Temukan bakat, potensi dan keunikan Anda dengan Unique Fingerprint Analysis.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat/talenta dan keunikan yang berbeda. Optimalkan setiap potensi yang ada, dengan stimulasi yang tepat.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat dan karakter yang berbeda.

Dapat dilakukan untuk anak balita hingga usia dewasa, dalam kondisi apapun, tidak memerlukan tanya jawab dan tes tertulis.

Cara mendidik yang efektif terhadap seorang anak, belum tentu menjadi efektif pada anak lain.

Penting bagi orang tua untuk memahami karakternya sendiri, sebelum memahami karakter anaknya.

Optimalkan kelemahan anak melalui keunggulannya.

Analisa ini bukan Ilmu Ramal, tetapi analisa ini dikembangkan berdasarkan ilmu Dermatoglyphics.

Setiap orang memiliki 8 kecerdasan dan masing-masing orang memiliki urutan yang berbeda.

Semua kecerdasan sederajat, artinya tidak ada kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting antara satu dengan yang lainnya.

Mau Bayi Laki-Laki atau Perempuan?

Perdebatan soal jenis kelamin bayi memang masih sering terjadi pada pasangan muda. Suami ingin anak laki-laki, sementara Anda berpikiran sebaliknya.

Anda tak perlu bingung, karena pasangan suami istri bisa merencanakan jenis kelamin bayi yang akan dikandung. Tetapi angka keberhasilannya tidak mencapai 100%, dan apapun hasilnya Anda harus menerimanya dengan ucapan syukur.

Ada beberapa langkah yang perlu dilakukan pasangan suami istri untuk mendapatkan jenis kelamin yang diinginkan, seperti diet, waktu berhubungan seks, pencucian vagina dengan cairan asam atau basa, di luar medis bisa menggunakan kalender China yang ternyata angka keberhasilannya cukup tinggi.

Seperti diketahui, laki-laki dalam hal ini sel sperma ada yang memiliki kromosom seks jenis X dan Y. Sedangkan wanita punya dua kromosom seks yang sama, yaitu X dan X. Bila dalam berhubungan seks. Sperma X membuahi sel telur, maka terjadilah pertemuan kromosom X dan X, sehingga yang didapat adalah bayi perempuan (XX). Sebaliknya bila sperma Y yang membuahi sel telur, maka kromosom Y akan bertemu kromosom X, sehingga akan mendapat bayi laki-laki (XY). Jadi intinya, anak laki-laki bisa diperoleh jika sperma Y lebih dulu membuahi sel telur. Sedangkan untuk mendapatkan anak perempuan, maka sperma X yang harus lebih dulu.

Bagi yang siklus haidnya teratur, masa subur berlangsung 14 +/- 1 hari haid berikutnya. Artinya masa subur berlangsung pada hari ke 13 sampai hari ke 15 sebelum tanggal haid yang akan datang dan bagi yang siklus haidnya tidak teratur maka pertama tama harus dicatat panjang siklus haid sekurang kurangnya selama 6 siklus. Dari jumlah hari pada siklus terpanjang, dikurangi dengan 11 akan diperoleh hari subur terakhir dalam siklus haid tersebut. Sedangkan dari jumlah hari pada siklus terpendek dikurangi 8, diperoleh hari subur pertama dalam siklus haid tersebut. Misal: siklus terpanjang = 31, sedangkan siklus terpendek = 26, maka masa subur dapat dihitung, 31 – 11 = 20, dan 26 – 8 = 18, jadi masa subur berlangsung pada hari ke 18 sampai hari ke 20.

Saat menentukan masa subur bisa juga dilihat dari lendir atau cairan yang dihasilkan oleh leher rahim atau serviks. Saat ovulasi atau masa subur, lendir serviks akan bertambah jumlahnya dengan warna yang jernih dan elastis. Saat ini wanita akan merasakan basah pada saluran kelaminya. Untuk memeriksa elastisitas cairan serviks bisa dilakukan dengan cara memasukan jari telunjuk ke vagina sampai menyentuh serviks, lalu setelah jari terisi cairan serviks itu dikeluarkan dari vagina, dengan bantuan ibu jari, cairan itu ditarik sedemikian rupa (pelan-pelan) sampai putus. Bila terputus kurang dari 10 cm maka si wanita bukan dalam masa subur, bila sampai kira kira 10 cm maka si wanita sedang dalam masa subur.

Untuk program bayi laki-laki, disarankan wanita harus banyak mengonsumsi makanan yang bersifat basa (sayur, buah, putih telur, dan susu), sementara pasangan pria banyak mengonsumsi makanan yang bersifat asam (daging, seafood).

”Saat berhubungan seks, sebaiknya dilakukan saat ovulasi (subur) atau beberapa saat menjelang ovulasi. Sperma kromosom Y bergerak lebih cepat dibanding sperma X. Bila sel telur sudah menunggu di saluran telur hampir dipastikan sperma kromosom Y yang akan sampai dulu dan bisa segera membuahi sel telur.

Untuk merencanakan bayi laki-laki bisa pula dengan melakukan posisi hubungan dan penetrasi yang benar. Karena sperma kromosom Y bergerak lebih cepat dan memiliki daya tahan kurang, penetrasi harus dalam sehingga jarak tempuh menjadi lebih pendek sesuai dengan sifat kromosom Y sebagai sprinter. Posisi sebaiknya posisi konvensional, muka bertemu muka dengan suami berada di atas tubuh wanita.

Sebelum berhubungan, usahakan vagina bersuasana basa, ada beberapa yang membilas dengan larutan soda, namun yang lebih penting jangan terlalu buru-burumelakukan penetrasi, lakukanlah foreplay yang cukup dalam suasana santai dan penetrasi dilakukan saat istri benar-benar sudah terangsang, sehingga vagina bersuasana basa.

Untuk program bayi perempuan bisa dilakukan dengan diet, yaitu wanita banyak makan makanan yang bersifat asam seperti daging, seafood, sementara pria mengonsumsi makanan yang bersifat basa, seperti sayuran, buah, dan susu.

Ada beberapa pasangan yang membilas vaginanya terlebih dahulu dengan cuka yang dilarutkan dengan air, namun yang lebih penting segera lakukan penetrasi sebelum istri terangsang sehingga vagina masih bersuasana asam.

Pasangan suami istri juga bisa berhubungan intim dua atau tiga hari sebelum ovulasi. Posisi bercinta sebaiknya istri berada di atas dan melakukan penetrasi yang jangan terlalu dalam.

Atau ada beberapa pasangan yang menggunakan perhitungan kalender China untuk kehamilan. Yang perlu diperhatikan adalah usia wanita dan bulan saat subur,” seperti di bawah ini.

Setiap pasangan boleh berusaha untuk mendapatkan bayi laki-laki atau bayi perempuan, namun keputusan ada di tangan Tuhan. Anak laki-laki atau anak perempuan, yang pasti Tuhan tahu apa yang terbaik untuk kita semua.

Menjadikan Anak Taat Kepada Orang Tua Tanpa Menghukum

Mendidik anak-anak untuk taat kepada orang tua merupakan suatu tantangan sekaligus sebuah seni dan ketrampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang tua. Apalagi perkembangan saat ini, di mana sudah bukan zamannya lagi untuk mengancam anak baik dengan ucapan maupun pukulan.

Untuk itu setiap orang tua hendaknya benar-benar memperhatikan metode yang mereka pakai untuk berkomunikasi dengan anak-anaknya.

Berikut ini beberapa tips mendidik anak agar taat kepada orang tua tanpa hukuman sama sekali.
  1. Ajarilah anak Anda peraturan-peraturan dalam bentuk kalimat berita bukan kalimat perintah.
    Misalnya sebagai ganti dari ucapanmu ”Jangan letakkan buku sembarangan!” dengan ”Buku itu tempatnya di rak buku”, dan semisalnya. Dengan perkataan semacam ini, anak tidak akan merasa sebagai objek perintah tetapi dia merasa diperhatikan dan menjadi subjek. Pada akhirnya dia akan mempunyai rasa tanggung jawab terhadap barang-barangnya.

  2. Jelaskan aturan-aturan itu dengan baik kepadanya dan bimbinglah dia.
    Misalnya sebagai ganti dari ucapan ”Kembalikan lagi mainanmu ke tempatnya!”, katakanlah ”Adalah hal baik bila engkau mengembalikan mainanmu ke tempatnya agar tidak rusak”, apabila dia menolak, maka katakanlah ”Ayo kita kumpulkan bersama-sama”.

  3. Bila anak berbuat salah maka jangan sandarkan pada pribadinya, tetapi sandarkan pada perbuatan salahnya.
    Misalnya katakanlah ”Perbuatan ini tidak benar”, jangan katakan ”Apa yang telah kamu perbuat?”. jangan pula menyifatinya dengan bodoh atau malas, karena akan melukai perasaannya dan menjadikannya rendah diri.

  4. Hargailah keinginan-keinginan anak Anda.
    Bila anakmu mempunyai keinginan untuk memiliki semua mainan yang dipajang di toko ketika ke pasar, maka sebagai ganti dari hardikanmu kepadanya dengan sifat ”tamak”, katakanlah kepadanya ”Boleh saja engkau menginginkan semua mainan ini, tetapi sekarang pilihlah satu saja dan yang lain untuk waktu yang akan datang”, atau buatlah kesepakatan kepadanya sebelum pergi ke pasar ”Apapun yang engkau lihat, maka hanya satu permintaan yang dikabulkan”. Dengan hal ini, anakmu akan merasakan bahwa engkau tetap memperhatikan keinginannya.

  5. Perhatikan dan pahamilah anak Anda bahwa bisa jadi ia tidak taat kepada perintah Anda karena ada suatu masalah yang sedang dia alami.
    Oleh sebab itu, carilah celah untuk berbicara dengan dia dari hati ke hati. Berilah kesempatan kepadanya untuk bicara dan usahakan tidak memotong pembicaraannya.

  6. Hindari cara mengancam dan “menyuap”
    Jika engkau menggunakan cara ancaman secara terus-menerus agar dia taat maka kelak anak anda akan mengacuhkanmu sehingga engkau mengancamnya. Demikian juga “suap” akan menjadikannya tidak mentaatimu sehingga engkau mengatakan kepadanya ”Aku akan memberimu mainan baru jika kamarmu bersih”, maka dia menaatimu karena ingin mainan bukan untuk membantu keluarganya atau melaksanakan kewajibannya.

  7. Berilah pujian dan apresiasi
    Berilah pujian dan apresiasi bila dia menaatimu dalam suatu tugas dan berilah selamat kepadanya ”Bagus”, ”Pekerjaan yang hebat”, “Anak yang rajin”, sehingga dia akan termotivasi melakukannya pada waktu yang lain. Apabila dia berbuat sebaliknya / hal buruk maka katakanlah, “Rajinnya anak ibu itu kamarnya selalu dibersihkan sendiri”. Sebagian bapak memberikan hadiah kepada anaknya untuk memotivasi mereka seperti menghafal sesuatu dengan memberi mereka satu tanda bintang di pakaian, jika sudah lima atau maka mereka mengajak mereka rekreasi.
formulablogger.com



Artikel yang berhubungan:

Bayi Tak Boleh Tidur dengan Perokok

SEBAIKNYA para orang tua yang merokok tak tidur di ruang yang sama dengan bayi-bayi mereka. Sebab, kadar nikotin rokok yang menempel pada kulit maupun pakaian dapat membahayakan kesehatan si bayi.

Peneliti melakukan studi di Catalonia, Spanyol. Penelitian menyoroti efek asap tembakau pada bayi dan dihubungkan dengan ruangan pribadi. Mereka pun mewawancarai orang tua dari 1.123 bayi di bawah usia 18 bulan.

Setelah melakukan analisa, sampel rambut pada 252 bayi mengandung nikotin. Para bayi itu ternyata tidur bersama orang tua yang merokok dalam satu ruangan. Kadarnya bahkan tiga kali lebih tinggi ketimbang bayi yang tidur terpisah dari orang tua perokok.

"Menjadi perokok pasif adalah penyebab utama kematian anak di negara maju," kata Guadalupe Ortega, peneliti utama, baru-baru ini. Ortega pun menambahkan ventilasi kamar tidur belum tentu efektif mengurangi tingkat paparan racun pada perokok pasif.
(MI)


Artikel yang Berhubungan:
Rokok, Racun yang Digemari
Rokok Berdampak Pada Pendidikan Anak
Ayah Perokok Harus Hati-hati Kalau Gendong Anak
Rokok Sumber Penyebab Dari Berbagai Penyakit
Sayang Anak? Berhentilah Merokok!
Cara Efektif untuk Berhenti Merokok

Melatih Motorik Anak Sambil Bermain

BERMAIN merupakan seluruh aktivitas anak, termasuk bekerja, penyaluran hobi, dan merupakan cara mereka mengenal dunia. Lewat bermain terjadi stimulasi pertumbuhan otot-ototnya ketika anak melompat, melempar, atau berlari. Selain itu anak bermain dengan menggunakan seluruh emosi, perasaan, dan pikirannya.

Perkembangan Motorik Anak
Perkembangan motorik anak merupakan bagian dari tumbuh kembang anak yang dipengaruhi oleh 2 faktor utama, yakni genetik dan lingkungan. Faktor genetik adalah faktor bawaan yang normal dan patologik, jenis kelamin, suku bangsa atau bangsa. Gangguan pertumbuhan di negara maju sering diakibatkan oleh faktor genetik, sedangkan di negara berkembang (termasuk Indonesia) selain faktor genetik juga faktor lingkungan yang kurang memadai untuk tumbuh kembang yang optimal.

Faktor lingkungan dibagi dua, pra-natal dan post-natal. Pra-natal (bayi masih dalam kandungan): gizi saat ibu hamil, trauma, cairan ketuban yang kering, posisi janin dalam kandungan, toksin/zat kimia, endokrin, radiasi, infeksi intrauterin yang menyebabkan cacat bawaan yaitu TORCH, dll, stres saat ibu hamil, kelainan rhesus.

Post-natal (setelah dilahirkan): Masa antara usia kandungan 28 minggu hingga anak berusia 7 hari merupakan masa rawan dalam proses tumbuh kembang anak, khususnya tumbuh kembang otak. Trauma akibat persalinan akan berpengaruh besar dan dapat menyebabkan cacat permanen.

Pada bayi dan balita, perkembangan motorik tidak terlepas dari refleks-refleks yang terdapat pada bayi, yang sudah ada ketika bayi lahir dan lama kelamaan menghilang dan digantikan oleh refleks lain sesuai perkembangan susunan sarafnya. Dimulai dengan posisi 'apedal' (spinal level), di mana bayi hanya telentang saja, kemudian berkembang menjadi 'quadripedal' (righting reactions/midbrain level) dan akhirnya menjadi 'bipedal' (equilibrium reactions/cortical level).

Pemantapan dari reaksi keseimbangan ini akan menjadikan seorang individu menjadi manusia stadium 'bipedal' (posisi berdiri dengan kedua kakinya).

Bermain dengan anak haruslah dalam suasana yang menyenangkan. Bagi anak di bawah 5 tahun, Anda dapat melatih motorik sambil bermain. Lewat bermain ada banyak keuntungan yang bisa diperoleh, antara lain:
  1. Membuang ekstra energi.
  2. Mengoptimalkan pertumbuhan seluruh bagian tubuh, seperti tulang-tulang dan organ-organ.
  3. Aktivitas yang dilakukan dapat meningkatkan nafsu makan anak.
  4. Anak belajar mengontrol diri.
  5. Berkembangnya berbagai ketrampilan yang akan berguna sepanjang hidunya.
  6. Meningkatkan daya kreativitas.
  7. Mendapatkan kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada di sekeliling anak.
  8. Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekhawatiran, iri hati dan kedukaan.
  9. Kesempatan untuk belajar bergaul dan bersosialisasi dengan anak lain.
  10. Kesempatan untuk menjadi pihak yang kalah atau menang di dalam bermain.
  11. Kesempatan untuk belajar mengikuti aturan-aturan.
  12. Dapat mengembangkan kemampuan intelektualnya.
Pilih alat permainan yang bersifat edukatif, yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak, sesuai dengan usianya dan tingkat perkembangan. Permainan edukatif adalah mainan yang dapat mendorong 4 aspek, antara lain:
  • Pengembangan aspek fisik.
  • Pengembangan bahasa.
  • Pengembangan aspek kognitif, pengenalan suara, ukuran, bentuk dan warna.
  • Pengembangan aspek sosial, dalam hubungannya dengan interaksi dengan ibu dan anak, keluarga serta masyarakat.
Dari berbagai macam alat permainan, berikut ini adalah contoh alat permainan yang dapat digunakan untuk melatih motorik kasar dan motorik halus.

Permainan untuk pertumbuhan fisik/motorik kasar:
• Sepeda roda tiga atau dua.
• Bola berwarna-warni.
• Mainan yang ditarik atau didorong.
• Tali, dll.

Permainan untuk memicu motorik halus:
• Gunting.
• Pensil.
• Bola.
• Balok.Lilin, dll

Nah, tunggu apa lagi. Saatnya mengajak si kecil bermain, Anda tak sabar melihat si kecil tertawa bukan?

anakku.net



Artikel lainnya:

Kepribadian Anda

Kita barangkali akan dapat merajut jalinan interaksi yang lebih harmonis dan produktif, jika kita mampu mengenali kepribadian rekan kerja kita dengan lebih baik. Sebab, kita tahu, setiap orang memiliki tipe karakter yang unik.

Dalam konteks ini, terdapat empat model kepribadian yang lazim dikenal sebagai DISC – atau singkatan dari : dominance, influence, steadiness, and conscientiousness. Mengenal lebih dalam keempat model ini barangkali akan membantu kita lebih efektif ketika membangun relasi dengan orang lain.

Dominance Style
Orang-orang yang masuk dalam model ini adalah mereka yang suka mengendalikan lingkungan mereka, serta senang menggerakkan orang-orang di sekitar mereka. Mereka adalah jenis pribadi yang suka to-the-point, tidak bertele-tele. Mereka juga senang mengambil peran penting, pembuat keputusan, problem solver, dan melaksanakan berbagai hal. Mereka cenderung menyukai posisi sebagai leader. Meskipun demikian, ketika menjadi leader, mereka cenderung akan menjadi pemimpin yang otoriter, demanding, dan kurang memiliki kesabaran serta empati pada bawahan.

Ketika orang-orang dari model ini termotivasi secara negative, mereka dapat menjadi seorang pembangkang (rebels). Mereka juga tipe orang yang cepat menjadi bosan dengan suatu rutinitas. Mereka juga kurang suka dengan detil, karena pada dasarnya mereka cenderung tipe yang suka dengam big-view picture dan visioner. Orang dengan tipe D ini juga adalah orang yang menyukai tantangan dan berani mengambil resiko.

Untuk menciptakan lingkungan motivasi yang benar pada model kepribadian seperti ini, kita perlu memperhatikan hal berikut:
  • Pesan harus jelas, dan langsung pada pokok pembahasan ketika kita berinteraksi dengan model kepribadian seperti ini.
  • Hindari hal-hal yg terlalu pribadi atau berbicara terlalu banyak yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan.
  • Biarkan mereka tahu apa yang anda harapkan dari mereka. Jika anda harus mengarahkan mereka, berikan mereka kesempatan untuk mengambil keputusan dan berada dalam kendali.
  • Terimalah kebutuhan mereka untuk variasi dan perubahan. Jika mungkin, berikan tantangan-tantangan baru, juga kesempatan untuk mengarahkan yang lain.
Influence Style
Orang-orang dengan model ini adalah mereka yang suka bergaul dengan orang lain, ekstrovert, dan senang berada pada lingkaran pertemanan yang luas. Mereka benar-benar menikmati berada bersama teman-temannya. Mereka tidak suka menyelesaikan sesuatu atau bekerja sendirian (single fighter). Sebaliknya, mereka lebih suka berhubungan dan bekerja dengan orang-orang daripada sendirian.

Orang-orang dengan model ini juga memiliki empati yang tinggi terhadap orang lain, dan mudah melibatkan perasaan ketika menjalankan aktivitasnya. Mereka pada dasarnya orang yang penuh optimisme, antusias, dan cenderung memiliki sifat dasar yang riang. Meskipun demikian, mereka bukan orang tepat ketika harus mengerjakan tugas-tugas yang menuntut ketelitian tinggi seperti akuntansi dan keuangan. Pada sisi lain, mereka dapat menjadi best promotor untuk gagasan-gagasan baru.

Untuk memberikan motivasi bagi mereka, kita bisa melakukan hal-hal berikut:
  • Berikan waktu anda untuk berinteraksi dan mendengarkan aspirasi mereka.
  • Sediakan tugas dimana mereka memiliki kesempatan untuk membangun relasi dan berhubungan dengan orang lain dari beragam latar belakang
  • Berikan bimbingan dan arahan yang jelas – termasuk deadline, sebab tanpa panduan ini mereka sering akan “ngelantur” dan tidak mampu menyelesaikan perkerjaan dengan tepat waktu.
Steadiness Style
Orang-orang dalam model ini cenderung introvert, reserve, dan quiet. Mereka adalah orang-orang yang lebih suka melakukan sesuatu secara sistematis, teratur dan bertahap. Mereka juga cendrung menyukai sesuatu yang berjalan dengan konsisten, dapat diprediksi dan lingkungan kerja yang stabil dan harmonis. Orang-orang dalam model ini juga tergolong pribadi yang sabar, dapat diandalkan dan cenderung memiliki loyalitas yang tinggi.

Pada sisi lain, mereka termasuk golongan yang kurang menyukai perubahan yang radikal dan bersifat mendadak. Juga cenderung terpaku pada sistem yang sudah berjalan; dan karena itu kurang terdorong untuk melakukan inovasi yang bersifat radikal. Ketika mereka mengalami demotivasi, mereka cenderung akan menjadi orang yang kaku, resisten dan kemudian melakukan perlawanan secara pasif.

Untuk menciptakan iklim yang positif kepada orang-orang dengan model steadiness, kita bisa melakukan hal berikut:
  • Berikan mereka kesempatan untuk bekerja sama dalam tim untuk mencapai hasil yang diinginkan.
  • Berikan arahan-arahan yang spesifik dan sistematis
  • Ketika melakukan perubahan, pastikan dengan prosedur yang sistematis, langkah-demi-langkah dan yakinkan bahwa kekhawatiran dan kecemasan mereka tidak akan terjadi. Mereka butuh rasa aman.
  • Yakinkan mereka bahwa anda telah telah berpikir matang sebelum memutusakan perubahan. Berikan mereka kesempatan atau ruang untuk menyelesaikan masalah jika terjadi secara bertahap.
Conscientiousness Style
Orang-orang dalam kategori ini termasuk pribadi yang menekankan akurasi dan ketelitian. Mereka cenderung menyukai sesuatu yang direncanakan dengan matang dan bersifat menyeluruh. Mereka juga cenderung suka dengan pekerjaan yang mengacu pada prosedur dan standar operasi yang baku. Orang-orang dalam kategori ini adalah pemikir yang kritis dan suka melakukan analisa untuk memastikan akurasi.

Pada sisi lain, karena cenderung terfokus pada keteraturan, pribadi dalam model ini cenderung skeptis terhadap gagasan-gagasan baru yang radikal. Mereka juga agak enggan menerima proses perubahan yang mendadak. Ketika mereka termotivasi secara negative, mereka akan menjadi sinis atau sangat kritis.

Perlakuan yang optimal untuk orang-orang dalam model ini adalah sebagai berikut:
  • Memberikan tugas dimana terdapat kesempatan bagi mereka untuk mendemonstrasikan keahlian mereka
  • Memberikan tugas yang menuntut akurasi dan ketelitian
  • Memberikan tugas yang membutuhkan perencanaan yang matang dan bersifat komprehensif
  • Ketika memberikan instruksi, harus disertai dengan data dan argumen yang rasional dan disajikan secara sistematis.
Demikianlah peta empat model kepribadian yang dapat kita eksplorasi. Dengan mengenali tipe kepribadian mitra/rekan kerja Anda, diharapkan Anda bisa membangun hubungan interpersonal yang lebih produktif nan lestari.

Yodhia Antariksa



Artikel lainnya:

10 Langkah memulai karir dari awal lagi

Januari adalah bulan yang cocok bagi Anda yang ingin mengawali kembali karir di bidang yang berbeda. Jika Anda memang berniat memulai karir dari awal lagi, simak tipsnya seperti yang dilansir dari US News berikut ini.

Melebarkan sudut pandang
Buatlah daftar proyek, pencapaian, dan tantangan yang Anda dapatkan pada tahun 2012. Kemudian, lebarkan sudut pandang Anda layaknya jurnalis dan mulai berteori, kenapa hal ini penting atau sesuatu seperti apa yang akan menjadi tren.

Berhenti menyesal
Tidak perlu menoleh ke belakang dan menyesali tentang hal-hal yang sebaiknya Anda kerjakan namun Anda mengabaikannya. Berhentilah menyesal dan persiapkan diri untuk mengawali karir di tahun yang baru.

Bermimpi
"Bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu," demikian tulis Andrea Hirata dalam novel Sang Pemimpi. Pernyataan itu memang benar, asal Anda semakin termotivasi untuk meniti karir karena punya mimpi yang besar.

Membuat target setiap hari
Cobalah membuat daftar target yang harus dipenuhi setiap hari. Misalnya, hari pertama Anda harus bisa bangun jam lima pagi. Kemudian hari kedua, bangun jam lima pagi dan lari keliling komplek. Target kecil yang selalu dipenuhi akan membuat Anda terbiasa saat mengejar tujuan yang lebih tinggi.

Bangga
Anda patut bangga jika ingin memulai karir yang berbeda dari awal. Sebab tidak semua orang mampu melakukannya. Namun jangan sampai lupa diri dan lalai dari tujuan awal memulai karir kembali.

Menjaga kesehatan
Meskipun Anda berniat mengubah profesi, usaha, atau jenis pekerjaan yang ditekuni dengan penuh semangat, jangan lupakan kesehatan diri sendiri. Sebab seluruh pencapaian pasti akan sia-sia jika pada akhirnya Anda malah jatuh sakit.

Membantu orang lain
Jangan ragu membantu orang lain yang membutuhkan pertolongan. Sebab Anda akan merasakan manfaatnya kelak. Membantu banyak orang artinya memperlebar jaringan, sementara memperlebar jaringan artinya adalah memperbesar kesempatan peningkatan karir.

Proses dan hasil akhir
Anda pasti punya tujuan dalam karir impian yang dimulai dari awal lagi. Namun jangan terlalu fokus pada hasil akhir. Sebaiknya perhatikan juga proses dari pencapaian karir Anda. Jika prosesnya baik, hasilnya biasanya juga akan baik.

Mau belajar
Terjun ke dalam hal baru identik dengan pengalaman yang kurang. Tetapi Anda tidak perlu khawatir, asalkan Anda memiliki kemauan keras untuk belajar. Membangun kepercayaan diri juga penting sebagai salah satu modal ketika Anda ingin memulai karir dari awal lagi.

Kreatif
Terakhir, Anda tidak perlu melakukan semua nasihat yang Anda dapatkan dari orang-orang sekitar. Sebab tidak seluruhnya bisa Anda terapkan ketika memulai karir kembali. Anda tetap harus kreatif dan tahan banting jika memang ingin sukses.

Itulah berbagai tips bagi Anda yang ingin memulai karir dari awal lagi. Semoga impian dan harapan Anda lekas tercapai!
[riz] sehatnews.com


Artikel lainnya:

Rokok Berdampak Pada Pendidikan Anak

Studi baru menunjukkan bahwa anak-anak yang orangtuanya perokok cenderung lebih sering bolos sekolah ketimbang teman mereka yang orangtuanya bukan perokok. Ini disebabkan tingkat infeksi saluran pernafasan terhadap anak-anak dengan orang tua perokok.

Berdasarkan survei nasional, para peneliti menemukan hampir 3.100 keluarga yang perokok menyebabkan anak mereka melewatkan setengah semester tidak sekolah. Karena itu, Dr Douglas E. Levy dan rekan-rekannya dari Rumah Sakit Umum Massachusetts menyarankan para orangtua untuk berhenti merokok.

Para ahli kesehatan sudah merekomendasikan bahwa anak-anak harus terlindung dari asap rokok, yang dapat meningkatkan risiko infeksi pernapasan seperti bronkitis dan pneumonia, asma parah dan sindrom kematian bayi mendadak.

"Dampak kesehatan bagi yang hidup dengan perokok mungkin lebih besar, karena paparan asap yang disebabkan rokok," kata Levy, sebagaimana dilansir dari reuters.

Para peneliti juga memperkirakan absensi sekolah terkait dengan kemampuan orang tua perokok dalam membiayai sekolah anak mereka. "Karena hampir separuh dari rumah tangga perokok dalam penelitian kami memiliki pendapatan rendah," kata Levy.

Secara keseluruhan, para peneliti menulis, hasil ini menggambarkan sejauh mana dampak tembakau pada anak dan kesejahteraan keluarga, menyoroti kelemahan akademik dan beban keuangan dalam keluarga di mana orang tua merokok.
(Ghiboo)



Artikel yang Berhubungan:
Rokok, Racun yang Digemari
Ayah Perokok Harus Hati-hati Kalau Gendong Anak
Rokok Sumber Penyebab Dari Berbagai Penyakit
Sayang Anak? Berhentilah Merokok!
Cara Efektif untuk Berhenti Merokok
Bayi Tidak Boleh Tidur dengan Perokok

Membuat Anak Suka Belajar

Sebagai orang tua tentu mengharapkan yang terbaik bagi putra putrinya. Berikut ini tips yang sangat menentukan dan efektif agar anak fokus/suka belajar:
  1. Suasana yang menyenangkan adalah syarat mutlak yang diperlukan agar anak suka belajar. Menurut hasil penelitian tentang cara kerja otak, bagian pengendali memori di dalam otak akan sangat mudah menerima dan merekam informasi yang masuk jika berada dalam suasana yang menyenangkan.
  2. Membuat anak senang belajar adalah jauh lebih penting daripada menuntut anak mau belajar supaya menjadi juara atau mencapai prestasi tertentu. Anak yang punya prestasi tapi diperoleh dengan terpaksa tidak akan bertahan lama. Anak yang bisa merasakan bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan akan mempunyai rasa ingin tahu yang besar, dan sangat mempengaruhi kesuksesan belajarnya di masa yang akan datang.
  3. Kenali tipe dominan cara belajar anak, apakah tipe AUDITORY (anak mudah menerima pelajaran dengan cara mendengarkan), VISUAL (melihat) ataukah KINESTHETIC (fisik). Meminta anak secara terus menerus belajar dengan cara yang tidak sesuai dengan tipe cara belajar anak nantinya akan membuat anak tidak mampu secara maksimal menyerap isi pelajaran, sehingga anak tidak berkembang dengan maksimal.
  4. Belajar dengan jeda waktu istirahat setiap 20 menit akan jauh lebih efektif daripada belajar langsung 1 jam tanpa istirahat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak mampu melakukan konsentrasi penuh paling lama 20 menit. Lebih dari itu anak akan mulai menurun daya konsentrasinya. Jeda waktu istirahat 1-2 menit akan mengembalikan daya konsentrasi anak kembali seperti semula.
  5. Anak pada dasarnya mempunyai naluri ingin mempelajari segala hal yang ada di sekitarnya. Anak akan menjadi sangat antusias dan semangat untuk belajar jika isi/materi yang dipelajari anak sesuai dengan perkembangan anak. Anak akan menjadi mudah bosan jika yang dipelajari terlalu mudah baginya, dan sebaliknya anak akan menjadi stress dan patah semangat jika yang dipelajari terlalu sulit.

Next Prev home