Temukan bakat, potensi dan keunikan Anda dengan Unique Fingerprint Analysis.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat/talenta dan keunikan yang berbeda. Optimalkan setiap potensi yang ada, dengan stimulasi yang tepat.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat dan karakter yang berbeda.

Dapat dilakukan untuk anak balita hingga usia dewasa, dalam kondisi apapun, tidak memerlukan tanya jawab dan tes tertulis.

Cara mendidik yang efektif terhadap seorang anak, belum tentu menjadi efektif pada anak lain.

Penting bagi orang tua untuk memahami karakternya sendiri, sebelum memahami karakter anaknya.

Optimalkan kelemahan anak melalui keunggulannya.

Analisa ini bukan Ilmu Ramal, tetapi analisa ini dikembangkan berdasarkan ilmu Dermatoglyphics.

Setiap orang memiliki 8 kecerdasan dan masing-masing orang memiliki urutan yang berbeda.

Semua kecerdasan sederajat, artinya tidak ada kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting antara satu dengan yang lainnya.

Memilih Mainan untuk Anak

Kalau sudah berada di dekat toko mainan, pasti tangan Moms ‘gatal’ ingin membelikan si buah hati mainan yang menarik. Apalagi kalau dengar ‘bujukan’ si penjual, “Sayang anak, Bu…” sambil menyodorkan mainan yang lucu-lucu. Wuih, maunya sih diborong semua mainannya!

Eits, mainan memang ada banyak jenisnya, ada yang terbuat dari kain, plastik, kertas atau lilin. Tapi, jangan asal pilih! Ada baiknya mainan itu memberikan manfaat yang terbaik untuk proses tumbuh kembang anak. Lantas, mainan apa sih yang tepat untuk anak usia 1-3 tahun alias batita?

Utamakan Kemampuan Bahasa
Sebelum memutuskan mainan apa yang tepat untuknya, Moms musti pertimbangkan kemampuan bahasa dan motorik si kecil. Menurut Dra. Mayke S .Tedjasaputra, M.Psi, psikolog dan playterapist dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, kemampuan bahasa untuk anak usia 1 tahun ke atas adalah yang utama.

“Bila dia memiliki ‘modal’ kosakata yang kaya, tentu akan lebih mudah memahami apa yang dikemukakan oleh orang lain. Dia juga bisa merespon dengan kata-kata, bila dia sudah bisa bicara,” ujar wanita yang akrab disapa Mayke ini.

Nah, bila kemampuan bahasanya berkembang dengan baik, dia akan tahu apa yang harus dilakukan dan bagaimana cara melakukannya. Sedangkan, Moms or Dads hanya mendampingi dan mengarahkan dia saat bermain.

Asah Kreativitas Anak
Mainan apa yang tepat untuk si 1-3 tahun? Mayke menyarankan untuk memilih mainan yang bersifat konstruktif dan merangsang kreativitas anak.

Berikut beberapa contoh mainan yang bersifat konstruktif sekaligus melatih kreativitas anak:
  • Balok-balok susun seperti CITY BLOK atau CAR BLOK, di mana balok-balok ini bisa disusun menjadi macam-macam bentuk bangunan seperti jembatan, gedung atau bentuk lain sesuai keinginan. Selain melatih otak kanan yang bikin anak menjadi lebih kreatif, juga melatih otak kiri karena ia belajar mengenal bentuk dan warna. Anda bisa menanyakan apa yang dibangunnya sehingga ia akan bercerita panjang lebar. Ini juga bisa melatih kemampuan bicaranya, bukan? Selain itu, bila ia menyusun balok dengan temannya, anak pun dilatih untuk bekerjasama.
  • Mainan bongkar pasang semacam lego. Di sini, anak bebas berkreasi menyusun dan merakitnya hingga menjadi bentuk seperti rumah, gedung bertingkat, atau bentuk lainnya seperti yang ada dalam imajinasinya. Untuk anak usia 1-3 tahun, sebaiknya pilih yang berukuran besar. Maklum, anak seusianya rentan menelan atau mencicip segala sesuatu yang baru dia kenal atau menarik perhatiannya.
  • Mainan yang terbuat dari lilin seperti play dough (lilin mainan). Dengan ini, anak bisa mengeksplorasi bentuk dan warna sesuai keinginannya. Moms bisa menyontohkan dari bentuk yang masih sederhana semisal bentuk lingkaran atau bola.
Asah Keterampilan Berkomunikasi
Selain mainan yang mampu mengasah kreativitas anak. Mayke juga menyarankan untuk memberikan pula mainan yang bisa merangsang keterampilan berkomunikasi, berimajinasi dan memecahkan masalah seperti berikut ini:
  • Telepon mainan, boneka hewan, boneka tangan dan buku cerita bergambar. Ini semua bisa merangsang perkembangan bahasa anak, mengembangkan kemampuan berkomunikasi, berfantasi dan berinteraksi dengan orang lain.
  • Drum, piano mainan, crayon, buku gambar bisa menjadi media si kecil untuk mengekspresikan diri dan mengembangkan imajinasinya.
  • Puzzle sederhana (2-4 keping), angka/alfabet mainan, bead maze (balok/bola susun) dapat mengembangkan kemampuan anak untuk menyelesaikan masalah. Mainan seperti ini juga dapat mengajarkan anak tentang proses kerja suatu benda, mengenalkan angka dan huruf, serta mengasah motorik halusnya.
  • Boneka lengkap dengan rumah dan pakaiannya, peralatan dapur mainan, peralatan perkakas mainan, mobil-mobilan yang dilengkapi setir bisa membantu anak untuk belajar tentang dunia orang dewasa.
  • Sepeda kecil, panjatan (climber) dan papan keseimbangan (see-saw) juga bisa membantu anak mengasah keterampilan motoriknya.
Sulap Kertas dan Benda Bekas Jadi Mainan
Sebenarnya, mainan tak perlu mahal. Dengan menggunakan bahan-bahan yang tersedia di sekitar kita, Moms or Dads pun bisa menciptakan suatu mainan edukatif. Ya, anak tidak melulu musti disodori mainan yang ‘sudah jadi’ untuk merangsang kreativitas, keterampilan berimajinasi atau memecahkan masalah. Mau tahu beberapa di antaranya?
  • Kertas Tulis / Gambar
    Benda ini tak hanya bisa digunakan untuk kegiatan corat-coret si kecil, melainkan juga untuk menjiplak tangan atau kakinya – dengan bantuan Moms or Dads tentunya. Dari selembar kertas ini pula, bisa dijadikan sebuah bola dengan cara meremas-remasnya. Nah, bola tersebut bisa digelindingkan, dilempar, ditendang atau diputar. Ajak anak untuk melakukan semua aktivitas itu dengan cara menyenangkan.
  • Kertas Krep
    Ajak anak bermain ‘sulap’ dengan memanfaatkan kertas krep yang berwarna-warni. Sebelumnya sediakan wadah kecil berisi air. Celupkan dua kertas krep yang berbeda ke dalam air tersebut, misalnya warna kuning dan merah dicelupkan ke dalam air. Simsalabim! Muncul warna baru, alias warna oranye. Atau kertas merah dan biru ‘luntur’ menjadi ungu, dan sebagainya. Selain belajar mengenal warna, kegiatan ini pasti mengagumkan untuk si kecil!
  • Botol Plastik
    Barang bekas seperti botol plastik pun bisa dimanfaatkan jadi mainan. Caranya, lubangi bagian bawah botol lalu masukkan air. Lihat apa yang terjadi, air itu mengalir dari atas ke bawah. Sederhana? Iya, tapi bagi si batita luar biasa! Katakan, “Adek…mau lihat air mancur?” Dijamin, pengalaman si kecil di dunia bermain semakin bertambah. 

(Mom& Kiddie//nsa)



Artikel yang berhubungan:

Era Layar Bahayakan Mata & Jiwa Anak

Seiring dengan perkembangan zaman, anak-anak kini tumbuh dan berkembang di era layar. Anak-anak terbiasa di depan layar seperti layar TV, VCD, PS, Intenet dan HP. Para orang tua tidak menyadari dampak era layar bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Anak belajar melalui 3 cara, yaitu secara visual, auditorial, dan kinestetik yang kemudian disebut sebagai modalitas. Mata merupakan komponen penting modalitas visual. Mata anak adalah jendela kecerdasan mereka. Mata yang sehat membuat setiap proses belajar anak semakin optimal.

Orang tua memiliki peran cukup besar dalam pertumbuhan dan perkembangan anak-anaknya. Tuntutan ekonomi di zaman sekarang ini membuat orang tua harus bekerja demi memenuhi kebutuhan keluarga. Alhasil, waktu bersama anak-anak pun berkurang karena kesibukan bekerja.

Kini, kita memasuki era layar dimana anak semakin terbiasa di hadapan TV, internet, video games bahkan HP. Manfaatnya tentu agar anak tidak ketinggalan zaman dan dapat menggunakan teknologi yang terbaru.

Yayasan Pemerhati Media Anak (YPMA) pada tahun 2002 menemukan bahwa Anak-anak yang ditinggal bekerja atau tidak, memiliki kebiasaan menonton TV rata-rata 5-6 jam sehari atau 1560-1820 jam/tahun, padahal belajar di Sekolah Dasar hanya 1000 jam/tahun.

Ternyata TV bukan satu-satunya layar yang dilihat anak. Hasil penelitian YPMA menunjukkan bahwa anak-anak juga sering bermain Play Station selama rata-rata 10 jam/minggu. Belum lagi, waktu yang dihabiskan anak-anak di depan HP dan layar komputer untuk internet.

Dampak Era Layar Terhadap Anak

Teknologi era layar memiliki dampak terhadap seorang anak dalam mempengaruhi otak, mata, dan jiwa serta perilakunya. Orang tua harus mempertimbangkan dan memperhitungkan manfaat serta pengaruh teknologi era layar terhadap anak.

Salah satu dampak dari gelombang sinar yang dipancarkan oleh layar adalah suatu sifat addict dari si anak dalam menonton, hal ini dikemukaan dalam The Child Obesity Summit 2005 bahwa iklan TV merupakan kontributor utama obesitas pada anak-anak.

Dalam media edukasi yang diselenggarakan di Le Meridien Hotel, 28 November 2007 lalu, Elly Risman Musa, S. Psi, seorang psikolog anak dan Ketua Yayasan Kita dan Buah Hati menuturkan, “Anak lebih membutuhkan bergerak, membaca, bermain lumpur dan membangun imajinasi anak. TV membuat anak duduk diam sehingga anak menjadi pasif.”

Penelitian yang dilakukan oleh University of Washington menunjukkan bahwa pemaparan TV yang dilakukan anak-anak di usia akan mempengaruhi perhatian anak-anak di kemudian hari.

dr. Hardiono D Pusponegoro, Sp.A (K) dokter spesialis anak konsultan bidang neurologi dari RSCM Jakarta mengutip sebuah penelitian dampak menonton TV pada anak-anak usia di bawah 3 tahun dan anak usia 3-5 tahun.

Dalam penelitian tersebut, anak di bawah 3 tahun melihat layar kaca rata-rata 2 jam sehari dan anak 3-5 tahun rata-rata 3 jam sehari. Setelah anak berusia 6-7 tahun dilakukan penilaian kembali. Penelitian tersebut menunjukkan, pada anak di bawah 3 tahun terjadi penurunan kemampuan membaca, membaca komprehensif dan penurunan memori. Sebaliknya pada anak usia 3-5 tahun, memiliki kemampuan membaca yang lebih baik.

Lebih lanjut, dr. Hardiono yang akrab disapa dr Yoni ini menambahkan,”dengan hanya menonton TV saja, otak kehilangan kesempatan mendapatkan stimulasi dan kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam hubungan sosial dengan orang lain, bermain kreatif dan memecahkan masalah. Selain itu, TV bersifat satu arah, sehingga membuat anak kurang mengeksplorasikan dunia 3 dimensi dan kehilangan peluang mencapai tahapan perkembangan yang baik.

Ancaman Sinar Biru
Salah satu sinar yang dipancarkan perangkat teknologi layar adalah sinar biru. Sinar biru adalah sinar dengan panjang gelombang cahaya 400-500 nm yang dapat berpotensi memicu terbentuknya radikal bebas dan menimbulkan luka fotokimia pada retina anak.

Sumber sinar biru yang paling dekat dengan anak-anak adalah pancaran sinar dari TV. Lensa anak masih peka dan belum dapat menyaring bahaya sinar biru. Karena itulah risiko terbesar kerusakan akibat sinar biru pada usia dini.

Lutein sebagai karotenoid alami dapat membantu melindungi mata anak yang masih peka dari bahaya sinar biru. Lutein dapat membantu melindungi mata dengan cara menyaring sinar biru dan juga berperan sebagai antioksidan dengan caa menetralisir radikal-radikal bebas.

“Tubuh tidak dapat mensintesa lutein, oleh karena itu kebutuhan lutein harus diambil dari sayuran, buah, suplemen dan terutama dalam ASI," ungkap dr. Yoni.

Lutein terdapat dalam sayuran hijau seperti bayam, brokoli dan kacang polong, jagung, kuning telur serta buah-buahan seperti kiwi dan melon.

Tugas Orang Tua
Orang tua harus mewaspadai bahaya sinar biru terhadap kesehatan mata dan kecerdasan anak di era layar ini. Selain dampaknya bagi kesehatan mata anak, juga disadari dampak terhadap petumbuhan fisik dan perkembangan jiwa anak, dimana perkembangan jiwa anak harus disiasati dengan berusaha mengenal anak lebih dekat dan memperbaiki komunikasi.

Orang tua juga harus dapat membatasi intensitas dan frekuensi anak beraktivitas di depan layar monitor (TV). Orang tua perlu untuk merangsang anak melakukan aktivitas lain seperti bermain dengan teman dan lingkungannya, berolahraga dan beraktivitas kreatif lainnya agar stimulasi untuk perkembangan otak anak semakin lengkap.

Untuk pertumbuhan fisik anak yang optimal terutama stimulasi otak dan mata mereka, orang tua dapat menyiasatinya dengan pemberian nutrisi yang cukup. Perlindungan terhadap bahaya sinar biru harus dilakukan sedini mungkin dengan salah satunya asupan lutein yang terdapat dalam susu.

redaksi@medicastore



Artikel yang Berhubungan:
Pengaruh Negatif dan Aturan Penggunaan Gadget Pada Anak
Gadget Sebagai Jawaban Orang Tua Pada Anak
Barang-barang Teknologi yang Dapat Menyebabkan Kecanduan
Dampak Negatif Dari Kecanduan Teknologi
Stop Tayangan Televisi yang Tidak Mendidik
Ingin Anak Cerdas? Hentikan Membiasakannya Nonto Televisi

Mitos Mengenai Autisme

Mitos 1
Anak dengan kelainan autisme tidak pernah memandang mata lawan bicaranya. Banyak anak penyandang autisme ternyata dapat melakukan kontak mata tapi kontak mata tersebut mungkin dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat dan sedikit berbeda dengan anak anak yang normal.
Banyak diantaranya dapat bertatap muka, tersenyum dan mengekspresikan komunikasi non-verbal (bahasa tubuh) dengan baik.

Mitos 2
Anak dengan kelainan autisme adalah anak jenius. Mitos yang menyatakan di dalam anak penyandang autis tersembunyi kemampuan jenius mungkin dapat terjadi karena berbedanya kemampuan yang ditunjukkan oleh anak penyandang autisme. Mereka dapat menunjukkan kemampuan fisik yang baik tetapi tidak dapat berbicara. Seorang anak autis dapat mengingat tanggal ulang tahun dari semua teman sekelasnya akan tetapi mengalami kesulitan kapan harus menggunakan kata 'kamu' atau 'saya'. Anak autis dapat membaca dengan artikulasi yang baik tetapi tidak dapat mengerti apa yang baru mereka baca. Anak autis dapat mempunyai IQ yang sangat tinggi. Sebagian besar anak autis menunjukkan keterlambatan dalam beberapa hal yang menggunakan ataupun memerlukan proses mental. Persentasi anak autis yang mempunyai intelegensi di atas normal ataupun di bawah normal adalah sangat kecil.

Mitos 3
Anak dengan kelainan autisme tidak berbicara. Banyak anak penyandang autis dapat mempunyai kemampuan berbahasa dengan baik. Sebagian besar dari mereka dapat berkomunikasi dengan menggunakan simbol, gambar, komputer ataupun peralatan elektronik.

Mitos 4
Anak dengan kelainan autisme tidak dapat menunjukkan kasih sayang. Barangkali mitos yang paling berlebihan adalah menganggap anak penyandang autisme tidak dapat menerima ataupun memberikan kasih sayang. Kita mengetahui bahwa stimulasi sensor anak autis diproses dengan cara yang berbeda dengan anak normal sehingga mengakibatkan anak autis mengalami kesulitan dalam mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang lazim dilakukan oleh anak normal. Anak autis dapat memberikan dan menerima kasih sayang dengan cara mereka sendiri, kadangkala anggota keluarga ataupun teman mereka harus sabar menunggu dan belajar untuk dapat mengerti dan menghargai kemampuan anak autis yang terbatas dalam berhubungan dengan orang lain.

Mitos-mitos lainnya
Autisme adalah akibat salah asuhan orang tua.
Anak autis adalah anak yang tidak disiplin dan tidak dapat diatur dan ini hanyalah kelainan perilaku.
Kebanyakan orang autis berpendidikan dan ahli terkemuka dalam bidang ilmu pengetahuan dan bidang lainnya.
Anak autis adalah anak-anak tanpa perasaan dan emosi.
Anak autis tidak menyukai daya tarik fisik.
Anak autis tidak tersenyum.
Anak autis tidak menginginkan teman.
Anak autis dapat berbicara jika mereka mau.
Autisme adalah ketidak mampuan emosional.

Sumber: http://puterakembara.org



Artikel yang berkaitan:
Apa itu Autisme?
Diagnosa dan Penyebab Autisme

9 Manfaat Bermain Bagi Anak

Sebagian orang tua masih menganggap bermain bersama anak merupakan sesuatu tidak berguna. Padahal mengajak si kecil bermain banyak manfaatnya untuk tumbuh kembang fisik dan psikisnya.

Berikut ini 9 manfaat bermain bagi anak menurut buku ‘Games Therapy untuk Kecerdasan Bayi dan Balita’ yang ditulis oleh Psikolog Effiana Yuriastien dan kawan-kawan:

1. Memahami diri sendiri dan mengembangkan harga diri
Ketika bermain, anak akan menentukan pilihan-pilihan. Mereka harus memilih apa yang akan dimainkan. Anak juga memilih di mana dan dengan siapa mereka bermain. Semua pilihan itu akan membantu terbentuknya gambaran tentang diri mereka dan membuatnya merasa mampu mengendalikan diri. Permainan memotong kertas, mengatur letak atau mewarnai misalnya dapat dilakukan dalam beragam bentuk. Tidak ada batasan yang harus diikuti. Identitas dan kepercayaan diri dapat berkembang tanpa rasa ketakutan akan kalah atau gagal. Pada saat anak menjadi semakin dewasa dan identitasnya telah terbentuk dengan lebih baik, mereka akan semakin mampu menghadapi tantangan permainan yang terstruktur, bertujuan dan lebih dibatasi oleh aturan-aturan.

2. Menemukan apa yang dapat mereka lakukan dan mengembangkan kepercayaan diri
Permainan mendorong berkembangnya keterampilan, fisik, sosial dan intelektual. Misalnya perkembangan keterampilan sosial dapat terlihat dari cara anak mendekati dan bersama dengan orang lain, berkompromi serta bernegosiasi. Apabila anak mengalami kegagalan saat melakukan suatu permainan, hal itu akan membantu mereka menghadapi kegagalan dalam arti sebenarnya dan mengelolanya pada saat mereka benar-benar harus bertanggungjawab.

3. Melatih mental anak
Ketika bermain, anak berimajinasi dan mengeluarkan ide-ide yang tersimpan di dalam dirinya. Anak mengekspresikan pengetahuan yang dia miliki sekaligus mendapatkan pengetahuan baru. Orang tua akan dapat semakin mengenal anak dengan mengamati saat bermain. Bahkan, lewat permainan (terutama bermain pura-pura) orang tua juga dapat menemukan kesan-kesan dan harapan anak terhadap orang tua serta keluarganya.

4. Meningkatkan daya kreativitas dan membebaskan anak dari stres
Kreativitas anak akan berkembang melalui permainan. Ide-ide yang orisinil akan keluar dari pikiran mereka, walaupun kadang terasa abstrak untuk orang tua. Bermain juga dapat membantu anak untuk lepas dari stres kehidupan sehari-hari. Stres pada anak biasanya disebabkan oleh rutinitas harian yang membosankan.

5. Mengembangkan pola sosialisasi dan emosi anak
Dalam permainan kelompok, anak belajar tentang sosialisasi. Anak mempelajari nilai keberhasilan pribadi ketika berhasil memasuki suatu kelompok. Ketika anak memainkan peran ‘baik’ dan ‘jahat’, hal ini membuat mereka kaya akan pengalaman emosi. Anak akan memahami perasaan yang terkait dari ketakutan dan penolakan dari situasi yang dia hadapi.

6. Melatih motorik dan mengasah daya analisa anak
Melalui permainan, anak dapat belajar banyak hal. Di antaranya melatih kemampuan menyeimbangkan antara motorik halus dan kasar. Hal ini sangat mempengaruhi perkembangan psikologisnya. Permainan akan memberi kesempatan anak untuk belajar menghadapi situasi kehidupan pribadi sekaligus memecahkan masalah. Anak-anak akan berusaha menganalisa dan memahami persoalan yang terdapat dalam setiap permainan.

7. Penyaluran bagi kebutuhan dan keinginan anak
Kebutuhan dan keinginan yang tidak dapat dipenuhi dengan cara lain, seringkali dapat dipenuhi dengan bermain. Anak yang tidak mampu mencapai peran pemimpin dalam kehidupan nyata, mungkin akan memperoleh pemenuhan keinginan itu dengan menjadi pemimpin tentara saat bermain.

8. Standar moral
Walaupun anak belajar di rumah dan sekolah tentang apa yang dianggap baik dan buruk oleh kelompok, tidak ada pemaksaan standar moral selain dalam kelompok bermain.

9. Mengembangkan otak kanan anak
Bermain memiliki aspek-aspek yang menyenangkan dan membuka kesempatan untuk menguji kemampuan dirinya berhadapan dengan teman sebaya serta mengembangkan perasaan realistis akan dirinya. Dengan begitu, bermain memberi kesempatan pada anak untuk mengembangkan otak kanan, kemampuan yang mungkin kurang terasah baik di sekolah maupun di rumah.

Catatan: Berikanlah pujian kepada anak dengan menggunakan kalimat yang positif dan mampu menjadi penyemangatnya dalam melakukan sesuatu dengan lebih baik lagi. Contoh, saat anak diminta mengambil spidol warna merah, awali dengan kata ‘tolong’. Jika anak berhasil mengambilnya, berikan pujian dan ucapkan terimakasih.

Demikian juga ketika ia tidak berhasil menemukannya, ucapkanlah kalimat positif yang tidak mematahkan semangatnya. Tetap ucapkan terima kasih atas hasil jerih payahnya. Misalnya saja, “Makasih ya adik sudah mencarikan spidolnya. Spidolnya ada di dekat buku gambar adik.”

walipop




Artikel yang berhubungan:

Pentingnya Persiapan Kehamilan

Tahap awal kehidupan, sejak proses pembuahan hingga masa kanak-kanak, sangat memengaruhi kemungkinan seseorang terkena penyakit-penyakit kronis tak menular di masa dewasa. Itulah sebabnya, setiap pasangan harus mempersiapkan kehamilan dengan baik, guna menekan risiko bayi mengalami masalah di kehidupannya nanti.

Ahli kandungan dari FKUI-RSCM dr. Noroyono Wibowo, Sp.OG, menegaskan, faktor risiko pada seorang bayi bahkan sudah dipengaruhi oleh latar belakang nutrisi kedua orang tuanya. "Kualitas sel telur dan sel sperma sangat dipengaruhi oleh nutrisi calon ibu dan ayah, terlebih ketika sudah menjadi janin, faktor nutrisi besar pengaruhnya," kata Noroyono dalam jumpa pers Early Life Nutrition Forum di Jakarta (16/5/2011).

Untuk itulah, persiapan kehamilan harus dilakukan sedini mungkin dengan pemeriksaan kesehatan calon ibu dan ayah. "Idealnya dilakukan sebelum menikah untuk kewaspadaan, sehingga diketahui apakah ada penyakit genetik seperti thalasemia, diabates atau penyakit infeksi seperti hepatitis dan HIV. Cek juga kecukupan besi dan kalsiumnya," papar dokter yang menjadi Ketua Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) ini.

Kemudian, ketika sudah memasuki masa kehamilan, calon ibu wajib melakukan pemeriksaan rutin dan mencukupi kebutuhan gizinya.

Pakar gizi dari FKUI dr. Saptawati Bardosono Sp.GK menyebutkan, pada awal kehamilan hingga janin berusia 20 minggu, ibu hamil membutuhkan protein dan zat gizi mikro, seperti vitamin dan mineral. Semua itu diperlukan untuk meningkatkan jumlah sel dan membangun tinggi badan potensial anak kelak.

"Pada 20 minggu pertama, kehamilan tubuh janin sedang membentuk sel-sel tulang, otak, otot, dan sebagainya. Kekurangan zat gizi mikro dan protein di usia ini juga bisa menyebabkan anak pendek," paparnya.

Kemudian pada 20 minggu terakhir kehamilan, ibu membutuhkan kalori untuk bertambah besarnya sel-sel dan membangun berat badan potensial. Kekurangan gizi di masa awal kehidupan ini bisa menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah.

"Setelah lahir sebenarnya bisa dioptimalkan gizinya untuk mengejar ketinggalan. Bila masa ini terlewat, di masa datang anak bisa mengalami penyakit kronik serta gangguan mental dan kecerdasan," katanya.

Female.kompas.com


Artikel yang berhubungan:
Siap Menjadi Orang Tua
Secara Psikologis & Mental
Mau Bayi Laki-laki
atau Perempuan?

 

Antibiotik? Siapa Takut?

Mungkin begitulah kira-kira pikiran kebanyakan pasien Indonesia ketika diberi resep oleh dokternya ketika berobat...karena sudah seringnya diberi AB (Antibiotik), kita langsung aja meminumnya tanpa mempertanyakan dahulu apakah benar kita perlu AB? Lalu kapan sih kita perlu dan kapan tidak? Summary ini membahas dengan singkat apa itu AB dan beberapa topik yang berhubungan ...

Apa itu AB?
AB ditemukan oleh Alexander Flemming pada tahun 1929 dan digunakan untuk membunuh bakteri secara langsung atau melemahkan bakteri sehingga kemudian dapat dibunuh dengan sistem kekebalan tubuh kita. AB ada yang merupakan :
  1. produk alami,
  2. semi sintetik, berasal dari alam dibuat dengan beberapa perubahan agar lebih kuat, mengurangi efek samping atau untuk memperluas jenis bakteri yang dapat dibunuh,
  3. full sintetik.

Jenis AB
  1. Narrow spectrum, berguna untuk membunuh jenis-jenis bakteri secara spesifik. Mungkin kalau di militer bisa disamakan dengan sniper, menembak 1 target dengan tepat. AB yang tergolong narrow spectrum adalah ampicillin dan amoxycilin (augmentin, surpas, bactrim, septrim).
  2. Broad spectrum, membunuh semua jenis bakteri didalam tubuh, atau bisa disamakan dengan bom nuklir. Dianjurkan untuk menghindari mengkonsumsi AB jenis ini, karena more toxic dan juga membunuh jenis bakteri lainnya yang sangat berguna untuk tubuh kita. AB yang termasuk kategori ini adalah cephalosporin (cefspan, cefat, keflex, velosef, duricef, etc.).
Bakteri
Bakteri berdasarkan sifat fisiknya dapat dibagi menjadi dua, yaitu gram positif (+) dan gram negatif (-). Infeksi dibagian atas difragma (dada) umumnya disebabkan oleh bakteri gram (+) sedangkan infeksi dibagian bawah difragma disebabkan oleh bakteri gram (-). Biasanya, infeksi yang disebabkan oleh gram (+) lebih mudah dilawan. Di dalam tubuh kita banyak sekali terdapat bakteri, bahkan salah satu kandungan ASI adalah bakteri.

Jadi, sebenarnya, kebanyakan bakteri tidaklah "jahat". Manfaat bakteri diusus kita adalah:
  1. bakteri mengubah apa yang kita makan menjadi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.
  2. memproduksi vitamin B & K.
  3. memperbaiki sel dinding usus yang tua dan sudah rusak.
  4. merangsang gerak usus sehingga kita tidak mudah muntah (konstipasi).
  5. menghambat berkembang biaknya bakteri jahat dan secara tidak langsung mencegah tubuh kita agar tidak terinfeksi bakteri jahat.
Sekarang kita tahu manfaatnya, jadi jangan lagi minum AB tanpa alasan yang jelas, karena hal ini akan membunuh bakteri yang baik tersebut.

Virus
Walaupun sesama mikro-organisme, virus ukurannya jauh lebih kecil dibandingkan dengan bakteri. Mereka berkembang biak dengan mengunakan sel tubuh kita, jadi virus akan mati bila berada diluar tubuh.

Catatan penting: virus tidak dapat dibunuh oleh obat dan AB sama sekali tidak bekerja terhadap virus. Virus hanya bisa dibasmi oleh sistem imun atau daya tahan tubuh kita, salah satunya adalah dengan demam. Demam merupakan bagian dari sistem daya tahan tubuh yang bermanfaat untuk membasmi virus, karena virus tidak tahan dengan suhu tubuh yang tinggi. Jadi apabila anak/anda mengalami demam, sebaiknya tidak diobati apabila suhu tubuhnya tidak terlalu tinggi.

When AB doesn't work?
Menurut penelitian, ada 3 kondisi yang umumnya diterapi dengan AB, yaitu :
1. Demam,
2. Radang tenggorokan,
3. Diare. Padahal, sebenarnya, penggunaan AB untuk kondisi diatas tidaklah tepat dan tidak berguna.

Di bawah ini petunjuk kapan AB tidak bekerja:
1. Colds & Flu
2. Batuk atau bronchitis
3. Radang tenggorokan
4. Infeksi telinga. Tidak semua infeksi telinga membutuhkan AB.
5. Sinusitis. Pada umumnya tidak membutuhkan AB.

Penggunaan AB tidak pada tempatnya dan berlebihan tidak akan menguntungkan, bahkan merugikan dan membahayakan.

When do we need AB?
Di bawah merupakan beberapa jenis infeksi bakteri yang umumnya terjadi dan membutuhkan terapi AB:
  1. Infeksi saluran kemih
  2. Sebagian infeksi telinga tengah atau biasa disebut otitis media
  3. Sinusitis yang berat (berlangsung lebih dari seminggu, sakit kepala, pembengkakan di daerah wajah)
  4. Radang tenggorokan karena infeksi kuman streptokokus (umumnya menyerang anak berusia 7 tahun atau lebih sedangkan pada anak usia 4 tahun hanya 15% yang mengalami radang tenggorokan karena kuman ini)

How do I know this is bacterial infection?
Untuk mengetahui apakah ada infeksi bakteri biasanya dengan melakukan kultur yang membutuhkan beberapa hari untuk observasi. Contohnya apabila dicurigai adanya infeksi saluran kemih, lab. mengambil sample urin dan kemudian dikultur, setelah beberapa hari akan ketahuan bila ada infeksi bakteri berikut jenisnya.

Efek Negatif AB
Di bawah adalah efek samping yang dialami pemakai apabila mengkonsumsi AB;
  1. Gangguan saluran cerna (diare, mual, muntah, mulas) merupakan efek samping yang paling sering terjadi.
  2. Reaksi alergi. Mulai dari yang ringan seperti ruam, gatal sampai dengan yang berat seperti pembengkakan bibir/kelopak mata, gangguan nafas, dll.
  3. Demam (drug fever). AB yang dapat menimbulkan demam bactrim, septrim, sefalsporoin & eritromisin.
  4. Gangguan darah. Beberapa AB dapat mengganggu sumsum tulang, salah satunya kloramfenikol.
  5. Kelainan hati. AB yang paling sering menimbulkan efek ini adalah obat TB seperti INH, rifampisin dan PZA (pirazinamid).
  6. Gangguan fungsi ginjal. Golongan AB yang bisa menimbulkan efek ini adalah aminoglycoside (garamycine, gentamycin intravena), Imipenem/Meropenem dan golongan Ciprofloxacin. Bagi penderita penyakit ginjal, harus hati-hati mengkonsumsi AB.

Pemakaian AB tidak pada tempatnya dan berlebihan (irrational) juga dapat menimbulkan efek negatif yang lebih luas (long term), yaitu terhadap kita dan lingkungan sekitar, contohnya:
  1. Irrational use ini juga dapat membunuh kuman yang baik dan berguna yang ada di dalam tubuh kita. Sehingga tempat yang semula ditempati oleh bakteri baik ini akan diisi oleh bakteri jahat atau oleh jamur. Kondisi ini disebut juga sebagai "superinfection".
  2. Pemberian AB yang berlebihan akan menyebabkan bakteri-bakteri yang tidak terbunuh mengalami mutasi dan menjadi kuman yang resistance terhadap AB, biasa disebut SUPERBUGS. Jadi jenis bakteri yang awalnya dapat diobati dengan mudah dengan AB yang ringan, apabila ABnya digunakan dengan irrational, maka bakteri tersebut mutasi dan menjadi kebal, sehingga memerlukan jenis AB yang lebih kuat. Bayangkan apabila bakteri ini menyebar ke lingkungan sekitar. Lama kelamaan, apabila pemakaian AB yang irrational ini terus berlanjut, maka suatu saat akan tercipta kondisi dimana tidak ada lagi jenis AB yang dapat membunuh bakteri yang terus menerus bermutasi ini. Hal ini akan membuat kita kembali ke zaman sebelum AB ditemukan, dimana infeksi yang diakibatkan oleh bakteri ini tidak dapat diobati sehingga angka kematian akan drastis melonjak naik.
Note: Semakin sering mengkonsumsi AB, semakin sering kita sakit. The less you consume AB, the less frequent you get sick.

Inappropriate AB Use
Berjuta-juta resep ditulis yang mencantumkan AB untuk infeksi virus, padahal kita semua tahu AB tidak berguna untuk memerangi virus. Ada 3 alasan mengapa apparopriate use of AB ini terjadi, yaitu:
  1. Diagnostic uncertainty.
  2. Time pressure.
  3. Patient Demand."People don't want to miss work or they have a sick child who kept the family up all night and they're willing to try anything that might work". It's easier for the physician to give AB than to explain why it might be better not to use it.

Benar, seringkali kitapun sebagai pasien juga berperan did alam AB irrational use ini. Sudah terbentuk persepsi di dalam pasien Indonesia, dimana kita beranggapan bahwa kalau pulang dari kunjungan dokter itu harus membawa resep. Malah akan aneh kalau kita tidak pulang dengan membawa resep. Hal ini justru mendorong dokter untuk meresepkan AB ketika tidak diperlukan. Sebaiknya sikap ini sedikit demi sedikit kita hilangkan.

How Can We Help?
  1. Rubah sikap kita ketika berkunjung ke dokter dengan menanyakan; Apa penyebab penyakitnya? bukan apa obatnya.
  2. Jangan sedikit-sedikit minta dokter untuk meresepkan AB. Jangan mengkonsumsi AB untuk infeksi virus seperti flu/pilek, batuk atau radang tenggorokan. Kalau merasa tidak nyaman akibat infeksi tsb. tanya dokter bagaimana cara meringankan gejalanya, tetapi tidak dengan AB.
  3. Tidak mempergunakan Desinfektan dirumah, cukup dengan air dan sabun. Hanya diperlukan bila di rumah ada orang sakit dengan daya tahan tubuh rendah (pasca transplantasi, anak penyakit kronis, pemakaian steroid jangka panjang, dll.).

Battle of the Bugs: Fighting AB Resistance
Masalah bakteri yang kebal terhadap AB (AB resistance) ini telah menjadi masalah global dan sudah sejak beberapa dekade terakhir dunia kedokteran mencanangkan perang terhadap AB resistance ini.
Ada petunjuk yang dapat dilakukan untuk perihal pemakaian AB yang rasional, yaitu:
  1. Kurangi pemakaian AB, jangan menggunakan AB untuk infeksi virus.
  2. Gunakan AB hanya bila benar-benar diperlukan dan mulailah dengan AB yang ringan atau narrow spectrum.
  3. Untuk infeksi yang ringan (infeksi saluran nafas, telinga atau sinus) yang memang perlu AB, gunakan AB yang bekerja terhadap bakteri gram (+).
  4. Untuk infeksi kuman yang berat (infeksi dibawah diafrgma, seperti infeksi ginjal/saluran kemih, apendisitis, tifus, prneumonia, meningitis bakteri) pilih AB yang juga membunuh kuman gram (+).
  5. Hindari pemakaian lebih dari satu AB, kecuali TBC atau infeksi berat di rumah sakit.
  6. Hindarkan pemakaian salep AB, kecuali untuk infeksi mata.

Rule fo Thumb
Bila Anda memperoleh terapi AB, pertanyakanlah hal-hal berikut:
  1. Why do I need AB?
  2. Apa yang dilakukan AB?
  3. Apa efek sampingnya?
  4. Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya efek samping?
  5. Apakah AB harus diminum pada waktu tertentu, misalnya sebelum atau sesudah makan?
  6. Bagaimana bila AB ini dimakan bersamaan dengan obat yang lain?
  7. Beritahu pula bila anda mempunyai alergi terhadap suatu obat atau makanan, dll.

Final Message
Sebagai konsumen kesehatan yang bertanggung jawab, sebaiknya kita juga berperan aktif dengan cara menggali dan mempelajari pengetahuan dasar ilmu kesehatan. Dengan begitu kita akan menjadi konsumen kesehatan yang smart and critical. So, semoga tulisan ini dapat menambah pengetahuan dasar ilmu kesehatan para pembaca.

Tulisan ini dibuat bukan untuk menentang pemakaian AB Sebaliknya kita harus mengetahui bagaimana pemakaian AB yang benar dan tepat karena justru AB yang irrational akan menyebabkan AB menjadi impotent atau kehilangan manfaatnya. Antibiotics save lives, therefore we also have to save Antibiotics.

By Dr. Purnamawati SpAK MMPed

ABORSI, BUKAN Jalan Keluar

KEHIDUPAN manusia dimulai saat setelah pembuahan terjadi. Jika dengan SADAR dan dengan SEGALA cara kita MENGAKHIRI hidup manusia tak berdosa, berarti kita melakukan suatu perbuatan TAK BERMORAL dan asosial. Tidak semestinya KITA membiarkan penghentian nyawa hidup siapapun... atau HIDUP kita sebagai MANUSIA menjadi TIDAK BERHARGA LAGI.
Solusi untuk Seorang Wanita
Jika Anda sedang memikirkan untuk melakukan aborsi, tenangkan pikiran Anda. Aborsi bukanlah suatu solusi sama sekali. Aborsi akan membuahkan masalah-masalah baru yang bahkan lebih besar lagi bagi Anda – di dunia dan di akhirat.

Ada beberapa pihak yang dapat diminta bantuannya dalam hal menangani masalah aborsi ini, yaitu:
  1. Hubungi keluarga dekat terlebih dahulu. Orang tua, kakak, om, tante atau saudara-saudara dekat lainnya. Minta bantuan mereka untuk mendampingi di saat-saat yang sukar ini.
  2. Tokoh atau panutan keagamaan.
  3. Orang-orang lain yang bersedia membantu secara pribadi. Jika keluarga tidak memungkinkan, hubungi orang-orang lain yang disebutkan di daftar di atas. Atau hubungi kami di Forum Diskusi

Solusi untuk Bayi
Apapun alasan Anda, aborsi bukanlah jalan keluar. Setiap bayi yang dilahirkan, selalu dipersiapkan Tuhan segala sesuatunya untuk dia. Jika saat ini Anda merasa tidak sanggup membiayai kehidupan dia, berdoalah agar Tuhan memberikan jalan keluar. Jika Anda benar-benar tidak menginginkan anak tersebut, carilah orang-orang dekat yang bersedia untuk menerimanya sebagai anak angkat. Jika tidak ada seorangpun yang menginginkan bayi tersebut, segera hubungi kami di Forum Diskusi. Kami akan mencarikan orang-orang yang bersedia untuk merawat anak tersebut.

Untuk Anda yang membutuhkan informasi lebih lanjut, silakan hubungi kami di Forum Diskusi
Khususnya, adalah:
  1. Anda yang mempertimbangkan untuk melakukan aborsi
  2. Anda yang tahu akan rekan yang ingin melakukan aborsi
  3. Anda yang ingin membimbing seseorang yang akan melakukan aborsi
  4. Anda yang ingin mengadopsi anak dari wanita yang merencanakan melakukan aborsi
  5. Anda yang ingin membantu menyebarluaskan informasi dalam situs ini

Kami siap melayani dan berdoa bagi Anda maupun orang-orang lain yang sedang dalam masalah. Apapun latar belakang agama, sosial, ekonomi Anda – hubungi kami segera. Tuhan menciptakan kita semua sama. Tuhan mau kita saling membantu, mengasihi dan menasehati. Mari kita bersama-sama menjaga kelangsungan ciptaanNya yang paling mulia – manusia. www.aborsi.org


foto: pinterest.com

Beberapa Kesalahan yang Kerap Kali Menghancurkan Kepribadian Anak Anda

Sering kali sebagai orang tua kita tidak sadar telah melakukan berbagai hal yang menurut kita akan bisa mendidik anak dengan sebaik-baiknya, akan tetapi pada hakikatnya bisa menyebabkan kerugian pada anak di masa dewasanya. Oleh sebab itu, sebagai seorang ibu hendaklah kita berusaha dengan baik untuk tidak melakukan hal-hal yang sebenarnya merupakan cara pendidikan yang salah pada anak.

Di antara kesalahan mendidik itu di antaranya adalah:
1. Kekakuan dan kekerasan dalam mendidik anak
Para ahli pendidikan memasukkannya dalam hal-hal yang membahayakan bagi anak jika hal ini sering dilakukan. Maka sikap bersabar dituntut dalam mendidik anak anda. Seringkali kekerasan dan perlakuan kaku dari orang tua tidak menambah kecuali problem-problem baru. Masalah yang muncul akan semakin besar apabila perlakuan kekerasan itu tidak hanya berupa ucapan tetapi meningkat menjadi pukulan! Kadang sikap keras ini tidak membuahkan pada diri anak kecuali hilangnya perasaan aman dan rasa percaya diri. Yang bertambah justru ketakutan terhadap orang tua yang harusnya tidak harus ( baca:tidak perlu) ada pada diri anak.

2. Perhatian dan toleransi yang berlebihan
Metode ini tidak kalah bahayanya dari sikap keras dan kaku dalam mendidik anak. Sikap ini akan menjadikan anak (merasa) tidak mampu untuk melakukan kegiatan-kegiatan bersama teman-temannya, dan apabila sikap ini berlanjut hingga usia remaja dikhawatirkan anak tidak akan sanggup mengemban tanggung jawab dalam kehidupannya. Hal ini dikarenakan dia belum pernah merasakan pendidikan yang mencukupi untuk menjadi bekal di perjalanan hidupnya. Akan tetapi hal ini tidak berarti orang tua harus menghilangkan sikap perhatian terhadap anak. Yang dituntut adalah sikap pertengahan dalam segala hal. Seperti juga sikap keras juga kadang harus diterapkan, jadi semuanya tergantung kebutuhan, kondisi dan orang tua perlu juga menyelami karakteristik anak.

3. Tidak adanya konsisten dalam melaksanakan peraturan
Anak-anak perlu dikenalkan dengan kedisiplinan dalam menegakkan peraturan yang telah ditetapkan dalam berbagai lingkup, yang diawali dengan peraturan dalam keluarga. Hal mendasar yang harus dilakukan oleh orang tua adalah konsistennya orang tua dalam melaksanakan peraturan yang telah ditetapkannya. Mengapa? Karena anak-anak tidak akan menaati peraturan dalam rumah apabila orang tuanya sendiri tidak menaatinya. Maka ketika terkadang orang tua mengeluhkan anak-anaknya yang tidak patuh kepada mereka atau peraturan dalam rumah, mereka hendaknya mengevaluasi diri mereka dulu. Bisa jadi orang tua secara tidak sadar melanggar peraturan rumah dan anak-anak melihatnya, maka mereka pun merasa berat untuk menaati. Dalam hal ini maka sikap hati-hati orang tua dalam menetapkan peraturan rumah sangatlah penting. Juga diperlukan saling membantu mengingatkan antara suami dan istri jika salah satunya secara tidak sadar melanggar aturan dalam rumah agar tidak terus-menerus dan berdampak buruk bagi anak.

4. Pilih kasih antar saudara
Terkadang orang tua melakukan hal ini dalam keseharian, mereka melebihkan anak yang satu di atas anak yang lain, entah karena kepandaiannya, fisiknya yang baik atau karena dia laki-laki. Tidak adanya rasa adil antar saudara akan menyebabkan perasaan benci anak kepada saudaranya. Memang tidak bisa dipungkiri dalam hati ada perasaan lebih kepada salah satu anak. Akan tetapi hal ini harusnya tidak boleh ditampakkan dalam keseharian terlebih ketika anggota keluarga sedang berkumpul. Maka sikap yang baik adalah berusaha menampakkan sikap adil terhadap semua anak.

Sebenarnya masih banyak lagi kesalahan-kesalahan dalam pendidikan anak yang sebagian kita tidak mengetahuinya. Memang benar kata orang bahwa belajar menjadi guru (patut diingat bahwa orang tua adalah guru pertama bagi anak) adalah merupakan siklus yang tidak berujung. Selamat menjadi guru sukses!

pondokibu.com



Artikel yang Berhubungan:
Kebersamaan Antara Anak dan Orang Tua
Kiat Menanamkan Disiplin Pada Anak
Mendidik Anak Tanpa Kekerasan
Awas! Memukul Anak Bisa Bikin Perilakunya Makin Buruk
Menjadikan Anak Taat Kepada Orang Tua Tanpa Menghukum
Memahami Dunia Emosi Anak
Dampak Perilaku Orang Tua Kepada Anak
Tolong Jangan Katakan Hal Ini Pada Anak Anda

Next Prev home