Temukan bakat, potensi dan keunikan Anda dengan Unique Fingerprint Analysis.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat/talenta dan keunikan yang berbeda. Optimalkan setiap potensi yang ada, dengan stimulasi yang tepat.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat dan karakter yang berbeda.

Dapat dilakukan untuk anak balita hingga usia dewasa, dalam kondisi apapun, tidak memerlukan tanya jawab dan tes tertulis.

Cara mendidik yang efektif terhadap seorang anak, belum tentu menjadi efektif pada anak lain.

Penting bagi orang tua untuk memahami karakternya sendiri, sebelum memahami karakter anaknya.

Optimalkan kelemahan anak melalui keunggulannya.

Analisa ini bukan Ilmu Ramal, tetapi analisa ini dikembangkan berdasarkan ilmu Dermatoglyphics.

Setiap orang memiliki 8 kecerdasan dan masing-masing orang memiliki urutan yang berbeda.

Semua kecerdasan sederajat, artinya tidak ada kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting antara satu dengan yang lainnya.

Cara Efektif untuk Berhenti Merokok

Apabila Anda bukan perokok, jangan memulai! Tetapi apabila Anda sudah jadi perokok, maka tinggalkanlah! Jika Anda meninggalkan kebiasaan merokok hari ini badan Anda akan bebas dari nikotin dalam masa 8 jam. Kira-kira dalam satu minggu kemungkinan besar efek samping dari kebiasaan merokok akan hilang.

Lama kelamaan badan Anda akan memperbaiki kerusakan yang disebabkan oleh tembakau. Dan jika Anda terus menjauhkan diri dari rokok, resiko mengidap penyakit yang berhubungan dengan merokok berkurang.

MASIH BELUM TERLAMBAT UNTUK BERHENTI!!!

Tidak ada cara terbaik berhenti merokok untuk semua orang, karena pengaruhnya berlainan. Tetapi hanya ada satu masalah yang sama diantara bekas perokok yang sukses adalah mereka semua memang mau berhenti merokok!

Berikut ini tips untuk berhenti atau meninggalkan kebiasaan merokok:
  1. Niat yang kuat dari diri sendiri.
  2. Cari alasan kuat mengapa Anda ingin berhenti merokok.
  3. Tetapkan tanggal untuk berhenti merokok; misalnya dengan mulai menghitung biaya yang harus dikeluarkan satu tahun, dan seterusnya; termasuk biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan gangguan kesehatan akibat merokok; dan andai kata biaya tersebut dialihkan untuk sesuatu yang lebih bermanfaat.
  4. Singkirkan asbak dan segala sesuatu yang dapat menimbulkan keinginan untuk merokok.
  5. Minta dukungan teman dan atau keluarga.
  6. Lakukan beberapa cara yang dapat Anda pilih sebagai berikut:
    CARA 1: Langsung Berhenti
    Seorang perokok berhenti merokok sepenuhnya pada saat tertentu yaitu bila hari ini Anda masih merokok, besok Anda berhenti sama sekali. Cara ini adalah yang paling banyak dijalani. Kebanyakan bekas perokok berhenti melalui cara ini lebih efektif dan paling berhasil.

    CARA 2: Penundaan
    Cara ini mengajak Anda menunda masa Anda menghisap batang rokok yang pertama sehingga Anda dapat bertahan satu hari tanpa rokok. Atau Anda bisa menunda menyalakan batang rokok sepenuhnya setiap kali Anda ingin merokok. Atau dapat juga menunda waktu atau saat menghisap rokok pertama, dua jam setiap hari dari hari sebelumnya; misalnya kebiasaan menghisap rokok pertama rata-rata jam 07.00 pagi, dengan target berhenti merokok dalam 7 (tujuh) hari, maka penundaan rokok pertama mulai dari:
    ~ Hari pertama :jam 09.00
    ~ Hari kedua :jam 11.00
    ~ Hari ketiga :jam 13.00
    ~ Hri keempat :jam 15.00
    ~ Hari kelima :jam 17.00
    ~ Hari keenam :jam 19.00
    ~ Hari ketujuh :jam 21.00 – berhenti

    CARA 3: Pengurangan Bertahap
    Cara ini adalah dengan mengurangi bilangan rokok yang dihisap setiap hari sehingga Anda tidak merokok lagi sama sekali.

    Anda juga bisa mengurangi separuh dari satu batang rokok setiap kali Anda merokok. Atau jumlah rokok yang dihisap setiap hari dikurangi secara berangsur-angsur dengan jumlah yang sama, sampai 0 (nol) batang pada hari terakhir; misalnya target 7 (tujuh) hari dengan rata-rata menghisap 2 (dua) bungkus rokok (28 batang rokok) setiap harinya, maka:
    ~ Hari pertama: 24 batang
    ~ Hari kedua : 20 batang
    ~ Hari ketiga : 16 batang
    ~ Hari keempat: 12 batang
    ~ Hari kelima : 8 batang
    ~ Hari keenam : 4 batang
    ~ Hari ketujuh : 0 batang

    CARA 4: Terapi Penggantian Nikotin
    Tempelan nikotin bisa menolong mengurangi gejala ketagihan yang Anda alami apabila Anda berhenti secara mendadak. Nikotin dalam tempelan menembus kulit ke dalam tubuh Anda untuk mengurangi keinginan merokok. Ini menolong Anda menghadapi kebiasaan merokok dan ketergantungan pikologis. Tanyakan kepada dokter Anda keterangan lebih lanjut.

    Pilih kesimpulan waktu yang tepat untuk berhenti, Anda boleh pilih hari yang berarti dalam hidup Anda seperti hari ulang tahun atau tahun baru. Umat islam yang berhenti merokok selama bulan Ramadhan bisa menggunakan kesempatan ini untuk berhenti merokok selama-lamanya.

  7. Tanamkan dalam diri Anda yang sudah berhenti merokok:
    ~ Untuk tidak membiarkan rokok mengendalikan hidup Anda.
    ~ Mulai menghargai diri sendiri dan orang lain, dengan tidak meracuni diri dengan rokok.
    ~ Nikmatilah keuntungan secara materil (fisik dan financial) setelah berhenti merokok.
    ~ Tingkatkanlah keterampilan untuk menjalani hidup sehat dan bugar.

  8. Apabila Anda masih merasa:
    • Ingin sekali merokok -- Alihkan perhatian dan ingatkan diri akan bahaya rokok; minum air putih yang banyak, serta tarik napas panjang dan dalam beberapa kali
    • Gelisah, sulit konsentrasi, pusing, dan tidak semangat -- Cari udara segar, gerakkan badan, rentangkan kaki selebar bahu, tarik napas dalam-dalam selama beberapa menit
    • Susah buang air besar -- Makan sayur dan buah yang banyak mengandung serat, serta minum air putih yang banyak
    • Rasa lapar dan berat badan bertambah -- Olahraga teratur dan diet yang sehat
    • Batuk-batuk, mual, diare -- Ke dokter, agar diatasi sesuai gejala
    • Ingin merokok sesudah makan -- Segera berdiri, cari dan lakukan kegiatan lain
    • Biasa merokok sambil minum kopi -- Ganti kopi dengan minuman lain, atau minum kopi sambil menyantap snack yang sehat
    • Rasa “kehilangan rokok” di tangan -- Gantikan dengan benda lain
    • Bila tetap tidak tertahankan -- Hubungi pusat pelayanan kesehatan terdekat (seperti: puskesmas, klinik, rumah sakit, atau dokter pribadi Anda).

Reaksi-reaksi yang normal setelah berhenti merokok adalah:
  1. Susah untuk memusatkan perhatian atau rasa mabuk karena otak anda perlu menyesuaikan diri kepada oksigen yang lebih.
  2. Batuk dan hidung beringus karena paru-paru Anda mencoba menghilangkan semua kotoran dan kuman yang terkumpul semasa Anda merokok.
  3. Keinginan yang kuat untuk merokok selama satu atau dua minggu selama tubuh Anda mencoba menghilangkan nikotin.
  4. Rasa bergetar di tangan dan kaki apabila darah mulai mengalir seperti biasa.

Tidak semua orang mengalami gejala-gejala seperti ini tetapi jangan putus asa jika Anda mengalaminya. Hal ini akan hilang dalam satu atau dua minggu dan itu adalah tanda-tanda bahwa keadaan Anda mulai membaik.

Cara mengatasi keinginan untuk merokok:
  1. Minta anggota keluarga dan rekan-rekan Anda supaya mendukung dan mengingatkan Anda.
  2. Jauhi orang-orang, tempat dan keadaan yang dapat membuat Anda tertarik untuk merokok sekurang-kurangnya pada minggu-minggu pertama setelah berhenti.
  3. Hindari keinginan untuk merokok dengan membuang semua rokok-rokok, pematik api dan tempat abu rokok.
  4. Bergaya seperti orang yang tidak merokok. Gantungkan tanda “dilarang merokok” untuk mengingatkan diri Anda sendiri.
  5. Ubahlah pekerjaan yang dilakukan setia hari untuk meninggalkan kebiasaan merokok. Misalnya, kebiasaan merokok setelah makan, bangun dari meja makan dan gosok gigi atau pergi jalan-jalan.
  6. Lakukan sesuatu yang memerlukan Anda menggunakan tangan, seperti membersihkan rumah, membuat kerajinan tangan atau berkebun.
  7. Cari sesuatu yang menarik untuk dilakukan pada saat-saat Anda ingin merokok. Biarkan diri Anda senantiasa sibuk dan aktif dengan melakukan hobi baru.
  8. Kunyahlah makanan kecil atau makanan ringan yang menyehatkan (seperti sayur-sayuran dan buah-buahan) dan lebih banyak minum.
  9. Berolahragalah selalu. Senam yang dapat melegakan pernapasan dan Anda merasa lebih bertenaga.
  10. Pelajari cara-cara menenangkan diri seperti bernapas dengan panjang dan melemaskan otot untuk melegakan pernapasan.
  11. Jika Anda merasa kaku karena tidak memegang rokok di tangan Anda, gunakan benda-benda lain seperti pensil, klip kertas, uang koin atau pengorek gigi.
  12. Dokter Anda bisa memberikan tempelan nikotin untuk membantu Anda mengurangi keinginan merokok. Ini bisa anda dapatkan di klinik-klinik berhenti merokok, di poliklinik-poliklinik tertentu (lihat di bawah).
  13. Mintalah dokter gigi Anda membersihkan gigi Anda dari kotoran yang disebabkan oleh tembakau supaya Anda kelihatan lebih menarik. Anda tidak ingin mengotori gigi Anda lagi.
  14. Hadiahkan diri Anda sendiri setiap minggu atau setiap bulan dengan bebas rokok. Gunakan uang yang biasa dipakai untuk membeli rokok untuk membeli sesuatu yang benar-banar Anda inginkan.

PERUBAHAN PADA TUBUH SETELAH BERHENTI MEROKOK
~ Dalam 20 menit
Tekanan darah dan denyut nadi kembali ke normal

~ Dalam 8 jam
Kadar oksigen di darah kembali ke angka normal

~ Dalam 24 jam
Karbon monoksida dieliminasi oleh tubuh. Paru mulai mengeluarkan mokus dan debritis dari tubuh.

~ Dalam 48 jam
Nikotin tidak dapat lagi dideteksi dari dalam tubuh. Kemampuan untuk mencium dan merasa menjadi lebih baik.

~ Dalam 72 jam
Bernapas mulai terasa lebih lega karena bronkus lebih elastis. Levelenergi mulai meningkat.

~ Dalam 2-12 minggu
Sirkulasi di berbagai bagian tubuh mulai membaik.

~ Dalam 3-9 bulan
Gangguan pernapasan seperti batuk, sesak napas dan bising mulai membaik. Secara keseluruhan fungsi paru akan meningkat sekitar 5-10 %.

~ Dalam 5 tahun
Resiko terjadinya serangan jantung menjadi setengah daripada mereka yang terus merokok.

~ Dalam 10 tahun
Resiko mendapat kanker paru menjadi separuh dari resiko para perokok. Resiko mendapat serangan jantung menjadi kurang lebih sama dengan mereka yang tidak pernah merokok sama sekali sebelumnya.


Artikel yang berhubungan: 
Rokok, Racun yang Digemari
Bayi Tidak Boleh Tidur dengan Perokok
Rokok Berdampak Pada Pendidikan Anak
Ayah Perokok Harus Hati-hati Kalau Gendong Anak
Rokok Sumber Penyebab Dari Berbagai Penyakit
Sayang Anak? Berhentilah Merokok!

Sayang Anak? Berhentilah Merokok!

Anda termasuk ayah yang merokok? Berhentilah mulai saat ini. Kebiasaan buruk Anda berakibat fatal pada anak Anda. Ya, karena Angka kematian bayi dan anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang ayahnya merokok lebih tinggi jumlahnya dibanding mereka yang ayahnya tidak merokok.
Hal itu diungkapkan Ketua Badan Khusus Pengendalian Tembakau, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Widyastuti Soerojo.

“Angka itu hasil survei 360.000 keluarga miskin perkotaan dan pedesaan,” kata dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat di Universitas Indonesia (FKM UI) itu dalam seminar “Meningkatkan Harkat dan Martabat Konsumen dengan Informasi Jelas dan Benar dan Perlindungan Hukum” di Jakarta, Senin.

Kematian bayi di kota dengan ayah merokok 6,3 persen, sedangkan pada ayah tak merokok 5,3 persen, sedangkan kematian bayi di desa dengan ayah merokok 9,2 persen sedangkan pada ayah tak merokok 6,4 persen, ujarnya.

Ia mengemukakan, kematian balita di kota dengan ayah merokok 8,1 persen sedangkan pada ayah tidak merokok 6,6 persen, sedangkan kematian balita di desa dengan ayah merokok 10,9 persen sedangkan pada ayah tak merokok 7,6 persen.

Sementara itu, Arini Setiawati dari Departemen Farmakologi dan Terapeutik Fakultas Kedokteran (FK) UI mengatakan bahwa asap tembakau mengandung lebih dari 4.000 zat kimia, di mana lebih dari 250 zat merupakan toksik (racun) atau karsinogenik (penyebab kanker).

“Zat kimia dalam asap tembakau, antara lain aseton yang juga ada pada pelarut cat, zat butan ada pada cairan pemantik, arsen ada di racun tikus, cadmium ada di baterei mobil, karbonmonoksida ada di asap knalpot, atau benzpiren ada pada asap kayu bakar,” katanya.

Namun demikian, ujar dia, merokok tetap menyebabkan adiksi atau ketergantungan pada nikotin, hal itu karena dengan nikotin perokok mendapatkan kesenangan dan ketenangan.

Setelah rokok yang mengandung 6-11 mg nikotin diisap, 1-3 mg nikotin akan masuk ke otak dalam beberapa detik melalui peredaran darah paru dan berikatan dengan reseptornya di suatu area di otak tengah sehingga menyebabkan pelepasan dopamin di Nucleus Accumbens. Dopamin ini menimbulkan perasaan senang dan tenang, tambahnya.

“Adiksi merokok terjadi karena ada penurunan dopamin sewaktu tidak merokok sehingga timbulah gejala “withdrawal” berupa cepat marah, cemas, sukar konsentrasi, dan stres yang membuat perokok sangat mengharapkan asap rokok agar melepas Dopamin untuk mengembalikan kesenangan dan ketenangan tadi,” katanya.

Nikotin juga menyebabkan pelepasan zat-zat lain termasuk morfin endogen yang menyebabkan perokok menjadi waspada, mudah konsentrasi, nafsu makan menurun dan ambang sakit meningkat.

“Dosis toksik tembakau adalah 3-6 gram yang gejala keracunannya berupa mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, sukar bernafas, pingsan dan kejang-kejang,” katanya.

Berhenti merokok tiga bulan saja, ujarnya, membuat fungsi paru membaik dan berkurangnya batuk dan sesak nafas, berhenti setahun maka resiko penyakit jantung turun 50 persen, sedangkan berhenti lima tahun resiko stroke menjadi sama dengan yang tidak merokok.
(orbit99community.com -rol/erw)


Artikel yang berhubungan: 
Rokok, Racun yang Digemari
Cara Efektif Untuk Berhenti Merokok
Bayi Tidak Boleh Tidur dengan Perokok
Rokok Berdampak Pada Pendidikan Anak
Ayah Perokok Harus Hati-hati Kalau Gendong Anak
Rokok Sumber Penyebab Dari Berbagai Penyakit

Mendidik Balita Agar Aktif Secara Sosial

Sebentar lagi balita Anda akan memasuki pre-school dan merasakan pengalaman bersekolah untuk pertama kalinya. Dia akan memulai untuk bersosialisasi dengan teman sebayanya, bukan hanya dengan anggota keluarganya. Karena itu Anda perlu mengetahui cara mendidiknya agar ia pun aktif secara sosial.
Seorang anak balita tidak mampu bersosialisasi seperti kita yang sudah dewasa. Di usia yang sangat dini ini, sebagian besar anak belum mempunyai empati yang cukup untuknya bermain secara harmonis di dalam grup. Bagi kebanyakan balita, satu hal yang paling penting baginya adalah dirinya sendiri. Ditambah lagi, balita masih belum mengerti dengan jelas mengenai hal yang benar dan salah, belum bisa bersopan-santun dan pada dasarnya belum bisa mengendalikan diri.

Tetapi, untuk beberapa tahun ke depan, ia dapat belajar untuk berbagi dan bekerjasama, belajar peka akan perasaan orang lain, menyelesaikan pertengkaran dengan kata-kata dan bukan dengan perilaku yang agresif, pendeknya, mereka akan mampu untuk berteman.

Anda bisa membantu mereka mencapai titik ini dengan melakukan hal-hal berikut ini:

Mengajarkan rasa percaya diri.
Anak-anak harus menyukai dirinya sendiri sebelum mereka dapat membuka diri kepada orang lain.

Berteman dengan balita Anda.
Kesempatan pertama balita Anda untuk berteman adalah dengan orang tuanya. Di setiap saat Anda bersamanya, ingatlah untuk mencontohkan perilaku sosial yang benar. Ajarkan ia untuk berbagi, ajarkan ia untuk berkata, “Boleh tidak?” bila ia hendak melakukan atau mengambil sesuatu, ajarkan ia untuk berterima kasih, Mengobrollah dengan dia dan siapkan ia untuk beradaptasi dengan situasi sosial yang akan ia hadapi di kemudian hari.

Bermain dengan anak lain.
Lebih mudah bagi kebanyakan balita untuk bersosialisasi dengan hanya satu orang anak lain. Anda bisa mengatur agar si Kecil bisa bermain dengan anak teman Anda, atau sepupunya, terutama bila anak Anda mempunyai kesulitan bergaul dengan grup yang besar. Tetapi, jangan memaksanya untuk bergaul bila ia belum siap; selain tidak adil untuknya, hal ini juga bisa menyebabkan ia untuk berotak.

Ajarkan permainan secara grup.
Ada beberapa aktivitas yang mendukung kebersamaan dibanding individualisistis, seperti permainan petak umpet, membangun balok, permainan bola, dan permainan lain yang mengharuskan anak-anak untuk bergiliran dan memberikan pengalaman yang mereka butuhkan untuk memupuk persahabatan.

Bersikap netral dan awasi dia dari dekat.
Karena balita masih seringkali tidak bisa ditebak dan emosional, saat ia mulai bergaul, Anda perlu mengawasinya. Anda tidak perlu terlibat dalam pergaulannya tetapi Anda harus menjaga bila tiba-tiba terjadi konflik. Anda juga harus bisa bersikap netral dan tidak selalu memihak anak Anda. Terima gaya bergaul anak Anda. Setiap balita, seperti juga orang dewasa, mempunyai pendekatan yang tersendiri dalam bergaul. Ada yang lebih senang bermain dengan grup besar, ada yang lebih senang bergaul dengan satu-dua teman saja. Tetapi ada juga yang cuma lebih senang mengamati dari jauh dan tidak mencoba bergaul dekat. Semuanya tidak apa-apa.

Berikan banyak kesempatan untuk berlatih.
Anak-anak yang memulai pergaulan pada umur yang lebih awal (berasal dari keluarga besar, biasa bermain dengan anak tetangga, dsb) akan lebih mudah untuk bersosialisasi. Bila anak Anda belum mempunyai pengalaman ini, Anda bisa mengaturkan grup bermain baginya, atau Anda juga bisa membiasakan dia bermain dengan sepupu-sepupunya terlebih dahulu.

Jangan memaksa.
Bila Anda memaksanya untuk bersosialisasi, Anda tidak membantunya untuk berteman, sebaliknya ini bisa membuat ia menjadi anti sosial. Seiring dengan waktu, anak Anda akan mengerti sendiri bahwa bermain dengan teman sebayanya adalah sangat menyenangkan.

ibudanbalita.com



Artikel lainnya:

Pentingnya Olahraga, Sebagai Stimulasi Motorik Anak

Anak-anak dengan kondisi yang bugar cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengatasi tantangan fisik dan emosi. Biasakan anak untuk melakukan olahraga ketahanan diri, seperti berlari, melompat, bersepeda, dan berenang.

Sejak terkena demam tinggi cukup lama, Arvi sering dilarang orang tuanya bermain di luar rumah. Padahal sebelumnya, anak berumur 5 tahun ini terbilang aktif. Sering bermain sepeda, petak umpet, bulu tangkis atau sekedar bekejar-kejaran. Bahkan ketika anak lain sudah diminta pulang orang tuanya, karena matahari mulai bersinar terik, Arvi malah baru mulai menaikkan layangannya. Menjelang sore, saat teman-temannya masih tidur siang, dia sudah mulai lagi bermain layang-layang.

Lantaran itulah, orang tuanya mengatakan, Arvi mengalami demam tinggi. Dan untuk meredam keinginannya bermain-main di bawah terik sinar matahari, orang tuanya membelikan Playstation. Sejak itu Arvi jarang bermain-main di luar rumah. Bahkan ketika teman-temannya mengajak bermain, ia lebih suka “balapan” sendiri di depan layar televisi. Sudah enam bulan kebiasaannya itu berlangsung, dan bila sekali-kali bermain dengan teman-temannya Arvi sering limbung, bentuk tubuhnya pun semakin membulat.

Olahraga tidak hanya penting untuk orang dewasa, anak-anak pun perlu aktivitas fisik agar pertumbuhannya optimal. Anak yang berolahraga secara teratur dipercaya akan lebih sehat, gembira, juga dipercaya diri sehingga lebih mudah berteman, dan menyesuaikan diri. Melakukan olahraga sejak dini, menurut Dr. Tanya Tatiana M. Rotikan, SpKO, tidak hanya menjadikan anak tumbuh sehat dan kuat, tapi juga bisa mencegah obesitas pada anak. Secara alamiah, anak-anak memang kerap aktif bergerak.

“Bahkan ketika dilahirkan pun, dia sudah bisa menggerakkan tangan dan kakinya secara otomatis,” ujarnya. Oleh sebab itu, dokter spesialis olahraga dari KONI ini menyarankan para orangtua untuk melatih anak-anaknya berolahraga sejak dini. Menurutnya, kebiasaan berolahraga akan membantu si anak untuk mengembangkan kemampuan motoriknya.

Namun tak semua orang tua bisa dengan sukarela membebaskan anaknya melakukan kegiatan olahraga di luar rumah. Faktor keamanan sering menjadi alasan orang tua untuk melarang anak pergi keluar rumah. Sementara di dalam rumah tak ada ruang terbuka untuk anak berolahraga. Padahal, Tanya justru menganjurkan supaya anak-anak berolahraga di luar ruang. Apalagi ketika pagi atau sore hari. ”Saat pagi hari, matahari pagi sangat baik untuk pertumbuhan tulang si anak, karena matahari pagi membantu pembentukan vitamin D.” jelas Tanya.

Tingkatkan fleksibilitas dan kebugaran
Dengan berolahraga secara rutin, anak-anak akan memiliki kondisi tubuh yang bugar dan akan membantu untuk mendapatkan kualitas tidur yang lebih baik. Anak-anak dengan kondisi yang bugar juga cenderung memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengatasi rintangan fisik dan emosi. Selain itu, tubuh bugar memperluas peluang anak untuk melalukan berbagai kegiatan fisik maupun non-fisik. Dengan melakukan olahraga rutin, menurut Tanya, kekuatan fisik juga akan meningkat.

Namun Tanya menegaskan bahwa jenis-jenis olahraga yang ditunjukkan untuk anak-anak sebaiknya tidak diarahkan untuk kekuatan motorik dan fisik. Sangat dianjurkan agar anak tidak melakukan program olahraga yang secara khusus ditunjukkan untuk menghasilkan otot-otot tubuh yang kuat, seperti push-up, pull-up, angkat beban, dan sebagainya. ”Dengan hanya memanjat atau melompat, anak juga akan mendapatkan manfaat yang kurang lebih sama dengan olahraga tersebut,” kata Tanya.

Tanya menyarankan agar olahraga yang dilakukan anak adalah olahraga yang dapat membantu meningkatkan fleksibilitas, dan membuat otot-otot sendi mudah bergerak secara penuh. Dari sekian banyak jenis olahraga, Tanya menganjurkan agar anak-anak dibiasakan untuk melakukan olahraga ketahanan diri, seperti berlari, melompat, bersepeda, hingga berenang. ”Jenis olahraga semacam itu merupakan olahraga wajib yang harus dikuasai oleh anak,” Tanya menegaskan. Menurutnya, jenis-jenis olahrga tersebut memiliki manfaat yang berbeda-beda. Namun intinya, merupakan langkah awal pembentukan fondasi untuk mendapatkan kebugaran fisik dan ketahanan otot-otot anak. ”Sehingga nantinya pertumbuhan fisik anak dan pun akan lebih baik,” jelasnya singkat.

Olahraga yang disukai
Mary L. Gavin, dokter spesialis anak di rumah sakit anak di Alfred l. Dupont, Amerika Serikat, menegaskan bahwa salah satu tugas perkembangan seorang anak adalah dengan bergerak aktif. Kegiatan tersebut akan menyenangkan, terutama jika anak memilih sendiri jenis olahraga yang disukainya. ”Tidak semua anak menyukai jenis olahraga yang umum, seperti sepakbola. Mungkin saja ada anak yang lebih tertarik pada olahraga beladiri. Orang tua sebaiknya membantu anak untuk melakukan olahraga yang disukainya secara teratur,” kata Galvin. ” Jadi orang tua hendaknya mencari cara agar anak-anaknya dapat selalu bergerak secara aktif,” tambahnya.

Tanya menekankan bahwa jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi keadaan si anak. Umumnya semua jenis olahraga memiliki manfaat tersendiri bagi anak-anak. Seperti ketika berlari misalnya, anak akan dilatih untuk melemaskan sendi-sendi otot yang digunakan untuk berlari. Terutama otot pada bagian kaki.

Dengan melakukan pergerakan seperti berjalan, melompat, dan berlari, anak akan berlatih menopang badannya, dan ini akan sangat baik untuk melatih keseimbangannya. Secara otomatis otot-ototnya pun akan ikut terbentuk, dan tulang juga akan bertambah padat. ”Selain itu, berlari juga akan berguna untuk paru dan jantungnya,” ujar Tanya.

Sedangkan berenang, memiliki manfaat lain yang juga bermanfaat untuk pertumbuhan anak-anak. ”Umumnya pada olahraga berenang yang dilatih ialah persendian di bagian punggung, dada, dan lengan atas,” jelasnya. Berenang merupakan salah satu olahraga yang paling sering dipilih orang tua dengan harapan dapat memacu tinggi badan anak. Harapan tersebut memang ada benarnya.

Berenang akan melatih semua otot-otot tubuh, sehingga dapat membantu untuk bertambah tinggi. ”Olahraga ini dapat memicu hormon-hormon pertumbuhan untuk bekerja lebih baik agar si kecil terus bertambah tinggi dan berkembang’” ungkap Tanya. Namun, dikatakannya berenang hanyalah salah satu dari sekian banyak aktivitas yang dapat dilakukan si kecil dengan manfaat yang sama. Artinya, olahraga apapun, umumnya akan membuat pertumbuhan anak berlangsung optimal.

Menurut Tanya, melakukan olahraga apapun jenisnya, hanyalah salah satu faktor pendukung dalam menempuh kondisi fisik yang sehat. Olahraga, tanpa dibarengi dengan asupan gizi yang baik, tidak akan banyak berpengaruh bagi seseorang. Terlebih lagi untuk anak-anak yang memang masih membutuhkan asupan gizi yang mendukung aktivitas yang dilakukannya sehari hari termasuk olahraga.

“Jika anak menerima asupan gizi yang baik dengan dibarengi dengan berolahraga yang teratur, itu sangat akan membantu perkembangan fisiknya. Tapi jika asupan gizinya kurang, meskipun ia berolahraga secara teratur, itu sangat akan tidak terlihat hasil dari olahraga itu,”jelasnya.

Olahraga dan Koordinasi
Alzena Masykouri, Mpsi, dari Cikal Sehat menambahkan, bahwa olahraga yang bersifat survival sport dapat membuat kemampuan motorik kasar anak meningkat, sehingga membuatnya lebih gesit dan sigap. Gerakannya menjadi lebih terkoordinasi dan itu membuatnya tampil penuh percaya diri. Dengan modal itu, ia akan mampu bersikap luwes dalam pergaulan.”Koordinasi gerakan yang baik akan membantunya menampilkan sikap perencanaan yang baik. Sehingga, ia makin terampil dalam menyelesaikan persoalan sehari-hari yang ia hadapi,” jelasnya.

Namun dalam mendampingi anak-anak yang sedang berolahraga, dianjurkan agar orang tua memperhatikan faktor kemungkinan terjadinya dehidrasi pada anak. Tingkat dehidrasi pada anak, menurut Tanya, lebih besar ketimbang orang dewasa. Umumnya orang dewasa mengenali tanda-tanda terjadinya dehidrasi melalui munculnya rasa haus, namun bagi anak-anak, dehidrasi mungkin saja terjadi sebelum rasa haus itu datang.

Yang tak kalah penting menurut Alzena, dalam melakukan olahraga, apapun itu jenisnya, anak-anak perlu diberi pengertian bahwa tujuan utama olahraga bukanlah menang atau kalah. Yang lebih penting adalah bertambah tidaknya tingkat keterampilan. Dengan makin banyak berlatih, anak akan makin terampil melakukan kegiatan olahraganya.”Makanya, orang tua dan anak harus merasa nyaman dalam melakukan aktifitas olahraga sehingga anak dapat merasakan manfaatnya dalam melakukan kegiatan olahraga,”jelasnya.

Orang tua juga perlu menyadari pentingnya melakukan pemanasan dan pendinginan sebelum dan sesudah melakukan olahraga. Pemanasan berguna untuk mempersiapkan otot-otot yang akan digunakan untuk berolahraga, sedangkan pendinginan berfungsi untuk meregangkan otot-otot setelah melakukan olahraga. “Dengan melakukan pemanasan dan pendinginan, diharapkan akan terhindar dari cedera otot selama melakukan atau sesudah melakukan olahraga,”jelas Tanya. Alzena menambahkan, faktor moody juga harus diperhatikan oleh para orang tua. Pada anak-anak, moody memang kerap terjadi, apalagi ketika Ia merasa bosan dengan kegiatan olahraganya. Untuk itu Alzena menyarankan agar orang tua selalu berusaha agar dapat membuat anaknya merasa butuh untuk berolahraga dengan aktivitas yang disukainya.

Misalnya, ketika bersepeda bersama ayah, anak merasa senang karena ayah meluangkan waktu dan mendapat pengalaman yang seru karena menjelajah daerah pemukiman yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. ”Jika anak sedang merasa kesal, bisa jadi olahraga merupakan cara untuk melampiaskan kekesalannya dan kembali merasa nyaman,”ungkapnya.

Alzena pun yakin, olahraga sebenarnya dapat membuat kepercayaan diri anak menjadi lebih baik. Dengan memiliki salah satu keterampilan, seperti olahraga, anak akan memiliki modal untuk berinteraksi dengan teman sebayanya. ”Jika ia dapat menguasai satu atau lebih dari beberapa jenis olahraga, Ia akan semakain pede dalam bergaul,”katanya

Dalam melakukan olahraga, anak-anak perlu diberi pengertian bahwa tujuan utama berolahraga bukanlah menang atau kalah. Yang lebih penting adalah bertambahnya tingkat keterampilan.

Manfaat olahraga bagi anak-anak :
Memaksimalkan kemampuan motorik dasar. Menginjak usia 4-5 tahun, anak-anak sudah mengusai kecakapan motorik dasar, seperti berjalan, berlari, dan melompat, meski belum sempurna. Sehubungan dengan itu, balita butuh berolahraga demi memaksimalkan keterampilan motorik dasar tersebut. Tumbuh kembang yang sehat. Olahraga memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan anak. Dengan berolahraga secara teratur, kebugaran jantung dan paru-paru anak akan terjaga, postur dan keseimbangan tubuh menjadi bagus, dan otot maupun tulangnya menjadi kuat. Mencegah obesitas. Bukan hanya makanan yang sarat gula dan lemak, faktor lain seperti panjangnya jam sekolah, kurangnya fasilitas penunjang seperti taman bermainn di area perumahan, asik menonton tv, bermain dengan komputer dan Playstation, bisa memicu kegemukan aktivitas fisik yang rendah. Olahraga rutin bisa mencegah anak mengalami obesitas.

ibudanbalita.com



Artikel yang berhubungan:

Next Prev home