih tinggi pada usia 3 tahun, dan 8,3 point lebih tinggi pada usia 8,5 tahun, dibandingkan dengan bayi yang tidak diberi ASI.

Aspek neurologis
Dengan mengisap payudara, koordinasi saraf menelan, mengisap dan bernapas pada bayi baru lahir dapat lebih sempurna.


MANFAAT BAGI IBU
Selain bagi bayi, pemberian ASI minimal 6 bulan pun memberi manfaat bagi sang ibu, seperti:

Aspek psikologis
Rasa percaya diri ibu untuk menyusui si kecil. Menyusui dipengaruhi oleh emosi ibu dan kasih sayang terhadap bayi akan meningkatkan produksi hormon utamanya oksitosin yang pada akhirnya akan meningkatkan produksi ASI.

Interaksi ibu dan bayi dimana pertumbuhan dan perkembangan psikologi bayi bergantung pada kesatuan ibu-bayi tersebut.

Ikatan kasih sayang ibu-bayi terjadi karena berbagai rangsangan seperti sentuhan kulit (skin to skin contact). Bayi akan merasa aman dan puas karena bayi merasakan kehangatan tubuh ibu dan mendengar denyut jantung ibu yang sudah dikenal sejak bayi masih dalam rahim.

Bisa menunda kehamilan
Dengan menyusui secara eksklusif dapat menunda haid dan kehamilan, sehingga dapat digunakan sebagai alat kontrasepsi alamiah yang secara umum dikenal sebagai Metoda Amenorea Laktasi (MAL).

(Moms & Kiddie)


Artikel Lainnya:
Tips Memperbanyak ASI
Tips Memilih Nama Bayi
ASI Bantu Cetak Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas
Bahaya Penyakit Pneumonia
Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan

Perlu Anda Ketahui:
Kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Pneumokokus adalah bayi di bawah dua tahun, yang tidak atau hanya sebentar mendapat ASI, tinggal di hunian padat, terpapar polusi atau asap rokok, sering mendapat antibiotik (sehingga bakteri menjadi resisten), kurang gizi, dan tidak diimunisasi.
Profesor Soetjiningsih, guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

BAB Bayi ASI Eksklusif

ASI saya cukup gak ya? Kekhawatiran seperti ini seringkali dialami oleh para ibu menyusui. Apalagi jika sang bayi sering menangis, mudah terbangun, atau suka menghisap/mengenyot tangannya.

Sebenarnya adakah tanda-tanda yang dapat menunjukkan bahwa bayi mendapatkan cukup ASI (Air Susu Ibu)? Dalam jangka panjang indikasi atau tanda kecukupan yang paling utama adalah peningkatan berat badan. Ada juga tiga tanda sederhana yang dapat diperhatikan ibu, yakni dengan mengamati cara bayi menyusu, buang air kecil (BAK), dan buang air besar (BAB). Tulisan ini membahas BAB bayi yang hanya mendapat ASI atau yang lebih dikenal dengan istilah ASI eksklusif (ASIX).

Tiga Hari Pertama
Beberapa hari pertama setelah kelahirannya bayi mengeluarkan mekonium, yakni bahan lengket berwarna hijau pekat mendekati hitam yang terkumpul di dalam usus bayi selama berada di kandungan. Pada hari ketiga, bayi yang mendapatkan lebih banyak ASI akan buang air besar lebih mudah. Biasanya bayi sudah mengeluarkan seluruh mekonium dan bentuk tinja bayi berubah di hari keempat.

Bulan Pertama
Tinja bayi yang wajar berwarna kuning, sedikit berbau, memiliki bentuk lunak agak cair dan berbij-biji. Bentuk tinja juga dapat sedikit berbeda, misalnya berwarna lebih hijau atau kuning pekat, berlendir atau berbuih. Perbedaan warna ini tidak menunjukkan masalah apapun. Bayi ASIX yang semakin mudah buang air besar di hari ketiga kehidupannya berarti dalam keadaan yang baik.

Bayi yang sehat dan mendapat cukup asupan ASI akan buang air kecil lebih dari enam kali dalam sehari. Walaupun begitu, segera periksakan bayi kepada tenaga atau fasilitas kesehatan jika ia mengalami salah satu dari tanda-tanda di bawah.
1. Bayi masih mengeluarkan mekonium pada usia 4 atau 5 hari
2. Bayi usia 5-21 hari tidak buang air besar dalam 24 jam
3. Tinja bayi berwarna coklat, jarang buang air besar, atau tinja sedikit

Selain mengamati asupan bayi, memantau frekuensi buang air besar dan jumlah tinja merupakan cara untuk menilai bilamana bayi mendapatkan cukup ASI. Jumlah tinja bayi seharusnya meningkat setidaknya pada hari kelima dengan frekuensi buang air besar 2-3 kali setiap hari. Bahkan beberapa bayi buang air besar setiap selesai menyusu dan ini bukan berarti bayi menderita diare.

Diare adalah kondisi perubahan frekuensi buang air besar secara mendadak dengan jumlah tinja lebih banyak dan dalam bentuk yang sangat cair. Terus berikan ASI dan perbanyak asupannya untuk mencegah dehidrasi atau kekurangan cairan pada bayi. Perhatikan tanda-tanda dehidrasi berikut ini:
• Mata kering, bayi menangis tanpa mengeluarkan air mata atau hanya sedikit;
• Kulit, mulut dan bibir lebih kering;
• Air seni berwarna gelap, keluar sedikit atau tidak keluar sama sekali;
• Mata tampak cekung atau terbenam;
• Sangat lemas dan kesadaran menurun;
• Selalu merasa haus atau malah menolak minum;
• Ubun-ubun terlihat cekung;
• Ketika kulit dicubit dengan dua jari kulit sulit kembali ke bentuk asal.

Segera hubungi tenaga atau fasilitas kesehatan bila menemukan tanda dehidrasi, diare yang disertai dengan darah, kejang, nafas cepat dan dangkal, muntah terus-menerus, panas tinggi di atas 38,5°C yang tidak berkurang dalam 2 hari, diare berlangsung lebih dari 14 hari, atau bayi tampak kesakitan atau kolik. Bayi yang kesakitan akan menangis kuat sambil menekuk kaki, gelisah serta berkeringat.


Usia 2-6 Bulan
Frekuensi buang air besar setiap bayi berbeda-beda. Secara umum frekuensi buang air besar bayi akan semakin berkurang seiring pertambahan usianya karena usus telah berkembang lebih sempurna dan dapat menyerap ASI lebih baik. Memasuki bulan kedua, beberapa bayi ASIX mendadak mengubah frekuensi buang air besar mereka dari sering menjadi sekali dalam tiga hari. Bahkan ada bayi yang tidak buang air besar selama 20 hari atau lebih. Selama bayi sehat dan bentuk tinja wajar maka hal tidak menjadi masalah. Memang bayi ASIX lebih jarang mengalami sembelit atau konstipasi karena nutrisi ASI mudah dicerna dan diserap oleh tubuh serta mengandung zat laksatif yang dapat mengencerkan tinja.

Setelah Bulan Keenam
Setelah bayi mendapat Makanan Pendamping ASI (MPASI) biasanya frekuensi buang air besar, bentuk dan jumlah tinja akan berubah tergantung dari asupan makanannya. Jika tinja bayi keras hingga saat buang air besar ia mengalami kesulitan, rasa nyeri, atau bahkan luka anus yang berdarah, hal ini dinamakan sembelit. Tambahkan cairan, buah, dan serat ke dalam makanannya. Sembelit yang disebabkan oleh diet makan yang tidak seimbang akan hilang dengan sendirinya. Segera hubungi tenaga kesehatan apabila sembelit disertai dengan sakit perut hebat atau muntah.

Sumber: "Is My Baby Getting Enough Milk?", Q&A Smart Parents for Healthy Children, Buku Pintar Merawat Bayi 0-24 Bulan


Artikel lainnya:
Manfaat Asi Untuk Bayi dan Ibu
ASI Bantu Cetak Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas


Perlu Anda Ketahui:
Kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Pneumokokus adalah bayi di bawah dua tahun, yang tidak atau hanya sebentar mendapat ASI, tinggal di hunian padat, terpapar polusi atau asap rokok, sering mendapat antibiotik (sehingga bakteri menjadi resisten), kurang gizi, dan tidak diimunisasi.
Profesor Soetjiningsih, guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Kebersamaan Antara Anak & Orangtua

Sebagian dari orang tua tidak sadar atau lalai bahwa kebersamaan anak dengan orang tuanya merupakan hal yang prinsip dan tidak boleh diabaikan. Sehingga sering kita temui orang tua, khususnya ayah yang merasa bahwa tugasnya adalah hanya mencari nafkah sehingga anak hanya melulu urusan ibunya, tidak begitu memperdulikan kondisi anaknya.

Hanya saja dalam perkembangan zaman, ibu pun mulai bergeser pula. Tatkala dia sudah mulai sibuk meniti karir dia melalaikan tugas pokoknya untuk mendidik anaknya. Selayaknya kita sebagai orang tua menyempatkan untuk bersama anak-anak kita.

Berikut ini adalah beberapa fakta atau hal yang semoga dapat menjadikan kita sebagai orang tua menyadari pentingnya kebersamaan dengan anak.

1. Menangis
Menangis adalah satu cara yang digunakan oleh bayi untuk berkomunikasi dengan yang orang lain. Bayi akan menangis ketika lapar, haus, BAK dan BAB ataupun merasa sakit. Sering juga bayi menangis karena ingin dekat dengan ibunya, tatkala ibunya sudah mendekat diapun terdiam. Ini adalah cara bayi untuk merasa nyaman bersama ibunya.
2. Menyusui bayi secara langsung
Bagaimanapun kesibukan seorang ibu, hendaknya dia tidak melupakan dan melalaikan untuk menyusui anaknya secara langsung, bukan melalui botol. Karena juga telah disingkap keistimewaan-keistimewaan menyusui secara langsung dibanding dengan botol secara kesehatan di pihak ibu maupun anak melalui penelitian-penelitian ilmiah. Adapun secara psikologis anak, menyusui secara langsung akan membuahkan keterkaitan antara ibu dan anak. Anak akan merasa nyaman dan bahagia ketika dia bisa memandang wajah ibunya dan menyusu dari tubuhnya terutama di bulan-bulan awal.
3. Menggendong anak
Perlakuan inipun akan menjadikan antara orang tua, khususnya ibu terikat dengan anaknya secara batin. Karena anak akan merasa lebih dekat dengan tubuh orangtuanya. Berbeda apabila anak diletakkan dalam kereta dorong, meskipun dia masih bisa memandang wajah orang tuanya.
4. Bermain bersama anak
Seseorang mengatakan bahwa ketika dia masih kecil dia teringat akan neneknya yang sedang mendendangkan (jawa: ngudang) untuk saudaranya yang masih berusia dua minggu. Dia berkata kepada dirinya sendiri, “Apa yang dilakukan oleh nenek? Mengapa dia melakukan hal itu bersama anak yang belum bisa mendengar dan berpikir?” Akhirnya dia mengerti bahwa neneknya benar. Karena riset kini membuktikan bahwa anak-anak sudah bisa mendengar dan melihat sejak hari pertama! Bayi akan merasa senang melihat wajah orang apalagi sedang menyuarakan sesuatu yang indah. Itulah sebabnya kita mengetahui, anak dapat mencium aroma ibunya tatkala berada di dekatnya.

Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Anak

Anak yang cerdas merupakan dambaan setiap ibu, termasuk Anda tentunya. Tahukah Anda, setidaknya ada faktor penting yang mempengaruhi kecerdasan seorang anak, yakni faktor genetik (keturunan), nutrisi, dan stimulasi lingkungan. Ketiga faktor tadi sangat berpengaruh dan saling mendukung terhadap pencapaian potensi anak yang optimal.

Faktor genetik memang tidak dapat diubah. Namun jangan lupakan faktor nutrisi dan stimulasi. Orang tua yang cerdas akan memperhatikan kebutuhan anaknya akan nutrisi dan stimulasi sejak dini. Sehingga bukan tidak mungkin anak Anda nantinya tumbuh menjadi anak yang cerdas.

Nutrisi Terbaik
Pada saat dilahirkan, setiap bayi memiliki sekitar 100 milyar sel otak, namun belum semua sel-sel otak bayi saling terhubung dengan sempurna. Otak mengalami masa konstruksi sejak janin hingga dekade pertama masa kanak-kanak. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan hubungan antar sel tersebut adalah melalui pemberian nutrisi. Selama masa konstruksi ini, lebih banyak sel-sel syaraf yang terbentuk dan dipakai. Kekuatan dan jumlah hubungan baru antar sel-sel syaraf tersebut menjadi dasar untuk memori pada seorang anak sampai masa dewasa.

Pada tahap awal kehidupan seorang anak, nutrisi yang baik sangatlah penting. Banyak zat gizi yang diperlukan untuk perkembangan otak yang sehat, antara lain protein dan asam amino, AA-DHA, GA (gangliosida), kolina, dan zat gizi mikro lainnya.

Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan otak adalah gangliosida. Gangliosida diperlukan untuk pembentukan memori dan fungsi umum otak besar, pertumbuhan dan pembentukan sel syaraf serta sebagai modulator, yang melakukan transmisi informasi dan menyimpan data.

Gangliosida secara alami banyak terdapat pada ASI terutama saat 6 minggu pertama menyusui. Oleh karena itu, dianjurkan kepada seorang ibu untuk memberikan ASI bagi buah hatinya. Gangliosida juga dapat diperolah dari nutrisi yang mengandung gangliosida seperti susu. Ibu yang bijak diharapkan memberikan makanan tambahan yang mengandung gangliosida seperti susu bagi anaknya.

Stimulasi juga Penting
Hal penting yang perlu Anda ingat, nutrisi saja tidaklah cukup tanpa diimbangi dengan stimulasi sejak dini. Stimulasi dini memainkan peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang motorik bayi dan balita. Orangtua diharapkan dapat menstimulasi anak dengan bermain dan berinteraksi dengan lingkungannya, berolahraga dan beraktifitas kreatif lainya agar stimulasi untuk perkembangan otak anak semakin lengkap.

Tips Memperbanyak ASI

Menyusui merupakan cara paling mudah bagi Bunda dalam memberikan perlindungan yang optimal kepada sang buah hati, karena ASI mengandung komposisi nutrisi yang lengkap untuk memenuhi kebutuhan bayi. Hal ini juga bisa membantu mempererat ikatan batin antara Bunda dengan si kecil. Sayangnya, tidak semua ibu bisa memberikan ASI yang cukup bagi bayinya. Karena itu, tidak sedikit dari Bunda yang masih sering bertanya-tanya tentang cara memperbanyak ASI bagi si kecil. Terutama bagi Bunda yang baru pertama kali menyusui bayinya.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan Bunda untuk memperbanyak ASI, dan sudah teruji kebenarannya, yaitu:
  • Menyusui bayi segera setelah melahirkan (Inisiasi Menyusui Dini/IMD)
  • Meningkatkan frekuensi menyusui, yaitu setiap dua jam sekali atau setiap bayi merasa lapar dan haus
  • Mengonsumsi banyak cairan
  • Mengasup cukup kalori
  • Istirahat yang cukup
Inisiasi menyusui dini, selain bisa membantu memperbanyak ASI, namun juga memberikan hak kepada bayi untuk bisa menikmati kolostrum dari ASI. Kolostrum adalah ASI yang keluar pertama kali dari payudara Bunda dan berwarna kekuningan. Kandungan nutrisi dalam kolostrum ini bersifat sempurna sebagai pelindung dan peningkat daya tahan tubuh atau imunitas bayi.

Meningkatkan frekuensi menyusui, merupakan salah satu cara memperbanyak ASI, yang kurang dipahami oleh para ibu. Banyaknya produksi ASI bergantung pada banyaknya permintaan ASI dari si kecil. Cobalah untuk menyusui bayi lebih sering, dan buktikan bagaimana produksi ASI akan meningkat. Dengan kata lain, menyusui bayi dapat merangsang tubuh memproduksi ASI sebanyak yang dibutuhkan.
Dari sudut pandang gizi, cara memperbanyak ASI adalah dengan minum cukup cairan. Jenis cairan yang diminum boleh dari susu, air, bahkan jus buah. Dianjurkan ibu menyusui minum cairan sebanyak 2-3 liter per hari. Menurut Dr. Budi Iman Santoso, SpOG(K), Kepala Departemen Obstetri dan Ginekologi FKUI-RSCM, ibu menyusui membutuhkan asupan cairan tambahan untuk mencegah resiko terjadinya kekurangan cairan atau dehidrasi. Setidaknya, sebanyak 3,1 liter cairan harus diasup ibu menyusui setiap harinya. Saran umumnya, minum segelas air setiap makan, dan setiap kali menyusui.

Asupan kalori lebih banyak dibutuhkan Bunda untuk dapat memproduksi ASI dengan optimal bagi si Kecil. Atur tambahan makanan sehingga ada kalori ekstra sebesar 500 kalori. Disarankan Bunda tidak melakukan diet penurunan berat badan, karena akan mempengaruhi produksi ASI. Asupan nutrisi yang cukup juga merupakan cara memperbanyak ASI yang sehat untuk si kecil.

Selain asupan nutrisi yang cukup, istirahat yang cukup juga dapat menghindarkan Bunda dari kemungkinan stres, yang bisa membuat produksi ASI berkurang. Bahkan, tindakan ini merupakan cara ampuh memperbanyak ASI. Jika sulit beristirahat karena sibuk mengurus si kecil, mintalah bantuan suami, anggota keluarga, atau pengasuh untuk menggantikan tugas pengasuhan sementara Bunda beristirahat.

Jadi, tidak sulit, kan, cara untuk memperbanyak ASI? Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak memberikan ASI pada si kecil agar optimal pertumbuhan fisiknya, sempurna perkembangan kecerdasannya, dan baik perkembangan psikologisnya. Karena dengan menyusui, berarti Bunda sudah membantu si kecil meraih masa depannya yang lebih cemerlang.
ibudanbalita.com



Baca lainnya:
Tips Memilih Nama Bayi
Manfaat ASI untuk Bayi dan Ibu
ASI Bantu Cetak Generasi Penerus Bangsa yang Cerdas
Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan

Perlu Anda Ketahui:
Kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Pneumokokus adalah bayi di bawah dua tahun, yang tidak atau hanya sebentar mendapat ASI, tinggal di hunian padat, terpapar polusi atau asap rokok, sering mendapat antibiotik (sehingga bakteri menjadi resisten), kurang gizi, dan tidak diimunisasi.
Profesor Soetjiningsih, guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Prev home