Temukan bakat, potensi dan keunikan Anda dengan Unique Fingerprint Analysis.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat/talenta dan keunikan yang berbeda. Optimalkan setiap potensi yang ada, dengan stimulasi yang tepat.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat dan karakter yang berbeda.

Dapat dilakukan untuk anak balita hingga usia dewasa, dalam kondisi apapun, tidak memerlukan tanya jawab dan tes tertulis.

Cara mendidik yang efektif terhadap seorang anak, belum tentu menjadi efektif pada anak lain.

Penting bagi orang tua untuk memahami karakternya sendiri, sebelum memahami karakter anaknya.

Optimalkan kelemahan anak melalui keunggulannya.

Analisa ini bukan Ilmu Ramal, tetapi analisa ini dikembangkan berdasarkan ilmu Dermatoglyphics.

Setiap orang memiliki 8 kecerdasan dan masing-masing orang memiliki urutan yang berbeda.

Semua kecerdasan sederajat, artinya tidak ada kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting antara satu dengan yang lainnya.

Si Kecil Sering Corat-coret di Dinding?

Cermati Penyebab dan Sisi Positifnya

Anak-anak umumnya suka menggambar, dan salah satu bidang yang tak pernah luput dari sasaran crayon atau pensil warna mereka adalah dinding rumah. Tak terbilang berapa banyak kertas atau buku gambar yang sudah Anda siapkan untuk anak, namun kelihatannya mereka lebih suka mencoret-coret tembok.

Ketimbang membuat coretan-coretan di buku gambar, anak-anak umur 2-4 tahun tampaknya memang lebih suka membuat karya "masterpiece" di dinding rumah.

"Anak-anak lebih asyik saat menggambar di dinding. Kenapa? Karena saat menggambar di dinding, mereka (merasa) ikut terlibat di dalam kisah yang mereka gambarkan.

Melalui bidang yang lebih luas, mereka lebih bebas menggambar dan masuk ke dalamnya," papar psikolog Tubagus Amin Fa, SPsi, CTL, CH, CHt, Cl, saat bincang santai dengan media di Kidzania, Pacific Place.

Rasa terlibat dalam dunia di dalam gambar itu tidak akan didapat ketika anak menggambar di bidang kertas, demikian menurut psikolog dari Aminfainstitute - Lembaga Riset dan Konsultan Edukasi Berbasis Brain Based and Holistic Learning (Pendidikan Ramah Otak) ini.

Beberapa penelitian menunjukkan alasan lain mengapa anak suka sekali mencoret-coret dinding. Anak-anak yang lebih kecil menjelajahi dinding karena suka mewarnai bidang apa saja.

Hal ini berbeda dengan anak-anak usia 3-4 tahun, di mana perkembangan fisik membuatnya lebih mudah menggambar dengan merentangkan tangan di depannya ketimbang di bawahnya, demikian menurut Becky Bailey, PhD, penulis buku There's Gotta Be a Better Way.

Merasa Lebih Nyaman
Menggambar di dinding memberi posisi yang lebih nyaman, karena memungkinkan kontrol tangan dan mata yang lebih baik. Dengan cara ini, menggambar menjadi jauh lebih menyenangkan bagi si kecil.

Menggambar di meja akan mulai menyenangkan ketika anak baru lepas dari taman kanak-kanak.

Nah, sebelum anak menyelesaikan TK-nya, Anda mungkin memang harus merelakan dinding rumah menjadi ekspresi kebebasan anak. Tentu, Anda bisa mengurangi coretan pada dinding ruang tamu atau ruangan lain dengan berbagai macam cara:
* Anda bisa menyiapkan dinding kamar anak sendiri sebagai tempat untuk menggambar sepuasnya.
* Lapisi dinding dengan kertas yang lebar sebagai media untuk menggambar, sehingga tinggal diganti ketika bidang kertas sudah penuh.
* Siapkan penyangga untuk menaruh kertas-kertas gambarnya (seperti yang digunakan untuk presentasi).
* Atau, biarkan ia menggambar sambil berbaring di lantai, jika ia merasa kurang nyaman jika menggambar di meja.

(Felicitas Hermandini)



Artikel lainnya:

Personality

Tiap saat kita bisa dihadapkan dengan bermacam-macam situasi. Terutama saat kita berhubungan dengan orang lain. Kadang kita sering dibuat bingung oleh sifat seseorang, ada orang yang berbicara spontan tanpa memikirkan akibatnya terhadap orang lain dan sering memonopoli suatu percakapan. Tapi sebaliknya ada seseorang yang sangat berhati-hati dalam berkata, setiap kata yang diucapkan selalu dipikirkan terlebih dahulu dan lebih banyak diam dalam suatu percakapan. Ada pula orang yang tidak mau kalah dalam berpendapat, sebaliknya ada orang yang memilih untuk mengikuti kemauan orang lain daripada menimbulkan masalah.

Ternyata watak dan kepribadian seseoranglah yang lebih banyak berperan besar dalam menentukan hal tersebut. Florence Littauer dalam bukunya Personality Plus, meneyebutkan bahwa pengelompokan kepribadian atau watak manusia pertama kali ditetapkan oleh Hippocrates 2400 tahun yang lalu. Kita akan bersenang-senang dengan orang Sanguinis yang Populer, yang mengeluarkan antusiame. Kita akan serius dengan orang Melankolis yang Sempurna, yang berusaha mengejar kesempurnaan dalam segala hal. Kita akan maju ke depan bersama orang Koleris yang Kuat, yang dilahirkan dengan bakat pemimpin. Dan kita akan rileks dengan orang Phlegmatis yang Damai, yang bahagia dengan siapa diri kita. Dengan mengetahui kepribadian dan watak diri sendiri maka kita dapat memaksimumkan kemampuan dan meminimumkan kelemahan yang ada. Selain itu, mengetahui watak dan kepribadian orang lain akan membuat kita semakin memahami orang tersebut.

Florence Littauer penulis Personality Plus, menguraikan watak dan kepribadian manusia menjadi empat kelompok, yaitu Sanguinis Populer, Melankolis Sempurna, Koleris Kuat, dan Phlegmatis Damai.

Sanguinis yang populer cenderung ekstrovert dan spontan. Ia akan senang jika berada diantara orang banyak dan cenderung mendominasi suatu pembiacaraan, namun ia akan membuat suasana menjadi lebih hidup. Dalam kesehariannya, seorang sanguinis cenderung tidak teratur, sehingga tidak heran jika ia susah dalam menepati janji. Jika diberikan tanggung jawab, seorang sanguinis akan dengan segera mengiyakan, namun beberapa hari kemudian ia tidak akan melakukan apapun. Dalam pertemanan, seorang sanguinis akan mudah mendapatkan teman-teman baru, tampak menyenangkan, selalu menjadi pusat perhatian, dan dapat menghidupkan suasana.

Melankolis yang sempurna cenderung introvert dan pemikir. Berkebalikan dengan sanguinis, seorang melankolis cenderung serba teratur dan terencana sehingga segala sesuatu dipikirkan secara mendalam. Jika dalam sebuah pertemuan, seorang sanguinis cenderung mendominasi pembicaraan, maka seorang melankolis akan menganalisa dan mempertimbangkan sehingga apa yang ia katakan adalah hasil yang telah dipikirkan secara mendalam. Seorang melankolis selalu berusaha sempurna, jadi jangan coba-coba untuk mengganggu apapun milik seorang melankolis karena ia akan mengetahuinya. Dalam pertemanan, seorang melankolis cenderung hati-hati dalam berteman, sering menjadi tempat curhat, dan dapat memecahkan masalah orang lain.

Kolerik yang kuat cenderung ektrovert dan berjiwa petualang. Seorang kolerik memiliki bakat pemimpin sehingga ia suka mengatur orang lain. Sikapnya yang sedikit bossy dan tidak mau kalah membuatnya kurang disenangi. Seorang kolerik menyukai tantangan dan kebebasan. Ia juga tidak mudah putus asa dan baginya tidak ada istilah tidak mungkin sehingga apa yang akan ia lakukan pasti akan tercapai seperti apa yang dikatakan. Dalam pertemanan, seorang kolerik cenderung tidak memerlukan teman akibat kemandirian yang dimilikinya.

Plegmatis yang damai cenderung introvert dan sabar. Ia tidak menyukai konflik dan cenderung cinta damai, sehingga disuruh apa saja akan ia lakukan, sekalipun ia sendiri tidak menyukainya. Jika terjadi konflik, seorang plegmatis akan mencari solusi tanpa menimbulkan pertengkaran, bahkan ia rela berkorban supaya masalah yang terjadi tidak berkepanjangan. Dalam pertemanan, seorang plegmatis biasa menjadi pendengar yang baik, namun sulit dalam mengambil keputusan.. Tanpa seorang sanguinis, dunia akan terasa sepi. Tanpa seorang melankolis, tidak ada kemajuan di bidang riset, keilmuan, dan budaya. Tanpa seorang kolerik, dunia akan berantakan tanpa arah dan tujuan. Tanpa seorang plegmatis, tidak ada orang bijak yang mampu mendamaikan dunia.

Pada dasarnya setiap manusia memiliki ke 4 kepribadian tersebut, namun masing-masing orang memiliki kadar dominasi kombinasi yang berbeda. G.W All port mengemukakan bahwa, “personality is the dynamic organization within the individual those psychological system that determine his unique adjustment to his environtment. ” (Kepribadian adalah organisasi dinamis yang ada pada seseorang di dalam suatu sistem kejiwaan yang menentukan keunikan penyesuaian dengan lingkungannya). Yang terpenting adalah bagaimana kita belajar untuk memahami sifat manusia yang beragam tersebut.

FAKTOR-FAKTOR PEMBENTUK KEPRIBADIAN
  1. Keturunan (genetik), ditentukan sejak lahir, berupa sifat-sifat bawaan baik fisik maupun mental yang mempengaruhi perbuatan, perasaan, dan pikiran.
  2. Lingkungan, berupa budaya, norma, nilai dimana seseorang dibesarkan dalam lingkungan keluarga, teman, kelompok sosial, masyarakat.
  3. Situasi, kepribadian orang bisa berubah-ubah akibat perubahan situasi/kontek tertentu.
(dari berbagai sumber)

Next Prev home