Analisa sidik jari merupakan salah satu metode, untuk melihat bakat dan sifat genotif seseorang, yang analisanya didasarkan pada aspek genetik (alami/bawaan), berbeda dengan tes IQ yang analisanya didasarkan pada aspek hasil stimulasi dan lingkungan), sampai dengan saat dilakukannya tes IQ tersebut.

Metode analisa sidik jari, dapat dilakukan untuk anak balita hingga usia dewasa, dalam kondisi apapun dan tidak membuat cemas pesertanya, karena metode ini tidak memerlukan tanya jawab dan tes tertulis.

Analisa sidik jari bukan ilmu ramal (palmistry) untuk melihat masa depan, namun justru melihat setiap talenta yang telah Tuhan percayakan sejak lahir. Analisa ini dikembangkan berdasarkan ilmu Dermatoglyphics (“derma” artinya “kulit” dan “glyphs” artinya “ukiran”). Para peneliti telah menemukan korelasi antara sidik jari dengan struktur otak (triune brain), belahan otak (brain hemisphere), serta fungsi otak (cerebral lobes).

.......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
"Keberhasilan adalah kemampuan untuk melewati dan mengatasi dari satu kegagalan ke kegagalan berikutnya tanpa kehilangan semangat."
~ Winston Chuchill
........................................................................................................................................................................................

KELEBIHAN dan KELEMAHAN

KELEBIHAN analisa sidik jari, yakni:
  • Memiliki tingkat akurasi lebih tinggi untuk mengukur beberapa kecerdasan yang bersifat genetik, karena analisa sidik jari mengukur berdasarkan metode penilaian secara genetik (nature), dari setiap pola dan alur sidik jari seseorang. Berbeda dengan test IQ yang mengukur kecerdasan intelegensi pesertanya berdasarkan hasil stimulasi (nurture) yang telah dilaluinya sampai dengan saat tes dilakukan.
  • Bersifat permanen, analisa ini hanya perlu dilakukan satu kali seumur hidup, karena pola sidik jari dan titik ATD pada telapak tangan seseorang tidak akan pernah berubah.
  • Prosesnya simple, praktis, efisien dan aplikatif. Dapat dilakukan untuk segala usia, segala kondisi, dan waktu yang relatif singkat. Analisa sidik jari tidak memerlukan tes tertulis atau tanya jawab yang seringkali membuat cemas pesertanya.
KEKURANGAN analisa sidik jari, yakni:
  • Tidak bisa mengukur kondisi faktual kemampuan seseorang yang berubah-rubah, karena selain genetik, kecerdasan seseorang sangat dipengaruhi oleh stimulasi dan lingkungannya.
  • Tidak bisa digunakan sebagai alat pembanding kecerdasan seseorang dengan orang lain. Karena setiap manusia memiliki keunikan dan kecerdasan yang berbeda, dengan tingkat optimalisasi yang berbeda pula. Bila tujuannya adalah menyeleksi dalam rangka mencari yang terbaik, maka analisa ini kurang dapat diaplikasikan.
  • Kami tidak bisa mendeteksi peserta dengan keadaan tertentu seperti, kondisi jari yang kurang lengkap dan pola sidik jari yang rusak, walaupun hal ini jarang sekali terjadi.

    METODE & MENGENAI ANALISA SIDIK JARI
    INFORMASI PRODUK & HARGA
    PROSEDUR