Temukan bakat, potensi dan keunikan Anda dengan Unique Fingerprint Analysis.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat/talenta dan keunikan yang berbeda. Optimalkan setiap potensi yang ada, dengan stimulasi yang tepat.

Setiap pribadi pasti memiliki bakat dan karakter yang berbeda.

Dapat dilakukan untuk anak balita hingga usia dewasa, dalam kondisi apapun, tidak memerlukan tanya jawab dan tes tertulis.

Cara mendidik yang efektif terhadap seorang anak, belum tentu menjadi efektif pada anak lain.

Penting bagi orang tua untuk memahami karakternya sendiri, sebelum memahami karakter anaknya.

Optimalkan kelemahan anak melalui keunggulannya.

Analisa ini bukan Ilmu Ramal, tetapi analisa ini dikembangkan berdasarkan ilmu Dermatoglyphics.

Setiap orang memiliki 8 kecerdasan dan masing-masing orang memiliki urutan yang berbeda.

Semua kecerdasan sederajat, artinya tidak ada kecerdasan yang lebih baik atau lebih penting antara satu dengan yang lainnya.

Imunisasi

Imunisasi adalah pemberian vaksin untuk mencegah terjadinya penyakit tertentu.

Vaksin adalah suatu obat yang diberikan untuk membantu mencegah suatu penyakit. Vaksin membantu tubuh untuk menghasilkan antibodi. Antibodi ini berfungsi melindungi terhadap penyakit. Vaksin tidak hanya menjaga agar anak tetap sehat, tetapi juga membantu membasmi penyakit yang serius yang timbul pada masa kanak-kanak.

Vaksin secara umum cukup aman. Keuntungan perlindungan yang diberikan vaksin jauh lebih besar daripada efek samping yang mungkin timbul. Dengan adanya vaksin maka banyak penyakit masa kanak-kanak yang serius, yang sekarang ini sudah jarang ditemukan.

Imunisasi BCG
Vaksinasi BCG memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tuberkulosis (TBC).
BCG diberikan 1 kali sebelum anak berumur 2 bulan. BCG ulangan tidak dianjurkan karena keberhasilannya diragukan. Vaksin disuntikkan secara intrakutan pada lengan atas, untuk bayi berumur kurang dari 1 tahun diberikan sebanyak 0,05 mL dan untuk anak berumur lebih dari 1 tahun diberikan sebanyak 0,1 mL.

Vaksin ini mengandung bakteri Bacillus Calmette-Guerrin hidup yang dilemahkan, sebanyak 50.000-1.000.000 partikel/dosis.

Kontraindikasi untuk vaksinasi BCG adalah penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita leukemia, penderita yang menjalani pengobatan steroid jangka panjang, penderita infeksi HIV).

Reaksi yang mungkin terjadi:
  1. Reaksi lokal : 1-2 minggu setelah penyuntikan, pada tempat penyuntikan timbul kemerahan dan benjolan kecil yang teraba keras. Kemudian benjolan ini berubah menjadi pustula (gelembung berisi nanah), lalu pecah dan membentuk luka terbuka (ulkus). Luka ini akhirnya sembuh secara spontan dalam waktu 8-12 minggu dengan meninggalkan jaringan parut.
  2. Reaksi regional : pembesaran kelenjar getah bening ketiak atau leher, tanpa disertai nyeri tekan maupun demam, yang akan menghilang dalam waktu 3-6 bulan.
Komplikasi yang mungkin timbul adalah:
  • Pembentukan abses (penimbunan nanah) di tempat penyuntikan karena penyuntikan yang terlalu dalam. Abses ini akan menghilang secara spontan. Untuk mempercepat penyembuhan, bila abses telah matang, sebaiknya dilakukan aspirasi (pengisapan abses dengan menggunakan jarum) dan bukan disayat.
  • Limfadenitis supurativa, terjadi jika penyuntikan dilakukan terlalu dalam atau dosisnya terlalu tinggi. Keadaan ini akan membaik dalam waktu 2-6 bulan.

Imunisasi DPT
Imunisasi DPT adalah suatu vaksin 3-in-1 yang melindungi terhadap difteri, pertusis dan tetanus. Difteri adalah suatu infeksi bakteri yang menyerang tenggorokan dan dapat menyebabkan komplikasi yang serius atau fatal. Pertusis (batuk rejan) adalah inteksi bakteri pada saluran udara yang ditandai dengan batuk hebat yang menetap serta bunyi pernafasan yang melengking. Pertusis berlangsung selama beberapa minggu dan dapat menyebabkan serangan batuk hebat sehingga anak tidak dapat bernafas, makan atau minum. Pertusis juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti pneumonia, kejang dan kerusakan otak. Tetanus adalah infeksi bakteri yang bisa menyebabkan kekakuan pada rahang serta kejang

Vaksin DPT adalah vaksin 3-in-1 yang bisa diberikan kepada anak yang berumur kurang dari 7 tahun. Biasanya vaksin DPT terdapat dalam bentuk suntikan, yang disuntikkan pada otot lengan atau paha.

Imunisasi DPT diberikan sebanyak 3 kali, yaitu pada saat anak berumur 2 bulan (DPT I), 3 bulan (DPT II) dan 4 bulan (DPT III); selang waktu tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi DPT ulang diberikan 1 tahun setelah DPT III dan pada usia prasekolah (5-6 tahun). Jika anak mengalami reaksi alergi terhadap vaksin pertusis, maka sebaiknya diberikan DT, bukan DPT.

Setelah mendapatkan serangkaian imunisasi awal, sebaiknya diberikan booster vaksin Td pada usia 14-16 tahun kemudian setiap 10 tahun (karena vaksin hanya memberikan perlindungan selama 10 tahun, setelah 10 tahun perlu diberikan booster). Hampir 85% anak yang mendapatkan minimal 3 kali suntikan yang mengandung vaksin difteri, akan memperoleh perlindungan terhadap difteri selama 10 tahun.

DPT sering menyebakan efek samping yang ringan, seperti demam ringan atau nyeri di tempat penyuntikan selama beberapa hari. Efek samping tersebut terjadi karena adanya komponen pertusis di dalam vaksin.

Pada kurang dari 1% penyuntikan, DTP menyebabkan komplikasi berikut:
  • demam tinggi (lebih dari 40,5° Celsius)
  • kejang
  • kejang demam (resiko lebih tinggi pada anak yang sebelumnya pernah mengalami kejang atau terdapat riwayat kejang dalam keluarganya)
  • syok (kebiruan, pucat, lemah, tidak memberikan respon).

Jika anak sedang menderita sakit yang lebih serius dari pada flu ringan, imunisasi DPT bisa ditunda sampai anak sehat. Jika anak pernah mengalami kejang, penyakit otak atau perkembangannya abnormal, penyuntikan DPT sering ditunda sampai kondisinya membaik atau kejangnya bisa dikendalikan. 1-2 hari setelah mendapatkan suntikan DPT, mungkin akan terjadi demam ringan, nyeri, kemerahan atau pembengkakan di tempat penyuntikan. Untuk mengatasi nyeri dan menurunkan demam, bisa diberikan asetaminofen (atau ibuprofen). Untuk mengurangi nyeri di tempat penyuntikan juga bisa dilakukan kompres hangat atau lebih sering menggerak-gerakkan lengan maupun tungkai yang bersangkutan.

Imunisasi DT
Imunisasi DT memberikan kekebalan aktif terhadap toksin yang dihasilkan oleh kuman penyebab difteri dan tetanus. Vaksin DT dibuat untuk keperluan khusus, misalnya pada anak yang tidak boleh atau tidak perlu menerima imunisasi pertusis, tetapi masih perlu menerima imunisasi difteri dan tetanus. Cara pemberian imunisasi dasar dan ulangan sama dengan imunisasi DPT. Vaksin disuntikkan pada otot lengan atau paha sebanyak 0,5 mL.

Vaksin ini tidak boleh diberikan kepada anak yang sedang sakit berat atau menderita demam tinggi. Efek samping yang mungkin terjadi adalah demam ringan dan pembengkakan lokal di tempat penyuntikan, yang biasanya berlangsung selama 1-2 hari.

Imunisasi Tetanus (TT)
Imunisasi tetanus (TT, tetanus toksoid) memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit tetanus. ATS (Anti Tetanus Serum) juga dapat digunakan untuk pencegahan (imunisasi pasif) maupun pengobatan penyakit tetanus.

Kepada ibu hamil, imunisasi TT diberikan sebanyak 2 kali, yaitu pada saat kehamilan berumur 7 bulan dan 8 bulan. Vaksin ini disuntikkan pada otot paha atau lengan sebanyak 0,5 mL.

Efek samping dari tetanus toksoid adalah reaksi lokal pada tempat penyuntikan, yaitu berupa kemerahan, pembengkakan dan rasa nyeri.

Imunisasi Polio
Imunisasi polio memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit poliomielitis.
Polio bisa menyebabkan nyeri otot dan kelumpuhan pada salah satu maupun kedua lengan/tungkai. Polio juga bisa menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot pernafasan dan otot untuk menelan. Polio bisa menyebabkan kematian.

Terdapat 2 macam vaksin polio:
  • IPV (Inactivated Polio Vaccine, Vaksin Salk), mengandung virus polio yang telah dimatikan dan diberikan melalui suntikan
  • OPV (Oral Polio Vaccine, Vaksin Sabin), mengandung vaksin hidup yang telah dilemahkan dan diberikan dalam bentuk pil atau cairan.
Bentuk trivalen (TOPV) efektif melawan semua bentuk polio, bentuk monovalen (MOPV) efektif melawan 1 jenis polio.

Imunisasi dasar polio diberikan 4 kali (polio I,II, III, dan IV) dengan interval tidak kurang dari 4 minggu. Imunisasi polio ulangan diberikan 1 tahun setelah imunisasi polio IV, kemudian pada saat masuk SD (5-6 tahun) dan pada saat meninggalkan SD (12 tahun).

Di Indonesia umumnya diberikan vaksin Sabin. Vaksin ini diberikan sebanyak 2 tetes (0,1 mL) langsung ke mulut anak atau dengan menggunakan sendok yang berisi air gula.

Kontra indikasi pemberian vaksin polio:
  • Diare berat
  • Gangguan kekebalan (karena obat imunosupresan, kemoterapi, kortikosteroid)
  • Kehamilan.
    Efek samping yang mungkin terjadi berupa kelumpuhan dan kejang-kejang.

Dosis pertama dan kedua diperlukan untuk menimbulkan respon kekebalan primer, sedangkan dosis ketiga dan keempat diperlukan untuk meningkatkan kekuatan antibobi sampai pada tingkat yang tertingiu. Setelah mendapatkan serangkaian imunisasi dasar, kepada orang dewasa tidak perlu dilakukan pemberian booster secara rutin, kecuali jika dia hendak bepergian ke daerah dimana polio masih banyak ditemukan. Kepada orang dewasa yang belum pernah mendapatkan imunisasi polio dan perlu menjalani imunisasi, sebaiknya hanya diberikan IPV.

Kepada orang yang pernah mengalami reaksi alergi hebat (anafilaktik) setelah pemberian IPV, streptomisin, polimiksin B atau neomisin, tidak boleh diberikan IPV. Sebaiknya diberikan OPV. Kepada penderita gangguan sistem kekebalan (misalnya penderita AIDS, infeksi HIV, leukemia, kanker, limfoma), dianjurkan untuk diberikan IPV. IPV juga diberikan kepada orang yang sedang menjalani terapi penyinaran, terapi kanker, kortikosteroid atau obat imunosupresan lainnya.

IPV bisa diberikan kepada anak yang menderita diare. Jika anak sedang menderita penyakit ringan atau berat, sebaiknya pelaksanaan imunisasi ditunda sampai mereka benar-benar pulih. IPV bisa menyebabkan nyeri dan kemerahan pada tempat penyuntikan, yang biasanya berlangsung hanya selama beberapa hari.

Imunisasi Campak
Imunisasi campak memberikan kekebalan aktif terhadap penyakit campak (tampek).
Imunisasi campak diberikan sebanyak 1 dosis pada saat anak berumur 9 bulan atau lebih. Pada kejadian luar biasa dapat diberikan pada umur 6 bulan dan diulangi 6 bulan kemudian. Vaksin disuntikkan secara subkutan dalam sebanyak 0,5 mL.

Kontra indikasi pemberian vaksin campak:
  • infeksi akut yang disertai demam lebih dari 38°Celsius
  • gangguan sistem kekebalan
  • pemakaian obat imunosupresan
  • alergi terhadap protein telur
  • hipersensitivitas terhadap kanamisin dan eritromisin
  • wanita hamil.

Efek samping yang mungkin terjadi berupa demam, ruam kulit, diare, konjungtivitis dan gejala kataral serta ensefalitis (jarang).

Imunisasi MMR
Imunisasi MMR memberi perlindungan terhadap campak, gondongan dan campak Jerman dan disuntikkan sebanyak 2 kali. Campak menyebabkan demam, ruam kulit, batuk, hidung meler dan mata berair. Campak juga menyebabkan infeksi telinga dan pneumonia. Campak juga bisa menyebabkan masalah yang lebih serius, seperti pembengkakan otak dan bahkan kematian. Gondongan menyebabkan demam, sakit kepala dan pembengkakan pada salah satu maupun kedua kelenjar liur utama yang disertai nyeri. Gondongan bisa menyebabkan meningitis (infeksi pada selaput otak dan korda spinalis) dan pembengkakan otak. Kadang gondongan juga menyebabkan pembengkakan pada buah zakar sehingga terjadi kemandulan.
Campak Jerman (rubella) menyebabkan demam ringan, ruam kulit dan pembengkakan kelenjar getah bening leher. Rubella juga bisa menyebakban pembengkakan otak atau gangguan perdarahan.

Jika seorang wanita hamil menderita rubella, bisa terjadi keguguran atau kelainan bawaan pada bayi yang dilahirkannya (buta atau tuli). Terdapat dugaan bahwa vaksin MMR bisa menyebabkan autisme, tetapi penelitian membuktikan bahwa tidak ada hubungan antara autisme dengan pemberian vaksin MMR.

Vaksin MMR adalah vaksin 3-in-1 yang melindungi anak terhadap campak, gondongan dan campak Jerman. Vaksin tunggal untuk setiap komponen MMR hanya digunakan pada keadaan tertentu, misalnya jika dianggap perlu memberikan imunisasi kepada bayi yang berumur 9-12 bulan.

Suntikan pertama diberikan pada saat anak berumur 12-15 bulan. Suntikan pertama mungkin tidak memberikan kekebalan seumur hidup yang adekuat, karena itu diberikan suntikan kedua pada saat anak berumur 4-6 tahun (sebelum masuk SD) atau pada saat anak berumur 11-13 tahun (sebelum masuk SMP).
Imunisasi MMR juga diberikan kepada orang dewasa yang berumur 18 tahun atau lebih atau lahir sesudah tahun 1956 dan tidak yakin akan status imunisasinya atau baru menerima 1 kali suntikan MMR sebelum masuk SD. Dewasa yang lahir pada tahun 1956 atau sebelum tahun 1956, diduga telah memiliki kekebalan karena banyak dari mereka yang telah menderita penyakit tersebut pada masa kanak-kanak.

Pada 90-98% orang yang menerimanya, suntikan MMR akan memberikan perlindungan seumur hidup terhadap campak, campak Jerman dan gondongan.
Suntikan kedua diberikan untuk memberikan perlindungan adekuat yang tidak dapat dipenuhi oleh suntikan pertama.

Efek samping yang mungkin ditimbulkan oleh masing-masing komponen vaksin:
  • Komponen campak 1-2 minggu setelah menjalani imunisasi, mungkin akan timbul ruam kulit. Hal ini terjadi pada sekitar 5% anak-anak yang menerima suntikan MMR.
    Demam 39,5° Celsius atau lebih tanpa gejala lainnya bisa terjadi pada 5-15% anak yang menerima suntikan MMR. Demam ini biasanya muncul dalam waktu 1-2 minggu setelah disuntik dan berlangsung hanya selama 1-2 hari. Efek samping tersebut jarang terjadi pada suntikan MMR kedua.
  • Komponen gondongan
    Pembengkakan ringan pada kelenjar di pipi dan dan dibawah rahang, berlangsung selama beberapa hari dan terjadi dalam waktu 1-2 minggu setelah menerima suntikan MMR.
  • Komponen campak Jerman
    Pembengkakan kelenjar getah bening dan atau ruam kulit yang berlangsung selama 1-3 hari, timbul dalam waktu 1-2 mingu setelah menerima suntikan MMR. Hal ini terjadi pada 14-15% anak yang mendapat suntikan MMR. Nyeri atau kekakuan sendi yang ringan selama beberapa hari, timbul dalam waktu 1-3 minggu setelah menerima suntikan MMR. Hal ini hanya ditemukan pada 1% anak-anak yang menerima suntikan MMR, tetapi terjadi pada 25% orang dewasa yang menerima suntikan MMR. Kadang nyeri/kekakuan sendi ini terus berlangsung selama beberapa bulan (hilang-timbul).

    Artritis (pembengkakan sendi disertai nyeri) berlangsung selama 1 minggu dan terjadi pada kurang dari 1% anak-anak tetapi ditemukan pada 10% orang dewasa yang menerima suntikan MMR. Jarang terjadi kerusakan sendi akibat artritis ini.

    Nyeri atau mati rasa pada tangan atau kaki selama beberapa hari lebih sering ditemukan pada orang dewasa. Meskipun jarang, setelah menerima suntikan MMR, anak-anak yang berumur dibawah 6 tahun bisa mengalami aktivitas kejang (misalnya kedutan). Hal ini biasanya terjadi dalam waktu 1-2 minggu setelah suntikan diberikan dan biasanya berhubungan dengan demam tinggi.

Keuntungan dari vaksin MMR lebih besar jika dibandingkan dengan efek samping yang ditimbulkannya. Campak, gondongan dan campak Jerman merupakan penyakit yang bisa menimbulkan komplikasi yang sangat serius.

Jika anak sakit, imunisasi sebaiknya ditunda sampai anak pulih.
Imunisasi MMR sebaiknya tidak diberikan kepada:
  • anak yang alergi terhadap telur, gelatin atau antibiotik neomisin
  • anak yang 3 bulan yang lalu menerima gamma globulin
  • anak yang mengalami gangguan kekebalan tubuh akibat kanker, leukemia, limfoma maupun akibat obat prednison, steroid, kemoterapi, terapi penyinaran atau obati imunosupresan.
  • wanita hamil atau wanita yang 3 bulan kemudian hamil. 

Imunisasi Hib
Imunisasi Hib membantu mencegah infeksi oleh Haemophilus influenza tipe b.
Organisme ini bisa menyebabkan meningitis, pneumonia dan infeksi tenggorokan berat yang bisa menyebabkan anak tersedak.
Vaksin Hib diberikan sebanyak 3 kali suntikan, biasanya pada saat anak berumur 2, 4 dan 6 bulan.

Imunisasi Varisella
Imunisasi varisella memberikan perlindungan terhadap cacar air. Cacar air ditandai dengan ruam kulit yang membentuk lepuhan, kemudian secara perlahan mengering dan membentuk keropeng yang akan mengelupas.

Setiap anak yang berumur 12-18 bulan dan belum pernah menderita cacar air dianjurkan untuk menjalani imunisasi varisella. Anak-anak yang mendapatkan suntikan varisella sebelum berumur 13 tahun hanya memerlukan 1 dosis vaksin.
Kepada anak-anak yang berumur 13 tahun atau lebih, yang belum pernah mendapatkan vaksinasi varisella dan belum pernah menderita cacar air, sebaiknya diberikan 2 dosis vaksin dengan selang waktu 4-8 minggu.

Cacar air disebabkan oleh virus varicella-zoster dan sangat menular. Biasanya infeksi bersifat ringan dan tidak berakibat fatal; tetapi pada sejumlah kasus terjadi penyakit yang sangat serius sehingga penderitanya harus dirawat di rumah sakit dan beberapa diantaranya meninggal. Cacar air pada orang dewasa cenderung menimbulkan komplikasi yang lebih serius.

Vaksin ini 90-100% efektif mencegah terjadinya cacar air. Terdapat sejumlah kecil orang yang menderita cacar air meskipun telah mendapatkan suntikan varisella; tetapi kasusnya biasanya ringan, hanya menimbulkan beberapa lepuhan (kasus yang komplit biasanya menimbulkan 250-500 lepuhan yang terasa gatal) dan masa pemulihannya biasanya lebih cepat. Vaksin varisella memberikan kekebalan jangka panjang, diperkirakan selama 10-20 tahun, mungkin juga seumur hidup.

Efek samping dari vaksin varisella biasanya ringan, yaitu berupa:
  • demam
  • nyeri dan pembengkakan di tempat penyuntikan
  • ruam cacar air yang terlokalisir di tempat penyuntikan.
Efek samping yang lebih berat adalah:
  • kejang demam, yang bisa terjadi dalam waktu 1-6 minggu setelah penyuntikan
  • pneumonia
  • reaksi alergi sejati (anafilaksis), yang bisa menyebabkan gangguan pernafasan, kaligata, bersin, denyut jantung yang cepat, pusing dan perubahan perilaku. Hal ini bisa terjadi dalam waktu beberapa menit sampai beberapa jam setelah suntikan dilakukan dan sangat jarang terjadi.
  • ensefalitis
  • penurunan koordinasi otot.

Imunisasi varisella sebaiknya tidak diberikan kepada:
  • Wanita hamil atau wanita menyusui
  • Anak-anak atau orang dewasa yang memiliki sistem kekebalan yang lemah atau yang memiliki riwayat keluarga dengan kelainan imunosupresif bawaan
  • Anak-anak atau orang dewasa yang alergi terhadap antibiotik neomisin atau gelatin karena vaksin mengandung sejumlah kecil kedua bahan tersebut
  • Anak-anak atau orang dewasa yang menderita penyakit serius, kanker atau gangguan sistem kekebalan tubuh (misalnya AIDS)
  • Anak-anak atau orang dewasa yang sedang mengkonsumsi kortikosteroid
  • Setiap orang yang baru saja menjalani transfusi darah atau komponen darah lainnya
  • Anak-anak atau orang dewasa yang 3-6 bulan yang lalu menerima suntikan immunoglobulin.

Imunisasi HBV
Imunisasi HBV memberikan kekebalan terhadap hepatitis B.
Hepatitis B adalah suatu infeksi hati yang bisa menyebabkan kanker hati dan kematian.

Dosis pertama diberikan segera setelah bayi lahir atau jika ibunya memiliki HBsAg negatif, bisa diberikan pada saat bayi berumur 2 bulan. Imunisasi dasar diberikan sebanyak 3 kali dengan selang waktu 1 bulan antara suntikan HBV I dengan HBV II, serta selang waktu 5 bulan antara suntikan HBV II dengan HBV III. Imunisasi ulangan diberikan 5 tahun setelah suntikan HBV III. Sebelum memberikan imunisasi ulangan dianjurkan untuk memeriksa kadar HBsAg. Vaksin disuntikkan pada otot lengan atau paha.

Kepada bayi yang lahir dari ibu dengan HBsAg positif, diberikan vaksin HBV pada lengan kiri dan 0,5 mL HBIG (hepatitis B immune globulin) pada lengan kanan, dalam waktu 12 jam setelah lahir. Dosis kedua diberikan pada saat anak berumur 1-2 bulan, dosis ketiga diberikan pada saat anak berumur 6 bulan. Kepada bayi yang lahir dari ibu yang status HBsAgnya tidak diketahui, diberikan HBV I dalam waktu 12 jam setelah lahir. Pada saat persalinan, contoh darah ibu diambil untuk menentukan status HBsAgnya; jika positif, maka segera diberikan HBIG (sebelum bayi berumur lebih dari 1 minggu).

Pemberian imunisasi kepada anak yang sakit berat sebaiknya ditunda sampai anak benar-benar pulih. Vaksin HBV dapat diberikan kepada ibu hamil. Efek samping dari vaksin HBV adalah efek lokal (nyeri di tempat suntikan) dan sistemis (demam ringan, lesu, perasaan tidak enak pada saluran pencernaan), yang akan hilang dalam beberapa hari.

Imunisasi Pneumokokus Konjugata
Imunisasi pneumokokus konjugata melindungi anak terhadap sejenis bakteri yang sering menyebabkan infeksi telinga. Bakteri ini juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius, seperti meningitis dan bakteremia (infeksi darah).

Kepada bayi dan balita diberikan 4 dosis vaksin.
Vaksin ini juga dapat digunakan pada anak-anak yang lebih besar yang memiliki resiko terhadap terjadinya infeksi pneumokokus.















Artikel lainnya:
Kenali 7 Imunisasi Tambahan
Bahaya Penyakit Pneumonia
Tips Memperbanyak ASI
Tips Memilih Nama Bayi
Olah Fisik Yang Tepat Untuk Si Kecil
Melatih Motorik Anak Sambil Bermain
Mendorong Perkembangan Otak Anak
Bayi Tidak Boleh Tidur dengan Perokok
Sayang Anak?Berhenti Merokok!


Perlu Anda Ketahui:
Kelompok yang berisiko tinggi terinfeksi Pneumokokus adalah bayi di bawah dua tahun, yang tidak atau hanya sebentar mendapat ASI, tinggal di hunian padat, terpapar polusi atau asap rokok, sering mendapat antibiotik (sehingga bakteri menjadi resisten), kurang gizi, dan tidak diimunisasi.
Profesor Soetjiningsih, guru besar di Fakultas Kedokteran Universitas Udayana

Uniknya Pola Sidik Jari Manusia

Setiap manusia di dunia pasti mempunyai pola sidik jari yang berbeda, meskipun anak kembar identik pun memiliki pola sidik jari yang berbeda juga. Sidik jari manusia bersifat permanen dan tidak pernah berubah sampai kapanpun, kecuali karena kondisi tertentu seperti kecelakaan sehingga merusak pola sidik jari.

Karena keunikan dari pola sidik jari tersebut, kepolisian di semua negara memakai sidik jari dalam penyidikan beberapa kasus kejahatan (forensik). Dermatoglyphics dan Daktiloskopi adalah ilmu yang mempelajari sidik jari.

Pola Sidik Jari Wald Disney
(Sumber Ilustrasi: webofdeception.com)
Uniknya lagi dari hasil penelitian, setiap pola sidik jari yang dimiliki seseorang, dapat dijadikan panduan untuk mengenal potensi dan karakteristik orang tersebut, sehingga kita bisa menstimulasi dan memaksimalkan potensi kita, termasuk untuk mengenal talenta yang Tuhan berikan dan jenis pekerjaan apa yang sesuai dengan karakter kita.

Pola sidik jari dapat dilihat dengan jelas menggunakan cara tinta stempel, dilihat dengan lensa pembesar atau bisa menggunakan sebuah scaner khusus sidik jari yang dihubungkan ke sebuah komputer seperti yang digunakan oleh Unique Fingerprint Analysis. Dari pola yang didapat akan dianalisa dengan mengukur dan menghitung secara manual dan dengan bantuan software khusus.

Pola dasar sidik jari, terdiri dari tiga macam:
Dari ketiga pola sidik jari tersebut, masing-masing akan ada turunannya, misal: Whorl: Concentric Whorl, Press Whorl, Spiral Whorl, Composite Whorl, Double Loop, dll.




Artikel yang berhubungan:

Sejarah Berkembangnya Ilmu Dermatoglyphics
Gali Potensi Lewat Analisa Sidik Jari

Kecerdasan Emosi

Kata emosi berasal dari bahasa latin, yaitu emovere, yang berarti bergerak menjauh. Arti kata ini menyiratkan bahwa kecenderungan bertindak merupakan hal mutlak dalam emosi. Menurut Daniel Goleman emosi merujuk pada suatu perasaan dan pikiran yang khas, suatu keadaan biologis dan psikologis dan serangkaian kecenderungan untuk bertindak.

Emosi pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Biasanya emosi merupakan reaksi terhadap rangsangan dari luar dan dalam diri individu. Sebagai contoh emosi gembira mendorong perubahan suasana hati seseorang, sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, emosi sedih mendorong seseorang berperilaku menangis.

Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran. Jadi, emosi merupakan salah satu aspek penting dalam kehidupan manusia, karena emosi dapat merupakan motivator perilaku dalam arti meningkatkan, tapi juga dapat mengganggu perilaku intensional manusia.

Macam-macam emosi menurut beberapa tokoh, antara lain:
  1. Descrates, emosi terbagi atas : Desire (hasrat), Hate (benci), Sorrow (sedih/duka), Wonder (heran), Love (cinta) dan Joy (kegembiraan). 
  2. JB Watson mengemukakan tiga macam emosi, yaitu : Fear (ketakutan), Rage(kemarahan), Love (cinta).
  3. Daniel Goleman mengemukakan beberapa macam emosi yang tidak berbeda jauh dengan kedua tokoh di atas, yaitu : 
  • Amarah : beringas, mengamuk, benci, jengkel, kesal hati
  • Kesedihan : pedih, sedih, muram, suram, melankolis, mengasihi diri, putus asa
  • Rasa takut : cemas, gugup, khawatir, was-was, perasaan takut sekali, waspada, tidak tenang, ngeri
  • Kenikmatan : bahagia, gembira, riang, puas, riang, senang, terhibur, bangga
  • Cinta : penerimaan, persahabatan, kepercayaan, kebaikan hati, rasa dekat, bakti, hormat, kemesraan, kasih
  • Terkejut : terkesiap, terkejut
  • Jengkel : hina, jijik, muak, mual, tidak suka
  • Malu : malu hati, kesal

    Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa semua emosi menurut Goleman pada dasarnya adalah dorongan untuk bertindak. Jadi berbagai macam emosi itu mendorong individu untuk memberikan respon atau bertingkah laku terhadap stimulus yang ada. Dalam the Nicomachea Ethics pembahasan Aristoteles secara filsafat tentang kebajikan, karakter dan hidup yang benar, tantangannya adalah menguasai kehidupan emosional kita dengan kecerdasan. Nafsu, apabila dilatih dengan baik akan memiliki kebijaksanaan; nafsu membimbing pemikiran, nilai, dan kelangsungan hidup kita. Tetapi, nafsu dapat dengan mudah menjadi tak terkendalikan, dan hal itu seringkali terjadi. Menurut Aristoteles, masalahnya bukanlah mengenai emosionalitas, melainkan mengenai keselarasan antara emosi dan cara mengekspresikan.

    Menurut Mayer orang cenderung menganut gaya-gaya khas dalam menangani dan mengatasi emosi mereka, yaitu : sadar diri, tenggelam dalam permasalahan, dan pasrah. Dengan melihat keadaan itu maka penting bagi setiap individu memiliki kecerdasan emosional agar menjadikan hidup lebih bermakna dan tidak menjadikan hidup yang di jalani menjadi sia-sia.

    Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa emosi adalah suatu perasaan (afek) yang mendorong individu untuk merespon atau bertingkah laku terhadap stimulus, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar dirinya.

    Pengertian kecerdasan emosional
    Istilah “kecerdasan emosional” pertama kali dilontarkan pada tahun 1990 oleh psikolog Peter Salovey dari Harvard University dan John Mayer dari University of New Hampshire untuk menerangkan kualitas-kualitas emosional yang tampaknya penting bagi keberhasilan.

    Salovey dan Mayer mendefinisikan kecerdasan emosional atau yang sering disebut EQ sebagai :
    “himpunan bagian dari kecerdasan sosial yang melibatkan kemampuan memantau perasaan sosial yang melibatkan kemampuan pada orang lain, memilah-milah semuanya dan menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.”.

    Kecerdasan emosional sangat dipengaruhi oleh lingkungan, tidak bersifat menetap, dapat berubah-ubah setiap saat. Untuk itu peranan lingkungan terutama orang tua pada masa kanak-kanak sangat mempengaruhi dalam pembentukan kecerdasan emosional.

    Keterampilan EQ bukanlah lawan keterampilan IQ atau keterampilan kognitif, namun keduanya berinteraksi secara dinamis, baik pada tingkatan konseptual maupun di dunia nyata. Selain itu, EQ tidak begitu dipengaruhi oleh faktor keturunan.

    Sebuah model pelopor lain tentang kecerdasan emosional diajukan oleh Bar-On pada tahun 1992 seorang ahli psikologi Israel, yang mendefinisikan kecerdasan emosional sebagai serangkaian kemampuan pribadi, emosi dan sosial yang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berhasil dalam mengatasi tututan dan tekanan lingkungan.

    Gardner dalam bukunya yang berjudul Frame Of Mind mengatakan bahwa bukan hanya satu jenis kecerdasan yang monolitik yang penting untuk meraih sukses dalam kehidupan, melainkan ada spektrum kecerdasan yang lebar dengan tujuh varietas utama yaitu linguistik, matematika/logika, spasial, kinestetik, musik, interpersonal dan intrapersonal. Kecerdasan ini dinamakan oleh Gardner sebagai kecerdasan pribadi yang oleh Daniel Goleman disebut sebagai kecerdasan emosional.

    Menurut Gardner, kecerdasan pribadi terdiri dari :”kecerdasan antar pribadi yaitu kemampuan untuk memahami orang lain, apa yang memotivasi mereka, bagaimana mereka bekerja, bagaimana bekerja bahu membahu dengan kecerdasan. Sedangkan kecerdasan intra pribadi adalah kemampuan yang korelatif, tetapi terarah ke dalam diri. Kemampuan tersebut adalah kemampuan membentuk suatu model diri sendiri yang teliti dan mengacu pada diri serta kemampuan untuk menggunakan modal tadi sebagai alat untuk menempuh kehidupan secara efektif.”.

    Dalam rumusan lain, Gardner menyatakan bahwa inti kecerdasan antar pribadi itu mencakup “kemampuan untuk membedakan dan menanggapi dengan tepat suasana hati, temperamen, motivasi dan hasrat orang lain.” Dalam kecerdasan antar pribadi yang merupakan kunci menuju pengetahuan diri, ia mencantumkan “akses menuju perasaan-perasaan diri seseorang dan kemampuan untuk membedakan perasaan-perasaan tersebut serta memanfaatkannya untuk menuntun tingkah laku”.

    Berdasarkan kecerdasan yang dinyatakan oleh Gardner tersebut, Salovey memilih kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal untuk dijadikan sebagai dasar untuk mengungkap kecerdasan emosional pada diri individu. Menurutnya kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain.

    Menurut Goleman, kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang mengatur kehidupan emosinya dengan inteligensi (to manage our emotional life with intelligence); menjaga keselarasan emosi dan pengungkapannya (the appropriateness of emotion and its expression) melalui keterampilan kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi diri, empati dan keterampilan sosial.

    Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan kecerdasan emosional adalah kemampuan siswa untuk mengenali emosi diri, mengelola emosi diri, memotivasi diri sendiri, mengenali emosi orang lain (empati) dan kemampuan untuk membina hubungan (kerjasama) dengan orang lain.

    Faktor Kecerdasan Emosional
    Goleman mengutip Salovey menempatkan menempatkan kecerdasan pribadi Gardner dalam definisi dasar tentang kecerdasan emosional yang dicetuskannya dan memperluas kemapuan tersebut menjadi lima kemampuan utama, yaitu :

    a. Mengenali Emosi Diri
    Mengenali emosi diri sendiri merupakan suatu kemampuan untuk mengenali perasaan sewaktu perasaan itu terjadi. Kemampuan ini merupakan dasar dari kecerdasan emosional, para ahli psikologi menyebutkan kesadaran diri sebagai meta mood, yakni kesadaran seseorang akan emosinya sendiri. Menurut Mayer kesadaran diri adalah waspada terhadap suasana hati maupun pikiran tentang suasana hati, bila kurang waspada maka individu menjadi mudah larut dalam aliran emosi dan dikuasai oleh emosi. Kesadaran diri memang belum menjamin penguasaan emosi, namun merupakan salah satu prasyarat penting untuk mengendalikan emosi sehingga individu mudah menguasai emosi.

    b. Mengelola Emosi
    Mengelola emosi merupakan kemampuan individu dalam menangani perasaan agar dapat terungkap dengan tepat atau selaras, sehingga tercapai keseimbangan dalam diri individu. Menjaga agar emosi yang merisaukan tetap terkendali merupakan kunci menuju kesejahteraan emosi. Emosi berlebihan, yang meningkat dengan intensitas terlampau lama akan mengoyak kestabilan kita. Kemampuan ini mencakup kemampuan untuk menghibur diri sendiri, melepaskan kecemasan, kemurungan atau ketersinggungan dan akibat-akibat yang ditimbulkannya serta kemampuan untuk bangkit dari perasaan-perasaan yang menekan.

    c. Memotivasi Diri Sendiri
    Presatasi harus dilalui dengan dimilikinya motivasi dalam diri individu, yang berarti memiliki ketekunan untuk menahan diri terhadap kepuasan dan mengendalikan dorongan hati, serta mempunyai perasaan motivasi yang positif, yaitu antusianisme, gairah, optimis dan keyakinan diri.

    d. Mengenali Emosi Orang Lain
    Kemampuan untuk mengenali emosi orang lain disebut juga empati. Menurut Goleman kemampuan seseorang untuk mengenali orang lain atau peduli, menunjukkan kemampuan empati seseorang. Individu yang memiliki kemampuan empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersembunyi yang mengisyaratkan apa-apa yang dibutuhkan orang lain sehingga ia lebih mampu menerima sudut pandang orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mampu untuk mendengarkan orang lain.

    Rosenthal dalam penelitiannya menunjukkan bahwa orang-orang yang mampu membaca perasaan dan isyarat non verbal lebih mampu menyesuiakan diri secara emosional, lebih populer, lebih mudah beraul, dan lebih peka. Nowicki, ahli psikologi menjelaskan bahwa anak-anak yang tidak mampu membaca atau mengungkapkan emosi dengan baik akan terus menerus merasa frustasi. Seseorang yang mampu membaca emosi orang lain juga memiliki kesadaran diri yang tinggi. Semakin mampu terbuka pada emosinya sendiri, mampu mengenal dan mengakui emosinya sendiri, maka orang tersebut mempunyai kemampuan untuk membaca perasaan orang lain.

    e. Membina Hubungan
    Kemampuan dalam membina hubungan merupakan suatu keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar pribadi. Keterampilan dalam berkomunikasi merupakan kemampuan dasar dalam keberhasilan membina hubungan. Individu sulit untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dan sulit juga memahami keinginan serta kemauan orang lain.

    Orang-orang yang hebat dalam keterampilan membina hubungan ini akan sukses dalam bidang apapun. Orang berhasil dalam pergaulan karena mampu berkomunikasi dengan lancar pada orang lain. Orang-orang ini populer dalam lingkungannya dan menjadi teman yang menyenangkan karena kemampuannya berkomunikasi. Ramah tamah, baik hati, hormat dan disukai orang lain dapat dijadikan petunjuk positif bagaimana siswa mampu membina hubungan dengan orang lain. Sejauhmana kepribadian siswa berkembang dilihat dari banyaknya hubungan interpersonal yang dilakukannya.

    Goleman, Daniel



    Artikel lainnya:

    Kiat Menghadapi Stres

    Masalah pekerjaan, keluarga, maupun masalah pribadi yang menumpuk tanpa disadari dapat menyebabkan efek jangka panjang pada tubuh dan jiwa seseorang. Keadaan itulah yang sering disebut sebagai stres.

    Perasaan stres sering kali menjadi musuh dalam selimut. Perasaan tersebut dapat datang dengan tiba-tiba dan biasanya cukup sulit untuk dikendalikan. Stres dapat memicu timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari. Salah satunya adalah penyakit jantung, hipertensi, dan stroke.

    Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya kita menghindari stres dengan cara sebagai berikut:

    1. Energi positif
    Keluarkan energi positif di dalam diri kita dengan selalu berpikiran optimis dalam menghadapi setiap permasalahan. Sadarilah bahwa dalam setiap permasalahan pasti ada jalan keluarnya. Sebaiknya jangan bersikap terlalu keras pada diri sendiri karena setiap rencana yang telah kita buat belum tentu dapat tercapai. Bersikaplah lebih fleksibel sehingga kita dapat lebih menikmati indahnya hidup.

    2. Menjaga kesehatan
    Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jagalah kesehatan tubuh kita dengan olah raga yang teratur, tidur yang cukup, dan konsumsi makanan yang bergizi. Olah tubuh dapat merangsang keluarnya endorphine, yaitu zat yang membuat tubuh merasa nyaman, sehingga orang yang berolahraga teratur biasanya tampak sehat dan bahagia. Olah raga teratur sebaiknya didukung juga dengan pola makan yang sehat dan istirahat yang baik.

    3. Kendalikan emosi
    Cara termudah untuk mengendalikan emosi adalah dengan minum air putih yang banyak saat emosi mulai memuncak. Air putih dapat menenangkan emosi dan membantu kita untuk berpikir lebih jernih. Emosi yang berlebihan justru dapat menjadi memicu terjadinya stres. Bersikaplah lebih sabar dan berpikir lebih luas agar dapat memahami setiap masalah dengan jernih.

    4. Istirahat sejenak
    Luangkan sedikit waktu untuk beristirahat. Gunakanlah akhir pekan dengan baik, khususnya untuk memanjakan diri dan keluar dari rutinitas sehari-hari. Berkumpul bersama keluarga atau teman-teman merupakan salah satu cara untuk menumbuhkan energi positif serta semangat baru.

    5. Terbuka
    Jangan pendam masalah kita sendirian. Seperti ada pepatah yang mengatakan, that’s what friends are for. Dengan berbagi cerita kepada orang yang kita percaya, maka beban kita akan terasa lebih ringan dan tidak mengendap di dalam pikiran.

    6. Tingkatkan rasa humor
    Secara klinis, humor dapat digunakan untuk mengatasi rasa stres. Di Indonesia, sekarang ini sudah banyak tersedia terapi tertawa yang biasanya dilakukan oleh sekelompok orang minimal 5 orang, selama 5 sampai 10 menit. Humor memang perlu dilakukan agar syaraf tidak terlalu tegang dan tubuh dapat berelaksasi.

    Artikel lainnya:

    Mendorong Perkembangan Otak Anak

    Berikut hal-hal yang dapat Anda lakukan untuk mendorong perkembangan otak bayi pada setiap tingkat pertumbuhan.

    Usia lahir sampai umur 4 bulan
    Membaca, membuat wajah-wajah lucu atau aneh, menggelitik badan bayi, menggerakkan benda-benda di depan mata bayi misalnya bola warna cerah, menyanyikan lagu sederhana dengan ungkapan yang diulang-ulang, menceritakan apa saja yang akan Anda dan bayi Anda lakukan.”Bobo yaa, mama buatin susu.”

    Umur 4 bulan sampai 6 bulan
    Bantu bayi anda memeluk boneka hewan, menumpuk sesuatu (misalnya balok plastik), dan biarkan bayi anda merobohkannya, main musik dengan irama yang berbeda, tunjukkan buku dengan warna-warna yang cerah, biarkan bayi anda meraba benda dengan tekstur yang beda.

    Umur 6 bulan sampai 18 bulan
    Bicara dan interaksi tata muka untuk meningkatkan hubungan antara bunyi dan kata, tunjuk orang-orang dan benda-benda yang diakrabi dan ulangi nama, menyanyikan lagu dengan ungkapan repetitif dan gerakan tangan, bermain petak umpet.

    Umur 18 bulan sampai 24 bulan
    Bermain pengenalan sederhana. Misalnya tunjuk mobil warna kuning atau bunga warna merah. Atau letakkan 3 benda di depan anak anda dan katakan kepadanya “Ambilkan saya…” bicara langsung kepada bayi anda sebanyak mungkin; perkenalkan alat tulis kepada anak anda, misalnya krayon, kertas. Tanyakan ‘dimana’ dan ‘apa’ ketika membaca untuk anak. Dorong permainan mandiri dengan mainan favorit.

    Umur 24 bulan sampai 36 bulan
    Beri pujian dan dorongan jika anak anda melakukan keterampilan motor secara baik. Dorong imjinasi anak dengan mengusulkan cara-cara baru dengan menggunakan mainan, bantu anak memasukkan aktivitas-aktivitas hidup nyata kedalam permainan. Misalnya pura-pura bicara di telepon, menyetir mobil. Jika membaca libatkan anak anda ke dalam cerita dengan mengajukan pertanyaan, menunjuk kata sambil membacakan kepada anak anda. Dorong anak untuk mengenali kata-kata pada halaman buku atau bunyinya.

    Umur 3 tahun sampai 5 tahun
    Ajarkan berbagi dengan contoh, main permainan papan sederhana untuk menanamkan aturan pembelajaran dan keterampilan, batasi nonton tv / video antara 1 sampai 2 jam sehari. Nonton dengan anak untuk membuatnya interaktif. Sesudah umur anak bertambah, tawarkan pilihan-pilihan sederhana. misal membaca buku atau main puzzle. Batasi menggunakan kata tidak dan dorong eksplorasi dan rasa ingin tahu alamiah. Beri respek dan perhatian pada anak anda dan tunjukkan kesabaran ketika anak anda mencoba menjelaskan pengalaman-pengalaman barunya. Luangkan waktu setiap hari untuk duduk dengan anak Anda dan diskusi apa yang dia kerjakan hari ini. Dorong anak Anda untuk menjelaskan dan menjelajahi pengalaman baru.


    Artikel yang berhubungan:

    Kebersamaan Antara Anak & Orangtua

    Sebagian dari orang tua tidak sadar atau lalai bahwa kebersamaan anak dengan orang tuanya merupakan hal yang prinsip dan tidak boleh diabaikan. Sehingga sering kita temui orang tua, khususnya ayah yang merasa bahwa tugasnya adalah hanya mencari nafkah sehingga anak hanya melulu urusan ibunya, tidak begitu memperdulikan kondisi anaknya.

    Hanya saja dalam perkembangan zaman, ibu pun mulai bergeser pula. Tatkala dia sudah mulai sibuk meniti karir dia melalaikan tugas pokoknya untuk mendidik anaknya. Selayaknya kita sebagai orang tua menyempatkan untuk bersama anak-anak kita.

    Berikut ini adalah beberapa fakta atau hal yang semoga dapat menjadikan kita sebagai orang tua menyadari pentingnya kebersamaan dengan anak.

    1. Menangis
    Menangis adalah satu cara yang digunakan oleh bayi untuk berkomunikasi dengan yang orang lain. Bayi akan menangis ketika lapar, haus, BAK dan BAB ataupun merasa sakit. Sering juga bayi menangis karena ingin dekat dengan ibunya, tatkala ibunya sudah mendekat diapun terdiam. Ini adalah cara bayi untuk merasa nyaman bersama ibunya.
    2. Menyusui bayi secara langsung
    Bagaimanapun kesibukan seorang ibu, hendaknya dia tidak melupakan dan melalaikan untuk menyusui anaknya secara langsung, bukan melalui botol. Karena juga telah disingkap keistimewaan-keistimewaan menyusui secara langsung dibanding dengan botol secara kesehatan di pihak ibu maupun anak melalui penelitian-penelitian ilmiah. Adapun secara psikologis anak, menyusui secara langsung akan membuahkan keterkaitan antara ibu dan anak. Anak akan merasa nyaman dan bahagia ketika dia bisa memandang wajah ibunya dan menyusu dari tubuhnya terutama di bulan-bulan awal.
    3. Menggendong anak
    Perlakuan inipun akan menjadikan antara orang tua, khususnya ibu terikat dengan anaknya secara batin. Karena anak akan merasa lebih dekat dengan tubuh orangtuanya. Berbeda apabila anak diletakkan dalam kereta dorong, meskipun dia masih bisa memandang wajah orang tuanya.
    4. Bermain bersama anak
    Seseorang mengatakan bahwa ketika dia masih kecil dia teringat akan neneknya yang sedang mendendangkan (jawa: ngudang) untuk saudaranya yang masih berusia dua minggu. Dia berkata kepada dirinya sendiri, “Apa yang dilakukan oleh nenek? Mengapa dia melakukan hal itu bersama anak yang belum bisa mendengar dan berpikir?” Akhirnya dia mengerti bahwa neneknya benar. Karena riset kini membuktikan bahwa anak-anak sudah bisa mendengar dan melihat sejak hari pertama! Bayi akan merasa senang melihat wajah orang apalagi sedang menyuarakan sesuatu yang indah. Itulah sebabnya kita mengetahui, anak dapat mencium aroma ibunya tatkala berada di dekatnya.

    Bakat dan Minat

    Belajar ataupun bekerja pada bidang-bidang yang diminati terlebih lagi didukung dengan bakat serta talenta yang sesuai, akan memberi semangat dalam mempelajari atau menjalaninya. Tapi seringkali remaja memilih suatu jurusan atau bidang studi karena terbawa dan ikut teman-temannya, atau memilih bidang yang sedang popular, tanpa sempat mencerna terlebih dahulu dan memahami bidang yang akan dipelajari, menjadi apa setelah selesai sekolah ataupun lebih jauh lagi mengenali bidang pekerjaan seperti apa yang akan digelutinya sesuai dengan latar belakang pendidikannya tersebut.

    Mengembangkan bakat dan minat bertujuan agar seseorang belajar atau dikemudian hari bisa bekerja di bidang yang diminatinya dan sesuai dengan kemampuan serta bakat dan minat yang dimilikinya sehingga mereka bisa mengembangkan kapabilitas untuk belajar serta bekerja secara optimal dengan penuh antusias.

    Pengertian Bakat
    Bakat adalah kemampuan bawaan yang merupakan potensi yang masih perlu dikembangkan atau dilatih untuk mencapai suatu kecakapan, pengetahuan dan keterampilan khusus. Sehubungan dengan cara berfungsinya, ada 2 jenis bakat, yaitu:
    1. Kemampuan pada bidang khusus. Misalnya bakat musik, melukis, dll.
    2. Bakat khusus yang dibutuhkan sebagai perantara untuk merealisir kemampuan khusus, misalnya bakat melihat ruang (dimensi) dibutuhkan untuk merealisasi kemampuan di bidang teknik arsitek.
    Bakat bukanlah merupakan sifat tunggal, melainkan merupakam sekelompok sifat yang secara bertingkat membentuk bakat. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Sehingga mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang latent.

    Minat
    Menurut John Holland, minat adalah aktivitas atau tugas-tugas yang membangkitkan perasaan ingin tahu, perhatian, dan memberi kesenangan atau kenikmatan. Minat dapat menjadi indikator dari kekuatan seseorang di area tertentu di mana dia akan termotivasi untuk mempelajarinya dan menunjukkan kinerja yang tinggi. Bakat akan sulit berkembang dengan baik apabila tidak diawali dengan adanya minat pada bidang yang akan ditekuni.

    Bakat
    Metode analisa sidik jari dari UNIQUE bertujuan membantu memberikan gambaran mengenai bakat/pontensi genotif seseorang untuk kemudian merencanakan dan membuat keputusan mengenai pilihan pendidikan atau pekerjaan. Hasil analisa seidik jari tidak untuk memvonis atau menentukan secara mutlak jurusan sekolah atau pekerjaan yang harus dijalani. Namun dari hasil analisa sidik jari, kita hanya sebatas memperoleh saran untuk memilih jurusan dan pekerjaan, karena 2 hal tersebut memerlukan observasi secara langsung dengan memperhatikan faktor minat juga.

    Setiap orang mempunyai potensi tertentu, masing-masing dalam bidang dan derajat yang berbeda-beda. Guru, orang tua, pembimbing perlu mengenal potensi anak-anaknya sehingga dapat memberikan pendidikan dan menyediakan pengalaman sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

    Mengembangkan Bakat dan Minat Remaja
    Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa anak ke masa dewasa. Pada periode ini anak mencapai kematangan fisik dan diharapkan pula disertai dengan kematangan emosi dan perkembangan sosialnya. Karena masa peralihan maka remaja pada umumnya masih ragu-ragu akan perannya dan menimbulkan krisis identitas. Dalam usaha menemukan jati dirinya dalam arti mengetahui kebutuhan-kebutuhan pribadi serta tujuan yang ingin dicapai dalam hidupnya, maka pengembangan bakat dan minat remaja sangat penting. Dan dalam mengembangkan kompetensinya remaja tetap membutuhkan bimbingan dari orang tua dan lingkungan rumah maupun sekolah.

    Yang perlu dilakukan orangtua, guru atau lingkungan untuk mengembangkan bakat dan minat anak:
    1. Sejak usia dini cermati berbagai kelebihan, ketrampilan dan kemampuan yang tampak menonjol pada anak.
    2. Bantu anak dalam meyakini dan fokus pada kelebihan dirinya.
    3. Kembangkan konsep diri positif pada anak.
    4. Perkaya anak dengan berbagai wawasan, pengetahuan, serta pengalaman di berbagai bidang.
    5. Usahakan berbagai cara untuk meningkatkan minat anak untuk belajar dan menekuni bidang-bidang yang menjadi kelebihannya.
    6. Tingkatkan motivasi anak untuk mengembangkan dan melatih kemampuannya.
    7. Stimulasi anak untuk meluaskan kemampuannya dari satu bakat ke bakat yang lain.
    8. Berikan penghargaan dan pujian untuk setiap usaha yang dilakukan anak.
    9. Sediakan fasilitas atau sarana untuk mengembangkan bakat anak.
    10. Dukung anak untuk mengatasi berbagai kesulitan dan hambatan dalam mengembangkan bakatnya.
    11. Jalin hubungan baik antara orang tua, guru, dengan anak atau remaja.

    Hal-hal yang perlu dicermati dalam mengembangkan bakat dan minat remaja, yaitu:

    a. Mengikuti minat teman.
    Usia remaja adalah masa perkembangan yang ditandai dengan solidaritas tinggi terhadap teman-teman sebayanya. Remaja kurang memahami siapa dirinya, memiliki kebutuhan yang besar untuk berada dan diakui dalam kelompoknya. Hal ini seringkali membuat remaja mengikuti minat temannya, memilih bidang yang sebenarnya kurang sesuai dengan bakat dan minatnya. Untuk memilih bidang-bidang yang akan dikembangkannya, remaja perlu berdiskusi, mencari masukan dan bertukar pikiran dengan orang tuanya.

    b. Penelusuran bakat dan minat secara dangkal.
    Memperhatikan bakat dan minat anak membutuhkan usaha yang serius dan berkesinambungan. Tes bakat pada umumnya memadukan kemampuan intelektual ataupun ketrampilan dengan bakat dan minat yang dimiliki seseorang. Kemampuan tinggi tanpa didukung oleh minat akan membuat anak bisa berhasil dalam pendidikannya akan tetapi antusiasme untuk mempelajarinya kurang tinggi minat dan bakat yang tinggi di suatu bidang tanpa didukung kemampuan akan membuat seseorang membutuhkan tenaga dan usaha ekstra keras untuk mencapainya. Selain hal tersebut tentunya di manapun seseorang belajar dan bekerja dibutuhkan motivasi belajar, daya juang dan ketekunan.

    Banyak orang tidak selalu mudah menemukan bakat dan minat yang tepat, karena beberapa hal:
    1. Siswa belum secara sengaja menjajagi kemampuan, bakat serta minatnya.
    2. Kurangnya wawasan bidang studi atau lapangan pekerjaan yang ada.
    3. Tidak ada masukan dari lingkungan mengenai kelebihan dalam kemampuan atau bakatnya.
    4. Siswa belajar tanpa tahu kegunaan dan tujuan dari bidang studi yang dipelajarinya.
    5. Bidang yang diminati dan bakat yang dimiliki bervariasi.
    6. Bakat yang ada belum terasah atau kurang mendapat kesempatan untuk dikembangkan sehingga tidak nampak.
    7. Perasaan tidak mampu atau tidak berbakat dari pribadi yang bersangkutan ataupun dari lingkungannya.

    Seseorang bisa mengenal bidang studi atau pekerjaan tertentu karena:

    a. Memperoleh informasi mengenai berbagai bidang studi atau pekerjaan.
    Membuka wawasan anak dengan mencari atau memberi informasi, misalnya membawa anak dalam lingkungan orang tua membuat anak tahu dan kenal bidang yang digeluti orang tua. Terlebih lagi ketika orang tua menceritakan berbagai hal positif mengenai lingkup kerjanya, manfaatnya untuk orang lain ataupun lingkungan, akan membawa anak untuk menjadi ahli kimia.

    b. Berkaitan dengan pelajaran di sekolah.
    Misalnya seorang anak tertarik di bidang kimia karena gurunya mengajar kimia sedemikian menariknya sehingga dia memutuskan untuk menjadi ahli kimia. Seorang siswa SMA berniat masuk Fakultas Kedokteran akan tetapi pada saat dia akan mendaftar dia bahwa Bioteknologi masa kini sedang populer dan menarik, dan setelah mencoba menjajagi dia kemudian memilih bioteknologi dan berhasil berprestasi dengan baik karena suka.

    c. Secara kebetulan atau tidak sengaja mendapat informasi.
    Jadi manusia memiliki banyak kemampuan dan bakat yang masih merupakan potensi namun hanya sedikit sekali dari kemampuan tersebut teraktualisasi.

    Anda dapat mengetahui lebih lagi mengenai Bakat/Talenta, Potensi dan Keunikan Anda lewat analisa sidik jari. 
        


    Artikel yang berhubungan:

    Membantu Anak Menghadapi Kekalahan

    Di dalam hidup ini banyak pertandingan yang kita hadapi, bukan saja oleh orang dewasa namun pertandingan itu juga dialami oleh setiap anak. Dalam setiap pertandingan pasti ada yang menang dan ada yang kalah, bagaimana Anda dapat mengajarkan anak Anda menjadi seorang yang siap untuk menghadapi kekalahan. Anda dapat membantu anak menghadapi kekalahan dengan terhormat, dan belajar dari kekalahan itu dengan reaksi dan perspektif Anda.
    • Penegasan
      Berdusta dan berbuat curang bukan cara menghadapi kekalahan dalam permainan.
    • Mengembalikan kendali
      Jangan mengharapkan seorang anak siap belajar ketika ia masih dikuasai emosi.
    • Empati
      Akui dan terima perasaan marah, frustasi dan keraguan diri si anak. Namun, berikan hak Anda untuk menarik kesimpulan yang berbeda dari kesimpulannya. Contoh: “Kamu mungkin berpikir bahwa kamu tidak baik, tetapi itu pendapatmu, bukan pendapat ayah”. Dan melarang tindakan yang tidak dapat diterima yang mungkin timbul dari perasaan-perasaan ini.
    • Menyelamatkan muka
      Bantulah anak memahami kegagalan yang tidak merusak harga dirinya.Misalnya: “Menjaga gawang bukan tanggung jawabmu saja, seluruh tim juga bertanggung jawab untuk itu”.
    • Penilaian yang jujur
      Bagi seorang anak yang bersikeras “Aku tidak bagus”, orang tua harus menjawab “Menurut ayah tidak, kamu memiliki keahlian, dan mungkin kamu siap untuk memikirkan beberapa keahlian yang ingin kamu tingkatkan.”
    • Mengambil perspektif
      Pada awalnya, saat dikalahkan dapat terlihat seperti kiamat. Namun akhirnya hal itu akan terlupakan. Anda dapat membantu anak menyadari betapa reaksi pertama ini akhirnya akan berubah. Pada kekalahan selanjutnya, Anda dapat mengingatkan tentang observasinya.
    • Pengobaran semangat
      Tenangkan anak Anda sehingga ia dapat kembali ke jalur yang benar. Biarkan ia tahu bahwa ia tidak perlu begitu keras terhadap dirinya sendiri. “Sangat sulit rasanya untuk terus mencoba bila kamu merasa kecil hati, namun jika kamu terus mencoba, kamu pasti akan merasa lebih baik”.
    • Mengembalikannya pada si anak
      Anak Anda harus tahu bahwa mengatasi kekalahan adalah tugasnya, bukan tugas Anda. Begitu juga menarik dirinya bersama lagi sehingga ia dapat menghadapi tantangan selanjutnya.
    • Peringatan terakhir
      Entah anak Anda menang atau kalah, tujuan dari permainan adalah untuk bersenang-senang.

    Membantu Mengatasi Ketakutan Anak

    Jangan menunda menghadapi ketakutan, menunggu hanya akan membuat anak mengira bahwa benar-benar ada sesuatu yang dikhawatirkan.

    Buatlah daftar bersamanya, mengenai segala cara yang ia pelajari untuk membuat dirinya merasa lebih baik ketika ia ketakutan. Seperti, memegang tangan orang tuanya, mengobrol, mencoba mengalihkan perhatian, ini merupakan stategi untuk menenangkan diri,.

    Buatlah daftar tentang semua hal yang menakutkan seperti obyek atau kejadian yang menakutkan,dan urutkan dari yang paling menakutkan sampai yang paling tidak menakutkan.

    Ketika anak sedang menghadapi ketakutannya, ia dapat memikirkan lebih dahulu tentang aspek yang paling tidak menakutkan dari kejadian yang sedang ia hadapi dan kemudian melatih semua strategi yang menenangkan dirinya. Begitu ia dapat menenangkan dirinya sambil berpikir tentang bagian yang paling tidak menakutkan dari ketakutan tersebut, ia siap untuk bagian berikutnya. Selangkah demi selangkah ia akan menaklukkan ketakutannya.



    Artikel yang berhubungan:

    Penyebab Kemarahan Anak

    Jika anak tidak menikmati waktu bermain bersama teman-teman sebaya dan mudah marah hampir sepanjang waktu, ini bisa menjadi pertanda bahwa ada masalah yang harus orang tua perhatikan:

    • Kemarahan mungkin merupakan tanda bahwa anak merasa takut dan sedang mencari perlindungan,
    • Mungkin ada penyebab sederhana, seperti kelahiran adik baru dalam keluarga,
    • Mungkin ada penyebab yang lebih sulit dihadapi, seperti perselisihan kedua orang tuanya yang sedang mengalami konflik dalam pernikahan,
    • Anak mungkin memiliki penundaan dalam perkembangan bahasa yang membuat ia tidak dapat mengekspresikan kebutuhannya dan membuat ia frustasi,
    • Kemungkinan lain, anak ketakutan oleh anak yang lebih besar yang mengejek atau menggertaknya, atau ancaman lain yang dia rasakan.

    Faktor yang Mempengaruhi Kecerdasan Anak

    Anak yang cerdas merupakan dambaan setiap ibu, termasuk Anda tentunya. Tahukah Anda, setidaknya ada faktor penting yang mempengaruhi kecerdasan seorang anak, yakni faktor genetik (keturunan), nutrisi, dan stimulasi lingkungan. Ketiga faktor tadi sangat berpengaruh dan saling mendukung terhadap pencapaian potensi anak yang optimal.

    Faktor genetik memang tidak dapat diubah. Namun jangan lupakan faktor nutrisi dan stimulasi. Orang tua yang cerdas akan memperhatikan kebutuhan anaknya akan nutrisi dan stimulasi sejak dini. Sehingga bukan tidak mungkin anak Anda nantinya tumbuh menjadi anak yang cerdas.

    Nutrisi Terbaik
    Pada saat dilahirkan, setiap bayi memiliki sekitar 100 milyar sel otak, namun belum semua sel-sel otak bayi saling terhubung dengan sempurna. Otak mengalami masa konstruksi sejak janin hingga dekade pertama masa kanak-kanak. Upaya yang perlu dilakukan untuk mengoptimalkan hubungan antar sel tersebut adalah melalui pemberian nutrisi. Selama masa konstruksi ini, lebih banyak sel-sel syaraf yang terbentuk dan dipakai. Kekuatan dan jumlah hubungan baru antar sel-sel syaraf tersebut menjadi dasar untuk memori pada seorang anak sampai masa dewasa.

    Pada tahap awal kehidupan seorang anak, nutrisi yang baik sangatlah penting. Banyak zat gizi yang diperlukan untuk perkembangan otak yang sehat, antara lain protein dan asam amino, AA-DHA, GA (gangliosida), kolina, dan zat gizi mikro lainnya.

    Salah satu nutrisi penting yang dibutuhkan otak adalah gangliosida. Gangliosida diperlukan untuk pembentukan memori dan fungsi umum otak besar, pertumbuhan dan pembentukan sel syaraf serta sebagai modulator, yang melakukan transmisi informasi dan menyimpan data.

    Gangliosida secara alami banyak terdapat pada ASI terutama saat 6 minggu pertama menyusui. Oleh karena itu, dianjurkan kepada seorang ibu untuk memberikan ASI bagi buah hatinya. Gangliosida juga dapat diperolah dari nutrisi yang mengandung gangliosida seperti susu. Ibu yang bijak diharapkan memberikan makanan tambahan yang mengandung gangliosida seperti susu bagi anaknya.

    Stimulasi juga Penting
    Hal penting yang perlu Anda ingat, nutrisi saja tidaklah cukup tanpa diimbangi dengan stimulasi sejak dini. Stimulasi dini memainkan peranan yang sangat penting dalam tumbuh kembang motorik bayi dan balita. Orangtua diharapkan dapat menstimulasi anak dengan bermain dan berinteraksi dengan lingkungannya, berolahraga dan beraktifitas kreatif lainya agar stimulasi untuk perkembangan otak anak semakin lengkap.

    Tipe Karakteristik Pekerjaan

    Tipe Executive
    Adalah orang yang bekerja kepada suatu sistem bisnis atau kepada organisasi milik orang lain dengan jenjang karier yang berkesinambungan. Executive digaji berdasarkan waktu dan kemampuan yang dia berikan. Dia menerima gaji rutin bulanan atau periodik dengan jumlah tertentu dari orang lain, perusahaan, organisasi, atau bahkan dari negara. Contoh: salesman, supervisor, manager, presiden direktur perusahaan, PNS.

    Inilah jalan keluar sebagian Executive:

    1. Berusaha mendapatkan yang memberikan gaji lebih baik
    2. Berusaha mencari kerja sampingan seperti pemasaran jaringan atau berwirausaha.
    3. Berusaha ikut asuransi yang memiliki manfaat tabungan.

    Tipe Self Employed
    Termasuk dalam self employed adalah orang-orang yang bekerja mandiri atau lepas. Biasanya mereka adalah seorang profesional yang memiliki keahlian tertentu. Ciri khas dari self employed adalah dia jalankan usahanya sendiri dan pemasukan dia terima sendiri. Tetapi mereka tidak akan mendapatkan penghasilan apabila tidak bekerja.

    Contoh : dokter yang praktek di klinik sendiri, pengacara yang membuka biro sendiri, tukang pangkas rambut pinggir jalan, penulis lepas.

    Inilah jalan keluar Self-Employee

    1. Berusaha mendapatkan orderan yang memberikan penghasilan lebih baik
    2. Berusaha mencari kerja sampingan atau berprestasi semakin baik,seperti program bisnis pemasaran jaringan
    3. Berusaha ikut asuransi yang memiliki manfaat tabungan.

    Tipe Business Owner
    Bisnis owner memperoleh pendapatan dari sistem yang dia buat. Toko dibuat dengan suatu sistem sehingga bisa berjalan sendiri, ada kasir, ada bagian logistik, ada supervisor, ada cleaning sercive, dan sebagainya yang diatur dan dibuat sistem. Ciri khas dari bisnis owner adalah bekerja tidak terikat waktu, dan penghasilan tidak berbanding lurus dengan waktu kerja yang di pergunakan.

    Contoh : pemilik warnet, kalau sudah berjalan baik maka warnet itu tetap memberikan pemasukan buat si bisnis owner, pemilik toko,pemilik pabrik,pemilik perusahaan,dan sebagainya.
     
    Inilah jalan keluar sebagian Business Owner

    1. Berusahan mendapatkan bisnis yang benar-benar potensial dan berprospek cerah di masa akan datang
    2. Berusaha mencari karyawan yang kompeten
    3. Berusaha mengasuransikan bisnisnya
    Tipe Investor
    Investor adalah orang yang memperolah pendapatan dari dananya yang diputar. Seorang investor bisa tidak bekerja sama sekali, dan uangnya yang bekerja untuk dia. Besar kecil pemasukan seorang investor ditentukan oleh pengetahuan dan keahlian dia dalam mengelola dan mendayagunakan dana yang dimilikinya.

    Contoh : investasi property untuk disewakan, membeli saham dengan return yang tinggi untuk dia, investasi membuka warung bakso yang dikelola oleh teman, membeli franchise, membeli mobil untuk direntalkan. 

     
    Inilah jalan keluar sebagian Investor

    1. Berusaha mempelajari tawaran investasi yang ada agar tidak dibohongi
    2. Berusaha menetapkan teori portofolio sebaik-baiknya
    3. Menginvestasikan lebih banyak


    Bisa saja satu orang berdiri di dua atau lebih quadrant. Contohnya seorang pegawai bank (executive), invest uang disaham (investor), dan dia membuka toko handphone di suatu mall (bisnis owner dan investor). Itu lebih baik.

    Melatih Kecerdasan Emosi Anak

    Kini orang tua semakin peduli dengan karakter anak, sejak mulai dipopulerkannya konsep kecerdasan emosi oleh Daniel Goleman di tahun 1995. Para orang tua semakin sadar dan yakin bahwa keberhasilan anak tidak lagi cukup dengan ketrampilan teknis dan pengetahuan ilmiah, namun juga dengan kemampuan pengendalian diri dan hidup bermasyarakat.

    Secara garis besar ada dua hal utama dalam kecerdasan emosi, yaitu mengenali dan mengelola emosi. Langkah pertama mengajarkan kecerdasan emosi adalah mengenalkan berbagai jenis emosi kepada anak. Bagaimana caranya?

    Tips sederhana dalam mengajarkan kecerdasan emosi adalah dengan sering menyebutkan berbagai jenis emosi kepada anak. Misalnya anak sedang cemberut, maka sebagai orang tua kita dapat menegaskan situasi emosi tersebut kepada anak, misalnya dengan menanyakan, “Adik cemberut, apa sedang kesal? Adik kesal apa karena Ibu melarang nonton TV?” Dengan demikian anak dipandu untuk terbiasa mengenali kondisi emosi dirinya dan penyebab munculnya emosi itu.

    Cara lain adalah dengan menunjukkan berbagai gambar, atau mengomentari situasi baik di majalah, TV, maupun media lainnya. Misalnya ketika melihat TV di mana ada tokoh yang sedang sedih karena dinakali oleh tokoh lainnya (hal ini sering muncul di film kartun), maka kita berkomentar, “Aduh, kasihan sekali si anu, pasti dia sangat sedih karena tindakan nakal temannya itu..” Hal yang sama dapat dilakukan pula saat membaca dongeng. Orang tua perlu berkali-kali menyebutkan situasi emosi para tokoh dalam cerita tersebut. Selain memperkenalkan berbagai jenis emosi, pada saat yang sama anak juga belajar hal-hal yang menyebabkan munculnya emosi tersebut, misalnya perasaan sedih salah satu tokoh cerita karena ditipu atau dihina tokoh yang lain. Orang tua juga dapat pula memberikan penilaian moril atas situasi tersebut, misalnya menghina adalah suatu perbuatan buruk dan jahat, sehingga anak menjadi tahu nilai moril dari suatu perilaku. Dalam hal ini secara langsung kita juga telah mengembangkan kecerdasan spiritual anak (kecerdasan dalam mengenali dan mengelola nilai-nilai).

    Ketika orang tua marah, sedih, bingung, kesal, gembira, dan situasi emosi lainnya, orang tua juga perlu menyampaikan alasannya. Misalnya, seorang anak bermain dan tidak membereskan mainannya setelah selesai, sang Ibu bisa berkata, “Adik, Ibu sangat kesal melihat mainan yang berantakan, karena Ibu menjadi repot membereskannya. Ibu akan senang kalau Adik membantu Ibu membereskan mainan sendiri.” Dengan pernyataan itu sang anak akan belajar mengenali situasi emosi ibunya (kesal), sebab munculnya (mainan berantakan), dan mengapa sebab tersebut menyebabkan munculnya emosi tertentu (kesal karena repot membereskannya). Perlu ditunjukkan ekspresi yang sesuai dengan emosi saat melatih anak kecil (kalau kesal ya jangan tersenyum, namun tunjukkan wajah serius dan cemberut). Semakin dewasa nanti semakin mungkin menyampaikan emosi dengan ekspresi yang berlawanan misalnya dalam bentuk sindiran (kesal, namun tersenyum).

    Apabila anak sedari dini usia telah sering dilatih untuk peka dalam mengenali emosi, maka semakin dewasa akan semakin mudah mengenali emosi, dan akhirnya dapat menyesuaikan sikapnya dengan situasi emosi yang ada.

    sepia.blogsome.com



    Artikel yang berhubungan:
    Dampak Perlakuan Orang Tua Kepada Anak
    Tolong Jangan Katakan Hal Ini Pada Anak Anda
    Memahami Kelebihan dan Kekurangan Anak
    Beberapa Kesalahan yang Kerap Kali Menghancurkan Kepribadian Anak
    Awas! Memukul Anak Bisa Bikin Perilakunya Makin Buruk
    Menjadikan Anak Taat Kepada Orang Tua Tanpa Menghukum
    Tantrum
    Memahami Dunia Emosi Anak
    Tips Menangani Anak Agresif

    Next Prev home