Temukan bakat, potensi dan keunikan Anda dengan Unique Fingerprint Analysis.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat/talenta dan keunikan yang berbeda. Optimalkan setiap potensi yang ada, dengan stimulasi yang tepat.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat dan karakter yang berbeda.

Dapat dilakukan untuk anak balita hingga usia dewasa, dalam kondisi apapun, tidak memerlukan tanya jawab dan tes tertulis.

Cara mendidik yang efektif terhadap seorang anak, belum tentu menjadi efektif pada anak lain.

Penting bagi orang tua untuk memahami karakternya sendiri, sebelum memahami karakter anaknya.

Optimalkan kelemahan anak melalui keunggulannya.

Analisa ini bukan Ilmu Ramal, tetapi analisa ini dikembangkan berdasarkan ilmu Dermatoglyphics.

Setiap orang memiliki 8 kecerdasan dan masing-masing orang memiliki urutan yang berbeda.

Semua kecerdasan sederajat, artinya tidak ada kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting antara satu dengan yang lainnya.

Rokok Sumber Penyebab dari Berbagai Penyakit

Kebiasaan merokok apalagi yang berlebihan dapat menyebabkan kematian dari 10% penduduk dunia. Artinya satu dari sepuluh planet bumi akan meninggal akibat rokok. Bahkan tahun 2030 angka ini akan lebih cepat melaju, yaitu sekitar separuh dari para perokok akan meninggal akibat kebiasaan merokok. Separuh dari yang meninggal tersebut adalah kelompok dari usia muda atau usia produktif.

Rokok merupakan sumber penyebab dari berbagai penyakit. Ibarat pabrik bahan kimia, di mana dalam satu batang rokok yang dihisap akan keluar sekitar 4000 bahan kimia dan gas yang beracun serta membahayakan tubuh manusia.

Dari 4000 bahan kimia yang membahayakan tersebut, terdapat 3 komponen utama yang sangat berbahaya, yaitu:
  • Tar yang bersifat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker)
  • Nikotin, yaitu suatu bahan adiktif yang dapat membuat orang menjadi ketagihan, menimbulkan ketergantungan dan toleransi (memerlukan jumlah yang semakin bertambah) dan gejala-gejala ketagihan apabila berhenti merokok. Ia merangsang otak supaya si perokok merasa cerdas pada awalnya. Kemudian ia melemahkan kecerdasan otak. Nikotin menyebabkan penghasilan adrenalin. Hormone yang menyebabkan jantung berdenyut lebih cepat dan bekerja lebih kuat. Ini berarti jantung anda memerlukan lebih banyak oksigen untuk terus berdenyut. Nikotin juga menyebabkan darah Anda lebih cepat membeku, beresiko tinggi terhadap serangan jantung kepada perokok.
  • Karbonmonoksida, gas yang berbahaya yang terdapat dalam pembuangan asap kendaraan. Ia menggantikan sebanyak 15% daripada oksigen yang seharusnya dibawa oleh sel-sel darah merah. Karbon monoksida yang terikat kuat dengan hemoglobin, akan mangganggu pengikatan oksigen dengan hemoglobin, yang dapat berakibat kadar oksigen dalam darah berkurang. Jadi jantung perokok yang memerlukan banyak oksigen ternyata mendapat lebih sedikit oksigen. Ini membahayakan bagi mereka yang mengidap penyakit jantung atau paru-paru. Ini juga menyebabkan perokok sesak nafas dan kurang daya staminanya. Karbon monoksida merusak lapisan dalam pembuluh darah dan meninggikan endapan lemak pada dinding pembuluh-pembuluh darah,menyebabkan pembuluh darah tersumbat. Ini meningkatkan lagi resiko serangan jantung.
Dalam beberapa menit, jika Anda menghisap sebatang rokok maka:
  • Nikotin dalam asap rokok akan mempercepat detak jantung Anda, meningkatkan tekanan darah dan mengganggu aliran darah dan udara dalam paru-paru Anda.
  • Nikotin juga akan melumpuhkan bulu-bulu halus dalam paru-paru Anda yang seharusnya menyekat kotoran dan kuman. Mula-mula Anda akan batuk dan serak serta hidung yang beringus.
  • Karbonmonoksida dalam asap akan mengurangi jumlah oksigen yang dibawa dalam darah ke bagian badan yang lain termasuk jantung dan otak.
  • Tar dan bahan-bahan yang menyebabkan kanker ditinggalkan dalam aliran udara dalam paru-paru.
Bahan-bahan kimia beracun lainnya yang terdapat di dalam rokok adalah:
1. Tar, Digunakan untuk mengaspal jalan raya. Kebanyakan bahan-bahan yang menyebabkan kanker terdapat dalam asap rokok. Sebagian dari mereka adalah benso (a) pyrene, nitrosamine dan B-napthylamine, kadmodium, dan nikel.
2. Asepton, Peluntur cat.
3. DDT, Racun serangga untuk membunuh lalat dan semut.
4. Arsenik, Racun kutu dan racun yang digunakan untuk pembunuh-pembunuh terkenal.
5. Cadmium, bahan kimia yang terdapat dalam ACCU>
6. Formaldehid, digunakan untuk mengawetkan mayat.
7. Ammonia, bahan aktif dalam pembersih lantai.
8. Hidrogen sianida, racun yang digunakan untuk gas.
9. Naftalena, bahan yang beracun yang terdapat dalam obat serangga.
10. Polonium -210, 210-bahan radioaktif.
11. Vinil klorida, bahan kimia yang digunakan untuk membuat plastic.
12. Uretan, fumigant
13. Tolueri, pelarut industri.
14. Arsen, racun tikus.
15. Dibenzakridin
16. Butan, bahan baker korek api.
17. Benso (a) piren
18. Dimetilmitrosamin
19. Piren
20. Metanol, bahan spiritus baker.
21. Naftilamin, bahan pembuat cat.
22. M-Toluidin, bahan pembuat cat.

Akibat bahan-bahan kimia beracun tersebut, maka berdasarkan hasil penelitian para ahli dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa kebiasaan merokok terbukti berhubungan dengan sedikitnya 25 jenis penyakit dari berbagai organ tubuh manusia, seperti :
  1. Fungsi paru terganggu karena penyakit; kanker paru, bronchitis kronik, dan berbagai penyakit paru lainnya.
  2. Berbagai penyakit kanker; kanker mulut, kanker tenggorokan, kanker pancreas, dan kanker kandung kencing.
  3. Fungsi jantung terganggu karena penyakit; aneurisma (pelebaran aorta atau pelebaran pembuluh darah pada jantung), jantung koroner, dan masih banyak lagi.
  4. Gangguan fungsi reproduksi manusia, seperti kemandulan dan impotensi.
Meskipun dampak negatif dari kebiasaan merokok seperti penyakit-penyakit yang berbahaya tersebut di atas rata-rata baru akan timbul setelah mengkonsumsi rokok dalam waktu relatif lama yaitu 10-20 tahun, namun kebiasaan merokok tetap berpotensi menimbulkan beberapa gangguan kesehatan dalam jangka pendek, seperti:
  • Mulut kering, karena menurunnya jumlah produksi air liur.
  • Nafas berbau tidak sedap, karena menimbun tar, nikotin dan zat berbahaya lainnya di dalam mulut.
  • Meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah.
  • Gangguan pencernaan.
  • Kulit tubuh berwarna kusam.
  • Bau badan tidak sedap.
  • Dan berbagai gangguan kesehatan lainnya.
  • Selain gangguan kesehatan, merokok juga dapat menguras kantong untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
Pengaruh jangka panjang:
  • Kanker paru-paru, 90% dari kematian yang terjadi di kalangan perokok disebabkan oleh kanker paru-paru.
  • Penyakit jantung, penelitian telah menunjukkan bahwa kira-kira 40% kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung sebelum berumur 65 tahun terkaitdengan kebiasaan merokok.
  • Efisema dan bronchitis yang kronis, merokok adalah penyebab utama bronchitis yang kronis. Rokok mempersempit saluran pernapasan dan merusak pulusi udara di mana pertukaran gas berlangsung, menyebabkan anda susah untuk bernapas. Seorang yang bukan perokok menggunakan 5% dari tenaganya untuk bernapas tetapi seseorang yang mengidap episema yang akut menggunakan 80% dari tenaganya untuk bernapas.
Rokok yang menggunakan nikotin yang menyebabkan ketagihan yang sama seperti pada heroin atau kokain. Nikotin hanya memerlukan 10 detik untuk sampai ke otak dan membuat badan pikiran anda tergantung kepadanya. Anda bias ketagihan setelah menghisap beberapa batang rokok saja. Anda akan merasakan jika Anda ingin merokok maka nikotin itu telah bersarang di dalam tubuh anda. Jika Anda tidak merokok, gejala penarikan yang tidak menyenangkan akan timbul (seperti rasa mabuk, penat, rasa bergetar pada tangan, pening kepala) oleh sebab itu yang tidak disadari adalah bahwa ia memerlukan usaha yang lebih kuat untuk berhenti merokok.

Rokok yang mengandung kadar tar yang sedikit tidak dijamin lebih aman, karena mengandung jumlah banyak bahan-bahan kimia yang beracun yang sama seperti rokok-rokok biasa. Dan oleh karenanya perokok-perokok biasa (rokok yang mengandung nikotin) akan menarik napas lebih dalam atau bahkan mereka akan menghisap lebih banyak rokok-rokok ini. Akhirnya, jumlah tar dan nikotin yang dimasukkan ke dalam tubuh mereka sama saja seperti menghisap rokok yang biasa.

Mengurangi bahaya merokok tidak dapat dilakukan dengan penyaringan rokok karena penyaringan rokok mungkin hanya menyaring sebagian dari tar dan nikotin tetapi tidak menyekat sebutir racunpun dari asap rokok, dan juga tidak dapat dilakukan dengan mentol. Karena mentol hanya mempengaruhi rasa asap saja. Ia tidak mengurangi bahaya merokok.

Walaupun hanya menghembuskan asap rokok saja tanpa menghisapnya, tapi masih memiliki resiko tanggi karena:
  • Kebanyakan dari bahan-bahan kimia dalam asap rokok (termasuk nikotin) bisa diserap melalui mulut dan hidung. Nikotin juga bias diserap melalui kulit.
  • Asap yang dihembuskan akan berada lama di udara sekelilingnya dan apabila Anda menarik napas kembali, maka ia akan masuk lagi ke paru-paru Anda.
  • Kebanyakan perokok tidak menyadari bahwa mereka menghisap asap rokok apabila mereka menghembuskannya.
Kebanyakan racun dalam asap rokok diserap ke dalam aliran darah. Apabila seorang wanita yang hamil merokok, bahan-bahan ini beralih dari ibu ke darah bayinya. Bayi wanita perokok mungkin dilahirkan kurang berat, tidak cukup bulan atau tidak dapat hidup. Bayi-bayi ibu yang merokok lebih berkemungkinan meninggal dunia pada tahun pertama. Jika mereka terus hidup, mereka mempunyai resiko yang lebih buruk untuk terjangkit paru-paru dan juga perkembangan fisik dan mentalnya kurang baik.

Penelitian menunjukkan bahwa bagi wanita yang tidak merokok, asap yang dihisap dari rokok suami bisa mempengaruhi kesehatan bayi yang sedang dikandungnya. Kedua orang tua harus meninggalkan kebiasaan merokok di awal kehamilan jika mereka mau mengurangi resiko kesehatan bayi mereka daripada terlambat. Itulah sebabnya, mengapa orang harus dicegah untuk tidak mencoba merokok, dan bagi yang sudah terlanjur merokok, hendaknya berusaha untuk “berhenti merokok”.

Artikel yang berhubungan:
Rokok, Racun yang Digemari
Ayah Perokok Harus Hati-hati Kalau Gendong Anak
Sayang Anak? Berhentilah Merokok!
Cara Efektif untuk Berhenti Merokok
Bayi Tidak Boleh Tidur dengan Perokok
Rokok Berdampak Pada Pendidikan

Rokok, Racun yang Digemari...!!!

Masalah “merokok” adalah masalah yang menyangkut kepedulian pada diri sendiri dan orang lain, sebab dampak negatif dari rokok tidak hanya merugikan diri si perokok sendiri, tetapi jika orang lain di sekitarnya. Selain itu kebiasaan merokok seseorang dapat menyentuh kesejahteraan dan kenyamanan orang lain yang bukan perokok, di mana seharusnya hak untuk merokok selayaknya dihentikan pada saat hak asasi orang yang tidak merokok untuk menghirup udara bersih dan segar mulai terganggu, atau setidaknya mencari tempat khusus untuk merokok.

Upaya-upaya seperti sosialisasi, legistasi, informasi dan edukasi dengan tujuan meningkatkan keterampilan hidup sehat, dimana pada akhirnya diharapkan dapat menurunkan jumlah perokok aktif serta mempromosikan lingkungan hidup sehat, telah dilakukan banyak pihak, termasuk Departemen Pendidikan Nasional melalui Pusat pengembangan Kualitas jasmani, namun upaya tersebut harus tetap dilaksanakan secara berkesinambungan dan terpadu diantaranya melalui sosialisasi dan penyebaran informasi yang tepat, singkat, dan lugas bagi masyarakat umum.

Booklet ini disusun, dan harapan dapat bermanfaat bagi remaja khususnya dan masyarakat pada umumnya, dalam rangka mendukung Program pencegahan Remaja Merokok baik melalui jalur pendidikan formal maupun non-formal.


Artikel yang berhubungan: 
Bayi Tidak Boleh Tidur dengan Perokok
Rokok Berdampak Pada Pendidikan Anak
Cara Efektif untuk Berhenti Merokok
Ayah Perokok Harus Hati-hati Kalau Gendong Anak
Rokok Sumber Penyebab Dari Berbagai Penyakit
Sayang Anak? Berhentilah Merokok!

STOP Tayangan Televisi yang Tidak Mendidik!

Tayangan televisi di Indonesia yang bersifat mendidik masih sangat minim, bila dibandingkan dengan negara-negara lain. Tayangan yang mendidik hanya mencapai 1-2 persen, sementara di luar negeri rata-rata mencapai 20-30 persen. Tayangan televisi lebih menonjolkan kekerasan yang berpengaruh negatif terhadap anak-anak dan keluarga.

Demikian salah satu kesimpulan diskusi publik dengan tema "Smackdown dan Tayangan Kekerasan pada Anak" yang diselenggarakan Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan di Jakarta, seperti yang termuat di situs BKKBN. Diskusi tersebut merupakan rangkaian acara peringatan Hari Ibu ke-78 yang bekerja sama dengan Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan, Meutia Hatta menyatakan penghentian tayangan smackdown di televisi bukan berarti persoalan yang ada selesai. Masih banyak tayangan sejenis yang telah diputar dalam bentuk kartun ataupun bentuk kekerasan yang berlebihan lainnya. "Jenis ini justru lebih mempunyai efek jangka panjang bagi kita," katanya.

Dijelaskan Meutia, masyarakat hendaknya aktif mengkampanyekan pentingnya menghentikan kekerasan pada anak. Kampanye itu termasuk melindungi anak dari paparan negatif media.

Kurang Peka
Pembicara lain dalam diskusi, Dr Fidiansyah, spesialis kejiwaan, menyatakan berdasarkan kajian neuropsikologis, anak yang sering melihat tayangan kekerasan menjadi kurang peka. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli ilmu jiwa sejak tahun 1960-an, anak-anak itu juga lebih takut menghadapi lingkungan sekitarnya. Sementara itu, Amar Ahmad dari Komisi Penyiaran Indonesia mengingatkan agar media massa yang mempunyai berbagai kepentingan juga mempunyai kontrol diri untuk menjaga dan melindungi publik dari siaran yang merusak. Kalau kontrol diri itu tidak dijalankan, maka yang diperlukan adalah regulasi.

Dia juga mengajak berbagai kalangan untuk melek media (media literacy). Dengan begitu, masyarakat dapat memilah mana tayangan yang layak untuk dilihat dan mana yang tidak. Sementara regulasi diperlukan bukan untuk mengekang media, tetapi menjaga hak anak bangsa. "Jangan sampai hak anak bangsa terinjak karena kapitalisme yang menggurita tanpa nurani," ujarnya.

Diskusi itu juga menyepakati bahwa tayangan smackdown telah membawa dampak buruk bagi anak. Telah banyak korban berjatuhan akibat tayangan tersebut, mulai dari mental hingga fisik. Beberapa anak Indonesia telah meninggal dan mengalami cacat, terkait tayangan itu.

Salah satu rekomendasi yang muncul dalam pertemuan itu adalah meminta negara mengambil sikap tegas atas maraknya tayangan kekerasan di televisi dengan mengeluarkan peraturan pemerintah. Diharapkan, aturan itu memuat larangan untuk menayangkan kekerasan dan pornografi di media. (cy)



Artikel yang Berhubungan:
Pengaruh Negatif dan Aturan Penggunaan Gadget Pada Anak
Gadget Sebagai Jawaban Orang Tua Pada Anak
Barang-barang Teknologi yang Dapat Menyebabkan Kecanduan
Dampak Negatif Dari Kecanduan Teknologi
Ingin Anak Cerdas? Hentikan Membiasakannya Nonto Televisi
Era Layar Bahayakan Mata dan Jiwa Anak

Awas! Memukul Anak Bisa Bikin Perilakunya Makin Buruk

Memukul anak merupakan cara menghukum yang tidak dianjurkan untuk setiap orangtua. Studi menemukan memukul anak bisa mengurangi kecerdasan emosional dan membuat perilakunya semakin buruk.

Para peneliti menemukan hukuman memukul anak bisa mengurangi kecerdasan emosional dan kemampuan fungsi eksekutifnya (kemampuan untuk berpikir dan memodifikasi perilakunya bila diperlukan) dibanding dengan anak yang menerima hukuman non-fisik.

Hukuman fisik yang terus menerus bisa membuat anak semakin tidak disiplin karena kemampuan eksekutifnya semakin menurun. Meskipun dalam jangka pendek anak-anak ini bisa berperilaku disiplin untuk menghindari dipukul, tapi dalam jangka panjang perilaku anak justru akan semakin memburuk.

Peneliti dari universitas di Amerika dan Kanada ini memperingatkan orangtua untuk tidak memberikan hukuman fisik bagi anak-anaknya, karena keuntungan yang didapat hanya dalam jangka waktu pendek saja.

Studi ini memantau 63 anak dari 2 sekolah swasta di Afrika Barat yang berusia 5-6 tahun. Salah satu sekolah menggunakan hukuman fisik bagi siswa yang melakukan pelanggaran, sementara sekolah lain menggunakan hukuman non-fisik seperti peringatan dan keluar kelas.

Hasil studi yang dilaporkan dalam jurnal Social Development menunjukkan anak-anak yang tidak mendapatkan hukuman fisik secara signifikan memiliki nilai tugas-tugas yang lebih tinggi dibanding anak dengan hukuman fisik.

"Lingkungan dengan hukuman yang keras kemungkinan memiliki efek jangka panjang yang merugikan kecerdasan verbal anak dan kemampuan fungsi eksekutifnya," ujar penulis studi Profesor Victoria Talwar dari McGill University di Montreal, Kanada, seperti dikutip dari Telegraph.

Prof Victoria menuturkan studi ini menunjukkan bahwa hukuman fisik tidak mengajarkan anak-anak bagaimana ia berperilaku atau meningkatkan pembelajarannya, tapi justru memberikan dampak negatif.

"Dalam jangka pendek mungkin tidak memiliki efek negatif, tapi jika dilakukan dari waktu ke waktu kondisi ini tidak akan membantu anak dalam memecahkan masalah keterampilan dan justru menghambat perilakunya menjadi tidak tepat," ungkapnya.

detik.com



Artikel yang Berhubungan:
Kebersamaan Antara Anak dan Orang Tua
Kiat Menanamkan Disiplin Pada Anak
Mendidik Anak Tanpa Kekerasan
Menjadikan Anak Taat Kepada Orang Tua Tanpa Menghukum
Memahami Dunia Emosi Anak
Dampak Perilaku Orang Tua Kepada Anak
Tolong Jangan Katakan Hal Ini Pada Anak Anda

Belajarlah Dengan Cara Menyenangkan Glenn Doman

Karena balita senang belajar apa saja, ia pun akan senang belajar membaca. Belajar membaca pada bayi menstimulasi perkembangan visualisasinya. Perlu Ibu Bapak pahami bahwa yang diartikan belajar membaca pada bayi adalah menstimulasi indera visualisasinya. Bukankan sampai berusia 12 bulan, buah hati Anda hanya mengeluarkan bunyi-bunyian? Ketika Anda akan mengajari bayi Anda yang baru lahir membaca maka intinya adalah menstimulasi penglihatan atau visual stimulation.

Begitu lahir seorang bayi hanya bisa melihat terang dan gelap. Bayi yang baru lahir belum bisa melihat suatu bentuk. Dalam jam-jam pertama kehidupannya, dia mulai bisa melihat secara samar suatu bentuk dalam periode yang singkat. Pada masa ini orang tua sangat berperan untuk meningkatkan kemampuan penglihatan bayi dengan berbagai stimulasi. Semisal memperlihatkan benda-benda dengan warna-warni yang menyolok.

Untuk menstimulasi penglihatan ini, orang tua bisa memperlihatkan bentuk kata-kata pada bayi dengan huruf-huruf besar. Dengan stimulasi yang terus-menerus bayi Anda akan terstimulasi untuk mengembangkan kemampuan melihat secara detil. Kemampuan ini adalah hasil stimulasi dan kesempatan bukan masalah genetika.

Ketika Anda memperlihatkan karton yang berisikan kata-kata tunggal dengan huruf-huruf besar, Anda sebenarnya sedang menumbuhkan daya penglihatannya. Stimulasi visual memiliki banyak keuntungan, antara lain meningkatkan keingintahuan, konsentrasi, dan kemampuan memperhatikan objek tertentu.

ibudanbalita.com



Artikel lainnya:

Next Prev home